Soal dan Jawaban materi Informasi digital – Informatika kelas 10 SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Informatika kelas X SMK materi Informasi digital lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri yang perlu diperhatikan dari informasi digital
  2. Sebutkan dan jelaskan jenis spam email yang dapat diidentifikasi?
  3. Tuliskan hal yang harus dilakukan dalam proses manajemen risiko yang terstruktur
  4. Sebutkan dan jelaskan ancaman-ancaman pada keamanan informasi pribadi atau organisasi
  5. Sebutkan dan jelaskan kelemahan dari informasi digital

Kunci Jawaban:

1. Ciri-ciri yang perlu diperhatikan dari informasi digital, yaitu:
  • Dapat Diproduksi Ulang, artinya objek informasi digital dapat disalin beberapa kali yang mana tanpa kehilangan atau mengurangi struktur atau kualitas informasi. Sebagai contoh sebuah berita pada surat kabar yang beredar di masyarakat tidak akan bisa diubah, sementara berita pada sebuah situs dapat diproduksi dan diterbitkan kembali.
  • Mudah dibagikan, yakni informasi digital dapat dibagikan kebanyak orang dengan lebih mudah daripada semua jenis informasi analog di masa lalu seperti televisi, radio atau koran.
  • Fleksibel, yakni jenis informasi yang berbeda dapat direpresentasikan secara digital seperti: gambar, film, teks, atau suara. Informasi digital bahkan dapat digunakan untuk mengontrol pergerakan di dunia fisik melalui aktuator yang dikontrol secara digital.
  • Mudah dimodifikasi, artinya dalam memodifikasi sebuah media seperti gambar adalah hal yang mudah. Sebagai contoh dengan mengubah warna rambut dari hitam menjadi putih, menambahkan beberapa nada ke komposisi musik, atau menghapus dan menambahkan teks ke dokumen.
2. Jenis spam email yang dapat diidentifikasi, antara lain:
  • Email Promosi, ketika promosi dilakukan berulang kali dan tanpa seizin penerima email ini menjadi suatu hal yang mengganggu. Normalnya, pesan promosi yang masuk ke kotak email sudah melewati persetujuan terlebih dahulu. Contohnya, sebelumnya penerima telah bersedia memasukkan alamat email untuk berlangganan info promo pada suatu toko online.
  • Email Phishing, yakni tindakan penipuan dimana spammer mencoba mengelabui korban dengan pura-pura menjadi perusahaan ternama atau tokoh figur palsu yang memiliki tujuan agar korban tertarik dan menyetujui untuk memberikan informasi pribadi tanpa kecurigaan.
  • Email Penawaran Hadiah. Penawaran Hadiah secara tiba-tiba pada media informasi digital sering kali kita menemukannya, entah melalui sebuah situ atau bahkan pesan langsung melalui email pribadi yang miliki. Biasanya email ini dikirim dengan judul pesan “Selamat! Anda telah mendapatkan hadiah ….!”
  • Email Penipuan Identitas. Dalam penipuan identitas melalui email biasanya seorang Spammer akan berpura-pura menjadi sosok yang dapat dipercaya oleh korban. Kemudian, mereka akan meminta bantuan yang bersifat mendesak dengan membuka layanan donasi atau semacamnya. Sehingga dengan perasaan iba Anda turut ikut dan menjadi donatur dengan mengirimkan uang kepada seorang pemilik yang fiktif. Contoh penipuan identitas melalui email yang cukup terkenal adalah “Nigerian Prince”. Mengapa demikian? Karena biasanya pelaku praktik ini seolah-olah dan berpura-pura menjadi seorang pangeran atau anggota kerajaan di Nigeria.
  • Penipuan dalam bentuk Lampiran, yakni email dari seorang pengirim yang kita tidak mengenailnya bahkan pada pesan tersebut melampirkan sebuah dokumen dengan format apapun seperti doc, pdf, dll. Biasanya email tersebut memiliki ciri khas pesan yang menarik sehingga kita tertarik untuk membuka dokumen yang dikirimkan.
  • Email Spam. Beberapa provider email besar seperti Google, OneDrive, atau email hosting memiliki keamanan yang baik, biasanya meka memiliki fitur untuk menyaring pesan masuk yang mengindikasi bahwa pesan tersebut adalah spam. Sehingga diharapkan pemilik email tidak membuka email yang bersifat spam. Dan jangan pernah membuka pesan dari spam tanpa konfirmasi langsung terlebih dahulu dari pihak yang memang kita konfirmasi benar dan valid.
3. Hal yang harus dilakukan dalam proses manajemen risiko yang terstruktur, yaitu:
  • Melakukan identifikasi informasi dan aset terkait, potensi-potensi ancaman, kerentanan pada data, dan dampak dari gangguan;
  • Melakukan evaluasi risiko;
  • Memutuskan bagaimana menangani kerentanan risiko yaitu dengan menghindari, mengurangi, membagi atau menerima dari informasi yang dibuat;
  • Merancang kontrol keamanan informasi yang sesuai dan menerapkannya;
  • Memantau kegiatan, membuat struktur keamanan informasi yang diperlukan untuk mengatasi setiap masalah, perubahan, dan peluang peningkatan ancaman dari asing.
4. Ancaman-ancaman pada keamanan informasi pribadi atau organisasi, antara lain:
  • Malware, yaitu perangkat lunak yang sengaja dirancang untuk menyebabkan kerusakan pada komputer, server, pengguna, atau jaringan komputer. Namun tidak semata-mata kendala pada perangkat lunak dikarenakan malware, memerlukan identifikasi apakah kendala tersebut adalah malware atau sebuah bug pada perangkat lunak. Berbagai jenis malware termasuk virus komputer, worms, Trojan horses, ransomware, spyware, adware, rogue software, wiper and scareware.
  • Pencurian kekayaan intelektual, yaitu Pencurian kekayaan intelektual ini dilakukan oleh orang lain dengan melanggar hak cipta atau hak paten dari informasi yang berlisensi, bahkan berani mengklaim hak milik. Hal ini sering sekali terjadi di informasi digital. Seringkali kita melihat konten video atau gambar dari pemilik resmi yang di repost oleh orang lain tanpa sepengetahuan bahkan persetujuan dari pemilik untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini sudah melanggar hak cipta dan dapat ditindak oleh hukum.
  • Pencurian identitas, yaitu tindakan orang lain yang berusaha untuk mendapatkan informasi pribadi seseorang atau untuk mengakses informasi penting yang dimiliki seperti mengakses komputer pribadi atau akun media sosial dengan masuk ke akun targetnya.
  • Sabotase Situs Web, yang disebut sebagai peretas (hacker) yang berupaya untuk mengambil data pusat, memodifikasi, bahkan menghancurkan situs web targetnya. Hal ini biasanya dilakukan agar penggemar atau pelanggan dari situs web tersebut menjadi hilang kepercayaannya.
  • Pemerasan Informasi, yakni tindakan orang lain yang berusaha mendapatkan informasi dari target kemudian disegel atau dikunci, sehingga pemiliknya tidak dapat membukanya. Kemudian untuk mendapat keuntungan pemilik diminta untuk membayar agar kunci tersebut kembali dibuka.
5. Kelemahan dari informasi digital, yaitu:
a. Keamanan Data
Tidak menutup kemungkinan bahwa ketika kita membuat informasi digital tentunya akan disimpan secara digital pula, sehingga data yang kita miliki jika kita lengah atau jika sebuah organisasi memiliki sistem jaringan yang lemah maka kebocoran data akan berpotensi terjadi.

b. Kejahatan dan Terorisme
Internet adalah wilayah yang rentan bagi kekuatan jahat untuk beroperasi, berkat sifat internasionalnya, skalanya yang begitu luas, dan menjadi relatif untuk dapat dinikmati penggunanya. Contohnya:
  • Teroris menggunakan media sosial untuk mempromosikan diri mereka sendiri dan mendorong orang lain dengan menghasut agar mengikutinya;
  • Pengedar narkoba menggunakan deep web untuk berdagang;
c. Masalah Privasi
Menjadi jauh lebih sulit untuk memiliki privasi pribadi di dunia digital dan itu sangat rentan akan bahaya data pribadi Anda ketika dicuri bahkan dijual. Misalnya, setiap orang memiliki kemampuan untuk mengambil foto dan rekaman video di ponsel mereka, lalu memposting ulang secara online.

d. Pemutusan Hubungan Sosial
Terdapat kecenderungan yang meningkat bagi seseorang untuk bersosialisasi dan berkomunikasi melalui perangkat digital daripada melalui kontak kehidupan nyata. Ini dapat dengan mudah menyebabkan putusnya hubungan dan terisolasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa kurangnya kontak kehidupan nyata menyebabkan depresi dan bentuk lain dari penyakit mental pada banyak orang.

e. Plagiarisme dan Hak Cipta
Plagiarisme adalah kegiatan dalam menyajikan karya atau ide orang lain sebagai milik sendiri, dengan atau tanpa persetujuan pencipta atau creator, dengan memasukkannya ke dalam karya Anda tanpa pengakuan penuh. Semua materi yang diterbitkan dan tidak diterbitkan, baik dalam bentuk manuskrip, cetak atau elektronik. Plagiarisme mungkin bisa saja dilakukan dengan sengaja atau, tidak disengaja, atau sembrono. Secara singkat, plagiat adalah pencurian hak cipta milik orang lain.

Cara terbaik untuk menghindari plagiarisme adalah dengan mempelajari dan menerapkan prinsip- prinsip praktik akademik yang baik. Menghindari plagiarisme bukan hanya soal memastikan semua referensi yang Anda kutip adalah benar atau valid, dengan mengubah atau memodifikasi kata-kata yang cukup sehingga proses pemeriksaan tidak akan memperhatikan parafrase yang Anda lakukan. Perlu diketahui tidak melakukan plagiarisme adalah gambaran kreativitas dan keterampilan yang otentik dari kemampuan yang Anda miliki.

f. Ketergantungan yang Berlebihan
Ketergantungan pada ponsel, komputer, dan gadget digital lainnya telah menjadi hal biasa bahkan menjadi rutinitas harian dan melupakan kegiatan lainnya. Banyak orang memiliki semua informasi kontak, foto, teks, dan informasi pribadi lainnya di ponsel mereka. Jika mereka kehilangannya, atau gadgetnya rusak atau kehabisan daya, maka ada bisa jadi orang tersebut merasa gelihat, bahkan berani melakukan tindakan kriminal.