Soal dan Jawaban materi Cerahkan Hati Nurani dengan Saling Menasehati – Agama Islam 12 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK materi Cerahkan Hati Nurani dengan Saling Menasehati lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan isi kandungan Q.S. Luqman/31:13!
  2. Jelaskan jasa-jasa ibu yang termuat dala Q.S. Luqman/31:14!
  3. Rasulullah menyuruh agar kita berbicara sesuai dengan kadar intelektual lawan bicara kita, jelaskan maksudnya!
  4. Jelaskan pentingnya penguasa yang adil bagi tegaknya amar ma’ruf nahi munkar!
  5. Strategi apa yang kamu gunakan ketika harus berdakwah di lingkungan masyarakat petani miskin? Jelaskan!
Kunci Jawaban:

1. Isi kandungan Q.S. Luqman/31:13, yaitu perintah agar kita menyembah Allah Swt. Yang Maha Esa tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dan menegaskan bahwa perbuatan syirik adalah bentuk kezaliman yang besar.

2. Jasa-jasa ibu yang termuat dala Q.S. Luqman/31:14, yaitu:
  • Mengandung dan melahirkan anak;
  • Menyapihnya selama dua tahun, yaitu mendidik dan menyusuinya.
3. Maksud Rasulullah menyuruh agar kita berbicara sesuai dengan kadar intelektual lawan bicara kita adalah hendaknya bahasa yang digunakan dapat dipahami dan sesuai dengan tingkat intelektual objek dakwah. Ketika berbicara di hadapan kalangan masyarakat awam, gunakan bahasa yang berbeda dengan yang digunakan untuk berceramah di hadapan kaum terpelajar dan sebaliknya.

4. Penguasa yang adil bagi tegaknya amar ma’ruf nahi munkar sangat penting, agar dapat menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk menegakkan al-Amru bi al-Ma’ruf wa an Nahyu ‘an al-Munkar untuk semua golongan.

5. Strategi yang saya gunakan ketika harus berdakwah di lingkungan masyarakat petani miskin adalah dengan menggunakan strategi Dakwah bil hikmah yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik.

Maka Dakwah kepada kelompok petani miskin tidak bisa dilakukan hanya secara deduktif, melainkan juga induktif. Karena dakwah tidak melulu urusan teks, dan materi yang transferkan, melainkan juga harus memahami konteks yang akan didakwahi dengan cara memberi penjelasan berupa contoh nyata yang mudah untuk dipahami oleh masyarakat tersebut.