Soal dan Jawaban materi Dari Konflik Menuju Konsensus Suatu Pembelajaran - Sejarah Indonesia XII SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Sejarah Indonesia XII SMA/SMK materi Dari Konflik Menuju Konsensus Suatu Pembelajaran lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Tuliskan beberapa akibat negatif konflik dalam kaitannya dengan proses integrasi bangsa. Jelaskan!
  2. Jelaskan posisi perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Papua dalam menghadapi kolonial Belanda, yang membedakan mereka dengan daerah-daerah lain di Indonesia!
  3. Tuliskan persamaan dan perbedaan perjuangan yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono IX dengan Sultan Syarif Kasim II.
Kunci Jawaban

1. Akibat negatif konflik dalam kaitannya dengan proses integrasi bangsa, antara lain:
  • kondisi negara menjadi kacau
  • munculnya korban jiwa serta kerugian secara ekonomi
  • mengganggu stabilitas serta keamanan terganggu
  • munculnya krisis di berbagai bidang
2. Posisi perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Papua dalam menghadapi kolonial Belanda adalah:
Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia rakyat Papua tidak berdiam diri saja, namun mereka juga turut aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Maka muncullah beberapa tokoh perjuangan yang begitu gigih memimpin perjuangan rakyat Papua dalam menghadapi kolonial Belanda, yaitu Frans Kaisiepo, Silas Papare dan Marthen Indey.

Yang membedakan mereka dengan daerah-daerah lain di Indonesia yaitu Papua sebelumnya tidak termasuk wilayah Indonesia namun mereka memperjuangkan diri selain menghadapi penjajah, mereka juga memperjuangkan diri mereka untuk masuk ke Indonesia.

3. Persamaan dan perbedaan perjuangan yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono IX dengan Sultan Syarif Kasim II:
Persamaan:
  • Memilih untuk melawan Belanda dan bergabung dengan negara kesatuan Republik Indonesia
  • Sama-sama berasal dari kesultanan, namun cita-cita keduanya adalah demi Indonesia yang merdeka.
  • Sama-sama ikut menyumbang materi sejumlah 6 juta Gulden dan 13 juta Gulden untuk membantu perekonomian Indonesia.
  • Keduanya pernah hendak diangkat sebagai raja dan sultan tertinggi di daerahnya masing-masing oleh Belanda, namun mereka berdua menolaknya.
Perbedaannya:
  • Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengeluarkan Amanat 5 September 1945, sedangkan Sultan Syarif Kasim II membentuk Komite Nasional di Siak, Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Barisan Pemuda Republik.
  • Sultan Hamengkubuwono IX di janjikan akan di jadikan seorang raja se-jawa. Sedangkan Sultan Syarif Kasim II dijanjikan sebagai Sultan Boneka Belanda oleh pihak Belanda.
  • Sri Sultan Hamengkubuwono IX lebih banyak memperjuangkan kemerdekaan melalui birokrasi dan politik. Sedangkan Sultan Syarif Kasim II lebih banyak berjuang langsung turun ke lapangan dan memperjuangkan kemerdekaan bersama-sama rakyat.