Soal dan Jawaban materi Ragam Gejala Sosial - Sosiologi X SMA

Berikut adalah soal mata pelajaran Sosiologi Kelas X SMA materi Ragam Gejala Sosial lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan pengertian gejala sosial!
  2. Jelaskan faktor penyebab gejala sosial yang ada di masyarakat!
  3. Jelaskan konsep dasar sosiologi dalam konteks gejala sosial!
  4. Jelaskan ragam gejala sosial !
  5. Jelaskan dampak gejala sosial dalam masyarakat!
  6. Apakah yang dimaksud dengan nilai sosial?
  7. Sebutkanlah ciri-ciri nilai sosial!
  8. Sebutkanlah fungsi nilai dalam kehidupan bermasyarakat!
  9. Apakah yang dimaksud dengan noma sosial?
  10. Apa perbedaan antara usage dan folkways?
  11. Apakah yang dimaksud dengan norma hukum?
  12. Apa yang dimaksud dengan sosialisasi ?
  13. Apa yang dimaksud dengan internalisasi ?
  14. Jelaskan pendapat Anda mengenai pengaruh internet terhadap kepribadian generasi muda! 
  15. Jelaskan tahap-tahap dalam sosialisasi!
  16. Sebutkan media sosialisasi!
  17. Jelaskan pengertian keteraturan sosial!
  18. Sebutkan ciri -ciri perilaku menyimpang!
  19. Jelaskan perilaku menyimpang menurut teori labeling!
  20. Apa saja jenis perilaku menyimpang!
  21. Bagaimana dampak negatif penyalahgunaan narkoba?

Kunci Jawaban

1. Gejala sosial adalah fenomena yang menandai munculnya permasalahan sosial di masyarakat.

2. Faktor penyebab gejala sosial yang ada di masyarakat antara lain:
  • Faktor kultural, yaitu nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat/komunitas.
  • Faktor struktural, yaitu suatu keadaan yang mempengaruhi struktur, struktur yang dimaksud adalah sesuatu yang disusun oleh pola tertentu.
3. Konsep dasar sosiologi dalam konteks gejala sosial adalah sebagai berikut:
  • Sosialisasi adalah seluruh proses seorang individu sejak masa kanak-kanak sampai dengan dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu yang hidup dalam masyarakat di sekitarnya.
  • Kelompok sosial adalah sekumpulan individu dengan karakteristik tertentu dan kesamaan identitas yang saling berinteraksi bersama serta memiliki kesadaran kolektif sebagai satu kesatuan.
  • Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.
  • Lembaga sosial adalah sistem tata kelakuan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
  • Perubahan sosial adalah perubahan nilai-nilai, norma-norma,pola sikap serta perilaku yang terjadi pada Lembaga sosial dan memengaruhi sistem sosial.
  • Konflik sosial adalah keadaan masyarakat yang ditandai pertentangan akibat hubungan yang tidak serasi antara Tindakan,norma,dan nilai sosial dalam interaksi sosial.
4. Ragam Gejala Sosial, antara lain:
  • Ekonomi, tingkat pendapatan yang dimiliki individu dapat menimbulkan gejala sosial di masyarakat.
  • Budaya, Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam sehingga kita harus saling menghormati budaya lain.
  • Lingkungan alam, karakteristik gejala sosial dalam bidang lingkungan alam menyangkut aspek kondisi kesehatan.
  • Psikologis, perilaku seseorang/individu dalam kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh aspek psikologisnya.
5. Dampak gejala sosial dalam masyarakat, yaitu: 
a. Dampak positif
Bila kita dapat terbuka dan mengimbangi perubahan sosial-budaya yang ada, maka perubahan tersebut akan berdampak positif dan memberikan kita manfaat. Hal ini dapat dilihat dengan kemajuan bidang teknologi.

b. Dampak negatif
Seseorang yang tidak dapat menerima perubahan yang terjadi akan mengalami keguncangan budaya (culture shock). Ketidaksanggupan seseorang dalam menghadapi gejala sosial akan membawa kearah prilaku menyimpang.

6. Nilai sosial adalah ukuran-ukuran, patokan-patokan, anggapan-anggapan, keyakinan-keyakinan, yang hidup dan berkembang dalam masyarakat serta dianut oleh banyak orang dalam lingkungan masyarakat mengenai apa yang benar, pantas, luhur, dan baik untuk dilakukan.

7. Ciri-ciri Nilai Sosial, yaitu:
  • Nilai merupakan sesuatu yang abstrak, yang ada dalam pikiran atau perasaan manusia
  • Nilai tidak dibawa sejak lahir melainkan dipelajari manusia.
  • Nilai merupakan ciptaan masyarakat yang tercipta melalui interaksi warga masyarakat.
  • Nilai sosial itu dapat diteruskan atau dipindahkan di antara individu, satu kelompok ke kelompok lain maupun satu masyarakat ke masyarakat lain.
  • Sistem nilai dapat berbeda-beda antara satu individu dengan individu lain, antara satu masyarakat dengan masyarakat lain.
  • Tiap nilai dapat memberikan pengaruh berbeda terhadap individu maupun masyarakat secara keseluruhan.
8. Fungsi nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat, adalah sebagai berikut:
  • Menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan harga sosial dalam suatu kelompok
  • Mengarahkan masyarakat untuk berfikir dan bertingkah laku
  • Penentu dalam memenuhi suatu peran sosial manusia
  • Alat solidaritas yang terdapat di kalangan anggota kelompok masyarakat
  • Alat pengawasan atau pengontrol perilaku manusia
9. Norma sosial adalah patokan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Fungsinya adalah untuk memberi batasan berupa perintah atau larangan dalam berperilaku, memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan nilai yang berlaku di masyarakat dan menjaga solidaritas antar anggota masyarakat.

10. Perbedaan antara usage dan folkways yaitu:
Usage merupakan suatu bentuk perbuatan atau cara melakukan sesuatu. Norma ini memiliki sanksi yang lemah.

Sedangkan Folkways adalah norma yang berasal dari dan mengatur interaksi kasual dan muncul dari pengulangan dan rutinitas, sanksi lebih berat dibanding usage.

11. Norma Hukum adalah suatu rangkaian aturan yang ditunjukkan kepada anggota masyarakat yang berisi ketentuan, perintah, kewajiban, dan larangan, agar dalam masyarakat tercipta suatu ketertiban dan keadilan yang biasanya dibuat oleh lembaga tertentu.

12. Sosialisasi adalah proses sosial dimana individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai perilaku orang-orang di sekitarnya.

13. Internalisasi adalah sebuah proses atau cara menanamkan nilai-nilai normative yang menentukan tingkah laku yang diinginkan bagi suatu sistem yang mendidik menuju terbentuknya kepribadian yang berakhlak mulia.

14. Pengaruh internet terhadap kepribadian generasi muda adalah “KECANDUAN”, gejalanya hampir mirip kecanduan narkoba. Anak-anak menghabiskan waktu bergelut dengan dunia maya sehingga lupa dengan tugas dan kewajibannya. Proses sosialisasi sebagai pembentuk kepribadian tidak berjalan dengan baik karena waktu lebih banyak dihabiskan untuk bermain HP, Tab atau Netbook. Keterampilan sosial yang sangat bermanfaat untuk bekal hidup bersama tidak berproses karena kurang melatih bergaul secara langsung dengan lingkungan sosial setempat dan akibatnya terlihat dari fenomena sifat ingin menjauhkan diri dari kelompoknya, malas belajar, susah konsentrasi, tidak cepat tanggap dengan perintah dan tidak perduli dengan lingkungan.

15. Tahapan Sosialisasi
a. Tahap persiapan (preparatory stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri.

b. Tahap meniru (play stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.

c. Tahap siap bertindak (game stage)
Dalam tahap siap bertindak, peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan peran secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran.

d. Tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa, dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas.

16. Media Sosialisasi, antara lain:
  • Keluarga
  • Kelompok Bermain (peer group)
  • Sekolah
  • Lingkungan Kerja
  • Media Massa
17. Keteraturan sosial adalah suatu kondisi masyarakat yang mematuhi nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Wujud keteraturan sosial dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat yang aman, tertib, sehingga menghormati dan mengedepankan gotong royong.
 
18. Ciri-ciri perilaku menyimpang adalah sebagai berikut:
  • Penyimpangan harus dapat didefinisikan, artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.
  • Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak.
  • Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak, artinya perbedaannya ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan.
  • Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal, artinya budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan.
  • Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.
  • Penyimpangan sosial bersifat adaptif, artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial
19. Perilaku menyimpang menurut teori labeling adalah seseorang menjadi menyimpang karena proses labeling, yaitu pemberian julukan, cap, etiket dan merek yang diberikan masyarakat secara menyimpang sehingga menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial.

20. Jenis-jenis Perilaku Menyimpang, antara lain:
  • Penyimpangan primer: penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku masih dapat diterima masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau sementara, tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh masyarakat.
  • Penyimpangan sekunder: penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Misalnya orang yang mabuk terus menerus. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian, penodongan, pemerkosaan dan sebagainya.
21. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba yaitu akan menyebabkan berkurangnya produktivitas seseorang selama pemakaian bahan-bahan tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian dan juga dapat mendorong tindak kriminalitas.