Hakikat Tawakal Kepada Allah Swt dan Manfaatnya


Berikut adalah Hakikat Tawakal Kepada Allah Swt dan Manfaat Tawakal.

A. Hakikat Tawakal Kepada Allah Swt.
Rasulullah Saw. menganjurkan umatnya untuk selalu menerapkan sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ini pula yang diajarkan kepada para sahabat Nabi Saw. Para sahabat Nabi terbiasa bersikap tawakal dalam menghadapi permasalahan hidup. Ini menjadi bukti keberhasilan Nabi dalam memberikan contoh perilaku hidup yang dihiasi dengan tawakal. Rasulullah Saw. selalu pasrah kepada Allah, tidak ada rasa khawatir dan gelisah dalam menghadapi berbagai macam permasalahan.

Secara bahasa, tawakal berarti memasrahkan, menanggungkan sesuatu, mewakilkan atau menyerahkan. Secara istilah, tawakal artinya menyerahkan segala permasalahan kepada Allah Swt. setelah melakukan usaha sekuat tenaga.

Tawakal bukan berarti menyerahkan nasib kepada Allah Swt. secara mutlak. Akan tetapi harus didahului dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh.

Seseorang yang menerapkan sikap tawakal akan tumbuh keyakinan bahwa tidak ada satu pun amal kebaikan yang sia-sia. Urusan diterima atau ditolaknya amal merupakan hak penuh Allah Swt., tugas seorang hamba hanya beramal sebaik-baiknya. Meskipun harapan atas amal kebaikan tersebut belum tercapai secara sempurna, ia tetap memiliki semangat.

Hakikat tawakal kepada Allah Swt. adalah menyerahkan hasil usaha yang telah kita lakukan kepada Allah Swt. dan pasrah kepada-Nya serta tidak merasa sedih dan kecewa atas keputusan yang diberikan-Nya.

B. Manfaat Tawakal
Berikut manfaat yang akan diperoleh dari penerapan sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

1. Tercukupinya semua keperluan
Seseorang yang bertawakal kepada Allah Swt. akan mendapatkan jaminan tercukupinya semua kebutuhan hidupnya.

2. Mudah untuk bangkit dari keterpurukan
Setiap orang pasti pernah merasakan suatu kegagalan. Usaha maksimal sudah dilakukan, namun tidak ada hasilnya. Seseorang yang tawakal dan husnuzan atas ketentuan Allah Swt. akan mudah bangkit dari kegagalan dan keterpurukan tersebut. Sesulit apapun masalah yang dihadapi, ia akan sabar dan optimis mampu menyelesaikannya dengan baik.

3. Tidak bisa dikuasai oleh setan
Seseorang yang bertawakal tidak bisa dikuasai oleh setan. Sebab, setan tidak punya kemampuan menggoda orang-orang yang dekat dengan Allah Swt.

4. Memperoleh nikmat yang tiada henti
Allah Swt. akan memberikan nikmat yang terus-menerus mengalir tiada henti kepada hamba-Nya yang ikhtiar tanpa mengeluh, dan selalu berharap mendapatkan yang terbaik.

5. Menghargai hasil usaha
Seseorang yang bertawakal akan menerima apa pun hasil akhir dari usahanya. Hatinya tetap gembira dan penuh rasa syukur atas semua karunia dari Allah Swt. Ia akan terus-menerus berusaha maksimal untuk meraih impiannya. Usaha yang telah dilakukan tersebut dijadikan bahan renungan untuk terus diperbaiki di masa datang. Jika hasil usaha sendiri saja dihargai, maka sikap ini akan berimbas kepada sikap menghargai hasil usaha orang lain.

Baca Juga...

There is no other posts in this category.