Soal dan Jawaban materi Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt – Agama Islam 10 SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X SMA/SMK/MA/MAK materi Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah.
  2. Tuliskan lafaż ażan.
  3. Jelaskan isi khutbah wada’.
  4. Jelaskan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw. di Madinah.
  5. Jelaskan latar belakang terjadinya Perang Tabuk.
Kunci Jawaban:

1. Perjanjian Hudaibiyah berisi lima kesepakatan, yaitu:
  • kaum muslimin tidak boleh mengunjungi Ka’bah pada tahun ini dan ditangguhkan sampai tahun depan
  • lama kunjungan dibatasi sampai tiga hari saja
  • kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekah yang melarikan diri ke Madinah. Sebaliknya, pihak Quraisy menolak untuk mengembalikan orang-orang Madinah yang kembali ke Mekah
  • selama sepuluh tahun dilakukan genjatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekah
  • tiap kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kuam Quraisy atau kaum muslimin, bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan.
2. Berikut adalah lafaż ażan Bahasa Arab, Latin dan Artinya:
Arab:

(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Latin:
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya 'alashshalaah (2x)
Hayya 'alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)

Artinya :
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah
Marilah Sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah

3. Isi khutbah wada’, yaitu:
  • larangan menumpahkan darah kecuali dengan haq dan larangan mengambil harta orang lain dengan baţil karena nyawa dan harta benda adalah suci;
  • larangan riba dan larangan menganiaya;
  • perintah untuk memperlakukan para istri dengan baik dan lemah lembut dan perintah menjauhi dosa;
  • semua pertengkaran antara mereka di zaman jahiliyah harus saling dimaafkan;
  • balas dendam dengan tebusan darah sebagaimana berlaku dalam zaman jahiliyah tidak lagi dibenarkan;
  • persaudaraan dan persamaan di antara manusia harus ditegakkan;
  • hamba sahaya harus diperlakukan dengan baik, mereka makan seperti apa yang dimakan tuannya dan berpakaian seperti apa yang dipakai tuannya;
  • dan yang terpenting adalah umat Islam harus selalu berpegang kepada al-Qur’an dan sunnah.
4. Dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw. di Madinah, yaitu:
  • Membangun masjid. Masjid yang dibangun Nabi Muhammad saw. tidak saja dijadikan sebagai pusat kehidupan beragama (beribadah), tetapi sebagai tempat bermusyawarah, tempat mempersatukan kaum muslimin agar memiliki jiwa yang kuat, dan berfungsi sebagai pusat pemerintahan.
  • Membangun ukhuwah Islamiyah. Dalam hal ini, Nabi Muhammad saw. saw. mempersaudarakan Kaum Anśar (Muslim Madinah) dengan Kaum Muhajirin (Muslim Mekah). 
  • Menjalin persahabatan dengan pihak-pihak lain yang nonmuslim. Untuk menjaga stabilitas di Madinah, Nabi Muhammad saw. menjalin persahabatan dengan orang-orang Yahudi dan Arab yang masih menganut agama nenek moyangnya. Sebuah piagam pun dibuat yang kemudian dikenal dengan Piagam Madinah. Dalam piagam itu ditegaskan persamaan hak dan menjamin kebebasan beragama bagi orang-orang Yahudi. Setiap orang dijamin keamanannya dan diberikan kebebasan dalam hak-hak politik dan keagamaan. 
5. Berikut adalah latar belakang terjadinya Perang Tabuk:
Perang Tabuk terjadi karena kecemburuan dan kekhawatiran Heraklius atas keberhasilan Nabi Muhammad saw. menguasai seluruh jazirah Arab.

Untuk itu, Heraklius menyusun kekuatan yang sangat besar di utara Jazirah Arab dan Syria yang merupakan daerah taklukan Romawi. Dalam pasukan besar ini bergabung Bani Gassan dan Bani Lachmides.

Menghadapi peperangan ini, banyak sekali kaum muslimin yang “mendaftar” untuk turut berperang. Oleh karena itu, terhimpun pasukan yang sangat besar. Melihat besarnya jumlah tentara Islam, pasukan Romawi menjadi ciut nyalinya dan kemudian menarik diri, kembali ke negerinya. Nabi Muhammad saw. tidak melakukan pengejaran, tetapi berkemah di Tabuk.

Dalam kesempatan ini, Nabi membuat perjanjian dengan penduduk setempat. Dengan demikian, wilayah perbatasan itu dapat dikuasai dan dirangkul masuk dalam barisan Islam.