Soal dan Jawaban materi Dinamika Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa – PPKn Kelas 9 SMP/MTs


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas IX SMP/MTs materi Dinamika Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Bagaimana penerapan Pancasila sebagai dasar negara pada masa awal kemerdekaan?
  2. Jelaskan latar belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia!
  3. Bagaimana penerapan Pancasila pada masa Orde Baru?
  4. Jelaskan tantangan bangsa Indonesia dalam menerapkan Pancasila sebagai dasar negara pada masa Reformasi!
  5. Jelaskan arti penting mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara?
  6. Jelaskan kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka!
  7. Berikan masing-masing 1 (satu) contoh perilaku dalam mewujudkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari!
  8. Berikan 3 (tiga) contoh perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam bidang politik di lingkungan sekolah!
  9. Bagaimana perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam bidang pertahanan keamanan di lingkungan masyarakat?
  10. Keteladanan apa saja yang patut dicontoh dari tokoh nasional dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara? Jelaskan!

Kunci Jawaban:

1. Penerapan Pancasila sebagai dasar negara pada masa awal kemerdekaan menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya yaitu adanya upaya-upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan penyimpangan terhadap nilai-nilai Pancasila.

2. Latar belakang Pemberontakan DI/TII di Indonesia, yaitu adanya keinginan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) untuk menggantikan Pancasila sebagai dasar negara dengan agama Islam.

Latar belakang Pemberontakan RMS di Indonesia, yaitu adanya keinginan RMS (Republik Maluku Selatan) untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur dan untuk membentuk Negara sendiri yang terpisah dari wilayah RIS.

3. Pada masa Orde Baru penerapan Pancasila hanya berupa gagasan dan belum sepenuhnya dilaksanakan, karena pada saat itu pemerintahan tidak memberikan kebebasan demokrasi bagi rakyat Indonesia. Sehingga menimbulkan banyak penyimpangan.

4. Tantangan bangsa Indonesia dalam menerapkan Pancasila sebagai dasar negara pada masa Reformasi adalah menurunnya rasa persatuan dan kesatuan di antara sesama warga bangsa. Hal ini ditandai dengan konflik antar daerah, dan konflik horizontal mengatasnamakan agama yang kerap terjadi dalam masyarakat.

5. Mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara memiliki arti penting karena Pancasila sebagai tatanan dan pedoman hidup bagi semua elemen masyarakat. Sebab dalam Pancasila, terdapat nilai-nilai yang bersifat sistematis, fundamental dan menyeluruh.

Oleh karena itu, mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara berarti menjaga falsafah bangsa. Hal ini bisa dilakukan dengan tetap menjalani kehidupan sesuai dengan pedoman atau nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila.

6. Kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka, yaitu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup. Namun, Pancasila bersifat reformatif, dinamis, terbuka dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat

7. 1 (satu) contoh perilaku dalam mewujudkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari:
  • Nilai ketuhanan: Menghormati orang lain dalam kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
  • Nilai kemanusiaan: Tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi, dan pendidikannya.
  • Nilai persatuan: Menumbuhkan rasa mencintai tanah air dan berusaha menjaga nama baik Indonesia. Contohnya adalah menggunakan produk buatan Indonesia.
  • Nilai kerakyatan: Selalu mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan permasalahan
  • Nilai Keadilan: Memberi pertolongan atau bantuan kepada tetangga yang membutuhkan tanpa mengharap imbalan.
8. 3 (tiga) contoh perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam bidang politik di lingkungan sekolah, yaitu:
  • Mengikuti pemilihan ketua kelas
  • Ikut melaksanakan musyawarah dalam pembentukan struktur organisasi kelas
  • Mengadakan musyawarah untuk menentukan pembagian jadwal piket
9. Perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam bidang pertahanan keamanan di lingkungan masyarakat dapat dilihat dalam bentuk SISKAMLING (Sistem Keamanan Lingkungan), yaitu bentuk partisipasi rakyat dalam pembelaan negara yang sudah ada dalam masyarakat seperti sistem “ronda” yang melibatkan masyarakat secara bergantian.

10. Keteladanan yang patut dicontoh dari tokoh nasional dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara yaitu:
  • Semangat persatuan dan kesatuan: mengutamakan persatuan dan kesatuan meskipun berasal dari berbagai daerah dan mempunyai latar belakang yang berbeda
  • Memperjuangkan hak asasi manusia: Menghargai hak asasi manusia dan saling menghormati satu sama lain.
  • Cinta tanah air: Kecintaan terhadap tanah air Indonesia
  • Mendahulukan kepentingan umum: Mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi atau golongan
  • Jiwa kepahlawanan: Rela berkorban tanpa pamprih demi kemerdekaan bangsa dan negara