Dharmaśastra-nya Sankha-likhita untuk Zaman Dwapara


Pada masa dwaparayuga, manusia sudah mulai memiliki dua sifat, yakni sebagian dirinya merupakan kebaikan dan sebagian lainnya memiliki sifat yang kurang baik. “Zaman ini diakhiri oleh pemerintahan Parikesit yang merupakan cucunya dari Arjuna”.

Masa dwaparayuga ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu yajña (kurban). Persembahan yajña (kurban) sebagai jalan persembahan dan bentuk penghormatan pada masa tersebut pelaksanaan ritual yang diutamakan. Pada masa dwaparayuga hukum yang berlaku adalah Dharmaśastra-nya Sankha-likhita.

Masa Dwaparayuga ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu yajña (kurban). Pengetahuan tentang pelaksanaan upacara kurban keagamaan (yajña) pada masa Dwaparayuga.

Pada masa tersebut kehidupan manusia fokus pada kurban keagamaan (yajña) menjadi budaya kehidupan pada pada masa Dwaparayuga. Melalui kurban suci keagamaan tersebut seseorang akan mampu mendapatkan kebahagiaan dan pelepasan dirinya dari penderitaan. Ajaran ini juga sebagai cara untuk melakukan penebusan dosa pada zaman Dwapara.

Nilai-nilai yajña yang dapat diterapkan saat ini melalui ajaran panca yajña sebagai berikut:

1. Dewa yajña, yaitu kurban suci berupa persembahan dan bhakti kepada Hyang Widhi Wasa melalui setiap kemahakuasaan-Nya. Contoh-contoh pelaksanaan dewa yajña, antara lain:
  • selalu melantunkan tri sandhya sesuai dengan waktunya;
  • berdoa sebelum melaksanakan aktivitas; dan
  • rajin sembahyang pada setiap hari suci seperti hari purnama, tilem dan hari suci lainya baik yang berdasarkan pawukon maupun sasih.
2. Pitra yajña, yaitu kurban suci berupa persembahan dan bhakti kepada leluhur. Adapun contoh pelaksanaan pitra yajña, antara lain:
  • membahagiakan orang tua;
  • berbakti kepada orang tua;
  • selalu menjaga dan merawat orang tua; dan
  • melaksanakan ritual pitra yajña/ngaben.
3. Rsi yajña adalah korban suci yang tulus dan dipersembahkan kepada rsi, orang suci (pandhita dan pinandita), dan guru.

Contoh-contoh pelaksanaan rsi yajña, antar lain
  • berpikir, berkata, dan berperilaku baik kepada orang suci dan guru;
  • santun kepada seluruh orang suci dan guru; dan
  • memberikan persembahan punia kepada orang suci dan guru.
4. Manusa yajña adalah segala bentuk ritual dan pelaksanaan upacara yang bertujuan keselamatan manusia dan menjaga keharmonisan sesama manusia.

Contoh manusa yajña, yaitu upacara dari dalam kandungan sampai dengan pawiwahan (perkawinan).

5. Bhuta yajña adalah upacara suci yang dipersembahkan kepada bhuta kala dan kekuatan alam.

Contoh praktik bhuta yajña adalah semua ritual tentang pembersihan alam dan merawat alam.