Soal dan Jawaban materi Tantangan Awal Kemerdekaan - Sejarah Indonesia XI SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XI SMA/SMK materi Tantangan Awal Kemerdekaan lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan, Sekutu datang ke Indonesia. Mengapa Sekutu datang ke Indonesia? Jelaskan alasanmu!
  2. Berbagai pertempuran terjadi di berbagai daerah dalam menentang Sekutu yang datang ke Indonesia. Mengapa rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap Sekutu?
  3. Di antara berbagai perjuangan rakyat Indonesia di berbagai daerah dalam rangka melawan Sekutu dan Belanda pada bacaan di atas, pertempuran mana yang menurutmu paling menarik? Jelaskan latar belakang dan proses terjadinya pertempuran tersebut!

Kunci Jawaban

1. Tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan, Sekutu datang ke Indonesia. Karena Bagi Sekutu dan Belanda, Indonesia dalam masa vacum of power atau kekosongan pemerintahan. Karena itu, logika Belanda adalah kembali berkuasa atas Indonesia seperti sebelum Indonesia direbut Jepang. Dengan kata lain, Belanda ingin menjajah kembali Indonesia. Bagi Sekutu, setelah selesai PD II, maka negara-negara bekas jajahan Jepang merupakan tanggung jawab Sekutu. Sekutu memiliki tanggung jawab perlucutan senjata tentara Jepang, memulangkan tentara Jepang, dan melakukan normalisasi kondisi bekas jajahan Jepang

2. Berbagai pertempuran terjadi di berbagai daerah dalam menentang Sekutu yang datang ke Indonesia. Rakyat Indonesia melakukan perlawanan terhadap Sekutu, karena Belanda datang kembali ke Indonesia untuk merebut kekuasaan dari pemerintah Indonesia pimpinan Soekarno-Hatta. Rakyat Indonesia tidak ingin di jajah kembali oleh Belanda sehingga Rakyat Indonesia melakukan perlawanan di berbagai daerah.

3. Di antara berbagai perjuangan rakyat Indonesia di berbagai daerah dalam rangka melawan Sekutu dan Belanda, pertempuran yang menurut saya paling menarik adalah peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 23 Maret 1946.

Latar belakang peristiwa Bandung Lautan Api tersebut berawal dari datangnya Sekutu pada Oktober 1945 di bandung.

Adapun hal yang menjadi latar belakang peristiwa Bandung Lautan Api, yaitu:
  • Tuntutan Brigade Mac Donald terhadap masyarakat Bandung untuk menyerahkan semua senjata Jepang yang sudah dilucuti oleh pemuda ke pihak Sekutu.
  • Tentara Sekutu membagi Kota Bandung menjadi dua wilayah, yaitu Bandung Utara dan Bandung Selatan.
  • Ultimatum dari Sekutu untuk mengosongkan Bandung Utara pada 29 November 1945.
  • Rencana untuk membangun markas Sekutu di Bandung.
Proses terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api
Pada saat itu banyak pemuda yang sibuk merebut persenjataan dari Jepang. Sehingga tidak tahu bahwa Sekutu sudah sampai di Bandung.

Sekutu yang sudah sampai di Bandung kemudian menjadi dua wilayah, yaitu Bandung Utara dan Bandung Selatan.

Sekutu kemudian memberikan ultimatum agar Bandung Utara dikosongkan selambat-lambatnya tanggal 29 November 1945. Namun, rakyat menolak untuk menyerahkan Bandung Utara.

Di sisi lain pejuang Indonesia di Bandung juga bingung untuk mengikuti perintah berbeda dari Jakarta dan Yogyakarta. Pemerintah RI dari Jakarta menginstruksikan agar Bandung jangan dikosongkan. 

Sedangkan Markas Komando TRI di Yogyakarta memerintahkan agar Banding dikosongkan. Akhirnya para pejuang mengambil keputusan untuk menyerang secara besar-besaran kepada Sekutu pada 24 Maret 1946.

Pejuang Indonesia kemudian menyerang pos-pos Sekutu dan melakukan pembakaran seluruh rumah beserta harta benda di Bandung Utara.

Pembakaran ini dilakukan pada malam hari bersamaan dengan keluarnya mereka dari Bandung. Peristiwa tersebut dilakukan oleh 200 ribu orang dalam waktu 7 jam.

Hal tersebut membuat Sekutu tidak dapat memakai Bandung sebagai markas militer. Akibat pembakaran tersebut, seketika itu Bandung dipenuhi dengan api yang berkobar dan peristiwa tersebut dikenal dengan Bandung Lautan Api.

Pertempuran, pengosongan, dan pembumihangusan kota Bandung menjadi sejarah yang tidak terlupakan. Meski dengan berat hari masyarakat Bandung harus meninggalkan kota yang sudah lama ditinggali.

Rumah, harta, dan sebagainya terpaksa ditinggalkan demi cita-cita untuk merdeka dan keluar dari cengkeraman penjajah.