Konsep Flow Usaha Rian Tenun Sri Indah
KEBANGKITAN "TENUN SRI INDAH": MENGUBAH "BENANG KUSUT" MENJADI TENUN GLOBAL Rian (25 tahun), seorang lulusan desain produk, tiba-tiba harus pulang ke kampung halamannya di Flores, Nusa Tenggara Timur. Ayahnya wafat dan meninggalkan warisan usaha "Tenun Sri Indah", sebuah usaha keluarga yang menaungi 25 ibu-ibu pengrajin tenun ikat pewarna alami. Saat berganti generasi, Rian mendapati bisnis ini berada di titik nadir. Rian harus dihadapkan pada berbagai permasalahan yaitu: 1) Stok mati (Dead Stock), Gudang rumahnya penuh dengan ratusan lembar kain tenun siap pakai senilai ratusan juta rupiah yang tidak berputar selama 2 tahun terakhir. 2) Kelesuan pasar domestik, Pasar lokal dibanjiri oleh kain bermotif "print" mesin tiruan tenun dengan harga sepertiga dari tenun asli. Konsumen domestik sulit membedakan dan enggan membayar harga premium untuk tenun otentik. 3) Krisis regenerasi, dimana Ibu-ibu pengrajin mulai frustrasi karena upah mereka tersendat...