Soal dan Jawaban materi Sumber-Sumber untuk Mengenal Yesus - Agama Katolik 10 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas X SMA/SMK materi Sumber-Sumber untuk Mengenal Yesus lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan makna istilah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru!
  2. Jelaskan isi Kitab Perjanjian Lama!
  3. Jelaskan isi Kitab Perjanjian Baru!
  4. Kitab Suci adalah buku iman Gereja, bukan sekadar buku sejarah. Apa maksudnya?
  5. Berikan alasan mengapa perlu membaca Kitab Suci!
  6. Apa manfaat membaca Kitab Suci bagi hidup?
  7. Jelaskan pengertian Tradisi!
  8. Apa kaitan Kitab Suci dengan Tradisi?
  9. Tunjukkan teks Kitab Suci yang berkaitan dengan Tradisi!
  10. Sebutkan contoh Tradisi berkaitan dengan pokok iman Kristiani!
  11. Apa pengertian Magisterium Gereja?
  12. Sebutkan dasar kitab suci tentang Magisterium Gereja!
  13. Bagaimana ajaran Gereja tentang Magisterium Gereja?
  14. Apa sifat Magisterium Gereja?
  15. Apa peran Magisterium Gereja?
Kunci Jawaban:

1. Makna istilah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah 
Istilah Perjanjian Lama pertama kali dipakai oleh Rasul Paulus dalam suratnya yang kedua kepada umat di Korintus (2 Kor 3: 4). “Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.” Rasul Paulus secara khusus memikirkan Hukum Taurat. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya, istilah perjanjian lama diterapkan pada semua kitab yang diakui bangsa Israel sebagai Kitab Sucinya. Kitab-kitab yang ditulis oleh umat kristen sendiri dan yang diakui sebagai Kitab Suci juga dinamakan Perjanjian Baru.

2. Isi Kitab Perjanjian Lama adalah sebagai berikut:
Bagian pertama dari Kitab Suci disebut Perjanjian Lama yang berisi perjanjian antara Allah dan manusia sebelum Yesus tampil di dunia. Hal itu berarti perjanjian antara Allah dengan umat Israel. Isi perjanjiannya adalah bahwa Allah adalah Allah Israel dan Israel adalah umat-Nya. Allah akan melindungi Israel, sementara dari pihak Israel dituntut kesetiaan dan ketaatannya. Kitab Suci Perjanjian Lama merupakan kitab yang merefleksikan perjalanan iman bangsa Israel dalam menjawab pewahyuan Allah, bagaimana Allah menyapa mereka dan bagaimana mereka menanggapinya.

Isi Kitab Suci Perjanjian Lama:
  • Taurat/Pentateukh (Kelima Kitab Musa) yakni Kejadian, Keluaran, Bilangan, Imamat, Ulangan. Kelima kitab tersebut merupakan kitab hukum bangsa Yahudi.
  • Kitab-kitab sejarah menceritakan tentang peristiwa-peristiwa di Israel. Kitab-kitab ini adalah Yosua, Hakim-Hakim, Rut, 1 dan 2 Samuel, 1 dan 2 Raja-Raja, 1 dan 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, serta Ester.
  • Kitab-kitab puisi mencatat sebagian kebijaksanaan dan kesusateraan para nabi. Itu adalah Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, serta Ratapan.
  • Para nabi memperingatkan Israel akan dosa-dosanya dan bersaksi tentang berkat-berkat yang datang dari kepatuhan. Mereka bernubuat tentang kedatangan Kristus, yang akan mendamaikan dosa-dosa mereka yang bertobat, menerima tata cara-tata cara, dan menjalankan Injil. Kitab-kitab para nabi adalah Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, serta Maleakhi.
  • Kitab Deuterokanonika. Kata Deuterokanonika adalah gabungan dua kata Yunani yaitu deuteros(=yang kedua) dan kanonikos (= kitab atau daftar resmi). Yang termasuk dalam kitab deuterokanonika adalah Tobit, Yudit, Yesus bin Sirakh, Kebijaksanaan Salomo, Barukh, kedua Kitab Makabe.
3. Isi Kitab Perjanjian Baru adalah sebagai berikut:
  • Keempat Injil, yakni: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes adalah laporan tentang kehidupan Kristus.
  • Kisah Para Rasul menceritakan terbentuknya komunitas Kristen setelah kebangkitan Kristus dan menyebarnya berita Injil dari Yerusalem hingga ke Roma.
  • Surat-surat ini ditulis oleh Paulus (13 surat dari Roma hingga Filemon), Yakobus dan Yudas (keduanya merupakan saudara Yesus), Petrus, Yohanes, serta seorang penulis surat Ibrani yang tak dikenal. Jika kitab- kitab Injil berfokus pada pelayanan Yesus, surat-surat tersebut berfokus pada pentingnya kematian dan kebangkitan Kristus. Surat Paulus (9 surat dengan alamat jemaat dikota tertentu, yakni; Roma, 1⎯2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1⎯2 Tesalonika = Epistola dan 4 Surat dengan alamat menyebut nama pribadi = Litera, yakni; 1-2 Timotius, Titus, Filemon).
  • Surat Ibrani.
  • 7 Surat Katolik (Surat Yakobus, 1⎯2 Petrus, 1⎯3 Yohanes, Yudas).
  • Kitab Wahyu. Istilah wahyu berasal dari bahasa Yunani, apocalypsis, yang berarti “wahyu, pernyataan, atau penyingkapan.”
4. Kitab Suci adalah buku iman Gereja, bukan sekadar buku sejarah. Maksudnya adalah Kitab Suci menceritakan kesaksian iman bangsa Israel dalam menanggapi pewahyuan Allah. Buku-buku suci itu sebenarnya merupakan hasil refleksi umat tentang pengalamannya dalam hubungan dengan Allah. Melalui proses yang lama sekali, umat merefleksikan dan memahami pengalamannya. Ternyata di belakang pengalaman dan hal- ihwal manusia tersembunyi karya Allah yang memimpin baik umat, maupun orang perorangan kepada keselamatan.

5. Alasan mengapa perlu membaca Kitab Suci yaitu:
  • “Karena tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Tuhan.” (Santo Hieronimus). Ungkapan ini untuk menegaskan bahwa sarana untuk dapat mengenal Kristus adalah Kitab Suci.
  • Karena iman tumbuh dan berkembang dengan membaca Kitab Suci.
  • Karena Kitab Suci adalah buku Gereja, buku iman Gereja. Kitab Suci adalah sabda Allah dalam bahasa manusia.
  • Karena melalui Kitab Suci, kita dapat semakin mempersatukan diri dengan saudara-saudara kita dari Gereja lain.
6. Manfaat membaca Kitab Suci bagi hidup adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengajar. Alkitab merupakan sarana utama untuk kita belajar mengenal Allah, mempercayai tentang Allah dan mengetahui apa yang Allah kehendaki dari kehidupan umatNya.
  • Untuk menyatakan kesalahan. Dalam hal ini firman Tuhan adalah cermin, apabila kita membaca firman Tuhan, kita mendapat keberadaan diri kita dan dapat melihat keadaan yang berdosa.
  • Untuk memperbaiki kelakuan. Koreksi, sebagai sarana yang digunakan untuk meluruskan kembali orang Kristen.
  • Mendidik dalam kebenaran. Dalam hal ini bermanfaat untuk melatih kita dalam jalur kebenaran. Sarana yang digunakan orang percaya untuk dibentuk di jalan yang benar dalam hidupnya.
7. Tradisi adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Mulanya istilah ini dipahami sebagai penyerahan suatu barang secara sah dari pemilik lama ke pemilik baru. Dalam hal ajaran tradisi dipahami sebagai penerusan ajaran dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tentu saja ada penambahan ataupun pengurangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakatnya. Ini adalah sesuatu hal yang tidak terhindarkan.

8. Kaitan Kitab Suci dengan Tradisi adalah Tradisi sangat berperan dalam membentuk suatu kelompok sosial karena bisa menjembatani beberapa generasi terutama dalam pengalihan atau penerusan ajaran. Tradisi di masa lalu tetap dipertahankan karena dianggap tetap bermanfaat untuk masa sekarang dan yang akan datang.

9. Teks Kitab Suci yang berkaitan dengan Tradisi adalah 
  • Injil Yohanes ditulis oleh murid Yesus yang dikasihi. Segala sesuatu yang ditulis adalah sesuatu yang benar sesuai kesaksian yang terjadi. Digunakan kata kita tahu berarti ada saksi lainnya yang mengetahui dan memang hal itu benar. Mereka yang digolongkan kata kita mungkin penatua-penatua jemaat yang mengenal Yesus dan Yohanes.
  • Bila dalam Yoh. 20:30 dikisahkan masih banyak tanda yang belum dicatat tetapi dalam Yoh. 21:25 adalah hal-hal lain yang diperbuat dan mungkin bukan hanya tanda tetapi misal: sikap hidup, pengajarannya. Yesus yang adalah Firman yang menjadi manusia yang sudah ada dalam kekekalan (Yoh. 1:1⎯3), maka sangat wajar bila dunia tidak dapat memuat segala sesuatu mengenai Yesus.
10. Contoh Tradisi berkaitan dengan pokok iman Kristiani adalah
  • Syahadat Nicea Konstantinopel (Tahun 325⎯381). merupakan hasil dari dua konsili ekumenis yang berlangsung di Nicea pada tahun 325 dan Konstantinopel pada tahun 381.
  • Syahadat Para Rasul (sebelum tahun 390). Pengakuan iman yang merupakan warisan khas iman Kristen Barat ini menurut tradisi dibuat oleh para rasul.
11. Pengertian Magisterium Gereja:
  • Magisterium berasal dari bahasa Latin yaitu magister yang artinya guru, yang juga bermakna luas yang bisa berarti presiden, kepala, direktur, dan sebagainya, dan juga dalam makna yang sempit berarti seorang pengajar atau pembimbing kaum muda. Magisterium yang merupakan kata benda merujuk pada jabatan seorang magister.
  • Magisterium adalah jabatan ajaran resmi Gereja, dalam arti peran atau otoritas, bukan sebagai pusat birokratis. Magisterium di dalamnya terdiri dari paus dan para uskup yang bersekutu dengannya. Mereka diberikan tugas untuk menafsirkan Kitab Suci dan membuat penilaian mengenai “tradisi” dalam Gereja, dan membuat pernyataan resmi mengenai otentisitas tradisi-tradisi tersebut.
  • Magisterium (Lat: :Tugas mengajar"). Tugas untuk mengajarkan Injil secara berwibawa atas nama Yesus Kristus. Orang Katolik percaya bahwa kuasa mengajar ini dimiliki oleh seluruh dewan uskup (sebagai pengganti dewan para rasuli) dan masing-masing uskup dalam kesatuan dengan Uskup Roma (Paus).
12. Dasar kitab suci tentang Magisterium Gereja yaitu Tradisi sangat berperan dalam membentuk suatu kelompok sosial karena bisa menjembatani beberapa generasi terutama dalam pengalihan atau penerusan ajaran. Tradisi di masa lalu tetap dipertahankan karena dianggap tetap bermanfaat untuk masa sekarang dan yang akan datang.

13. Ajaran Gereja tentang Magisterium Gereja yaitu Tradisi sangat berperan dalam membentuk suatu kelompok sosial karena bisa menjembatani beberapa generasi terutama dalam pengalihan atau penerusan ajaran. Tradisi di masa lalu tetap dipertahankan karena dianggap tetap bermanfaat untuk masa sekarang dan yang akan datang.

14. Sifat Magisterium Gereja yaitu infalibilis atau tidak dapat sesat berkaitan dengan ajaran iman dan moral.

15. Peran Magisterium Gereja adalah bertugas untuk menafsirkan secara otentik Sabda Allah yang tertulis atau diturunkan itu yang kewibawaannya dilaksanakan dalam nama Yesus Kristus.” [8] Magisterium ini tidak berada di atas Sabda Allah, melainkan melayaninya, supaya dapat diturunkan sesuai dengan yang seharusnya. Dengan demikian, oleh kuasa Roh Kudus, Magisterium yang terdiri dari Bapa Paus dan para uskup pembantunya [yang dalam kesatuan dengan Bapa Paus] menjaga dan melindungi Sabda Allah itu dari interpretasi yang salah.