Soal dan Jawaban materi Konflik Sosial Dan Resolusi Konflik - Sosiologi XI SMA

Berikut adalah soal mata pelajaran Sosiologi Kelas XI SMA materi Konflik Sosial Dan Resolusi Konflik lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan definisi konflik menurut Soerjono Soekanto!
  2. Jelaskan pandangan hubungan manusia menurut Robbin!
  3. Jelaskan pandangan tradisional menurut Myers!
  4. Sebutkan faktor-faktor penyebab konflik!
  5. Menurut Coser, konflik dapat berlangsung lama atau cepat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebutkan ketiga faktor tersebut!
  6. Menurut Coser, konflik dapat menjaga hubungan antarkelompok dan memperkuat kembali identitas kelompok. Sebutkan manfaat konflik menurut Coser!
  7. Jelaskan teori konflik menurut Karl Marx!
  8. Bagaimanakah pendapat Dehrendorf mengenai konflik sosial?
  9. Jelaskan bentuk konflik individu dan kolektif menurut Ranjabar!
  10. Jelaskan konflik peran menurut Ralph Dehrendorf!
  11. Jelaskan mengapa konflik fungsional dibutuhkan dalam sebuah organisasi?
  12. Salah satu konflik berdasarkan tujuan organisasi adalah konflik disfungsional. Jelaskan pengertian konflik disfungsional!
  13. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik diagonal dan konflik terbuka!
  14. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik berkelanjutan!
  15. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik terkendali!
  16. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik tidak terkendali!
  17. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik nonsistematis!
  18. Jelaskan yang dimaksud dengan konflik sistematis!
  19. Sebutkan dampak positif konflik menurut Harskamp!
  20. Sebutkan fungsi positif konflik menurut Darwin, Freud, dan Mark!
  21. Sebutkan dampak positif konflik secara umum!
  22. Sebutkan dampak negatif adanya konflik sosial!
  23. Jelaskan yang dimaksud dengan kekerasan psikologi!
  24. Jelaskan perbedaan antara kekerasan dan konflik!
  25. Jelaskan pengertian resolusi konflik!
  26. Jelaskan resolusi konflik menurut Fisher!
  27. Sebutkan beberapa kemampuan dalam menumbuhkan inisiatif resolusi konflik!
  28. Jelaskan upaya penyelesaian konflik mediasi, konsiliasi, penyelesaian konflik negosiasi, penyelesaian konflik konversi, dan ajudikasi!

Kunci Jawaban

1. Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses sosial individu atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai ancaman dan/atau kekerasan.

2. Pandangan hubungan manusia menurut Robbin adalah konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar terjadi dalam kelompok atau organisasi di masyarakat.

3. Pandangan tradisional menurut Myers adalah menganggap konflik sebagai sesuatu yang buruk dan harus dihindari. Dalam pandangan ini menghindari adanya konflik karena dinilai sebagai faktor penyebab pecahnya suatu kelompok atau organisasi.

4. Secara umum, faktor-faktor penyebab konflik adalah:
  • Adanya perbedaan antar individu
  • Adanya perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda-beda.
  • Adanya perbedaan kepentingan antara individu dengan kelompok.
5. Menurut Coser, konflik dapat berlangsung lama atau cepat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  • Luas sempitnya tujuan konflik
  • Adanya pengetahuan maupun kekalahan dalam konflik
  • Adanya peranan pemimpin dalam memahami biaya konflik dan persuasi pengikutnya.
6. Manfaat konflik menurut Coser, adalah sebagai berikut:
  • Konflik dapat menjadi media untuk berkomunikasi.
  • Konflik dapat memperkuat solidaritas kelompok.
  • Konflik dengan kelompok lain dapat menghasilkan solidaritas di dalam kelompok tersebut dan solidaritas tersebut dapat mengantarkan kepada aliansi dengan kelompok lain.
  • Konflik dapat menyebabkan anggota masyarakat yang terisolasi menjadi berperan aktif.
7. Karl Marx memiliki pandangan tentang konflik sosial sebagai pertentangan kelas. Masyarakat yang berada dalam konflik dikuasai oleh kelompok dominan. Adanya pihak yang lebih dominan muncul pihak yang berkuasa dengan pihak yang dikuasai. Kedua pihak tersebut memiliki kepentingan yang berbeda atau bertentangan sehingga dapat menimbulkan konflik.

8. Pendapat Dehrendorf mengenai konflik sosial, yaitu pada awalnya, Dahrendorf melihat teori konflik sebagai teori parsial yang digunakan untuk menganalisis fenomena sosial. Dahrendorf melihat masyarakat memiliki dua sisi yang berbeda, yaitu konflik dan kerja sama. Dehrendorf tidak memandang masyarakat sebagai sebuah hal yang statis, namun dapat berubah oleh adanya konflik di masyarakat.

9. Bentuk konflik individu dan kolektif menurut Ranjabar, Yaitu: konflik dalam individu ini bisa diartikan sebagai konflik yang terjadi dalam mental atau diri seseorang karena suatu hal. Konflik kolektif merupakan suatu konflik yang melibatkan banyak orang, serta memiliki tujuan dan kepentingan yang sama.

10. Konflik peran menurut Ralph Dehrendorf adalah suatu kondisi dimana seseorang mendapati kenyataan yang berlawanan dengan perannya dalam kehidupan nyata.

11. Konflik fungsional dibutuhkan dalam sebuah organisasi karena dalam konflik ini dapat memperbaiki kinerja kelompok apabila dikelola dan dikendalikan dengan baik.

12. Konflik disfungsional adalah konflik yang menghambat tercapainya suatu organisasi dan bersifat destruktif (merusak).

13. Konflik diagonal adalah dalam suatu organisasi terjadi ketidakadilan sumber daya sehingga menimbulkan pertentangan atau konflik yang ekstrim.

Konflik terbuka adalah Konflik terbuka merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak atau masyarakat dalam suatu negara.

14. Konflik berkelanjutan adalah konflik yang terjadi dalam waktu yang lama dan sulit untuk diselesaikan.

15. Konflik terkendali adalah suatu konflik di mana para pihak yang terlibat dapat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga konflik tidak meluas dan cepat selesai.

16. Konflik tidak terkendali adalah konflik di mana pihak yang terlibat tidak dapat mengendalikan konflik tersebut sehingga akibatnya dapat meluas. Konflik yang tidak terkendali dapat menyebabkan munculnya kekerasan.

17. Konflik nonsistematis adalah memiliki sifat yang acak, dimana terjadi secara spontanitas dan tidak ada tujuan yang dicapai. Dalam konflik ini pihak yang berkonflik tidak melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

18. Konflik sistematis adalah kebalikan dari konflik nonsistematis, di mana konflik tersebut telah direncanakan secara sistematis dan memiliki tujuan yang ingin dicapai.

19. Menurut Harskamp dampak positif konflik yang ada di masyarakat dianggap sebagai perjuangan dari nilai-nilai atau status, kekuasaan, dan sumber daya yang dapat memenuhi fungsi-fungsi positif.

20. Fungsi positif konflik menurut Darwin, Freud, dan Mark adalah sebagai berikut:
  • Memfasilitasi Tercapainya Rekonsiliasi dari Berbagai Kepentingan
  • Sebagai Tempat Awal Terjadinya Perubahan Sosial
  • Konflik Dapat Mempererat Persatuan Kelompok
21. Dampak positif konflik di masyarakat secara umum adalah sebagai berikut:
  • Konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma baru.
  • Konflik merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antar individu dan kelompok.
  • Konflik meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  • Konflik memunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan seimbang.
  • Konflik dapat memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas ditelaah.
  • Konflik memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai- nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok.
  • Konflik dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antar kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat.
22. Dampak negatif konflik sosial antara lain a) perpecahan, b) permusuhan, c) kekerasan, d) perubahan kepribadian, e) jatuhnya korban

23. Kekerasan psikologis adalah kekerasan yang ditujukan pada rohani atau jiwa, sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan kemampuan jiwa seseorang.

24. Perbedaan antara Kekerasan dan Konflik adalah sebagai berikut:
a. Kekerasan
  • Tidak memiliki tujuan dan hanya didorong oleh hasrat atau keinginan sesaat.
  • Kedestruktifannya meningkat seiring dengan perkembangan peradaban.
  • Agresi jahat yang tidak terprogram secara filogenetik dan tidak adaptif biologis.
  • Bukan pembawaan manusia, memiliki tingkat kedestruktifan yang berbeda-beda.
b. Konflik
  • Memiliki tujuan untuk memperoleh kemenangan dan menaklukkan pesaingnya
  • Memiliki dampak positif untuk mendorong adanya suatu perubahan.
  • Hasil proses interaksi sosial yang bersifat negatif atau disosiatif.
  • Sebagai fakta sosial yang tidak dapat dihindari.
25. Resolusi konflik atau dalam bahasa inggris disebut conflict resolution adalah suatu cara individu atau kelompok untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dengan individu lain atau kelompok lain secara sukarela

26. Menurut Fisher, resolusi konflik adalah usaha menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru yang bisa tahan lama di antara kelompok-kelompok yang berseteru.

27. Beberapa kemampuan dalam menumbuhkan inisiatif resolusi konflik adalah kemampuan untuk menyelesaikan perbedaan dengan yang lainnya, serta aspek penting dalam pembangunan sosial dan moral yang memerlukan keterampilan dan penilaian untuk bernegosiasi, kompromi, serta mengembangkan rasa keadilan.

28. Upaya penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan mediasi, konsiliasi, penyelesaian konflik negosiasi, penyelesaian konflik konversi, dan ajudikasi

a) Mediasi (mediation) merupakan suatu upaya penyelesaian konflik oleh pihak ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Pihak ketiga sifatnya tidak memihak salah satu pihak yang berkonflik, tetapi mencoba mempertemukan dan mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik.

b) Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2012), konsiliasi merupakan suatu usaha untuk mengendalikan konflik dengan menggunakan lembaga-lembaga tertentu agar pihak yang berkonflik dapat berdiskusi mengenai persoalan yang dipertentangkan.

c) Pernahkah kalian pergi ke pasar dan membeli sesuatu? Pasti kalian akan melakukan tawar menawar dengan pedagang. Setelah melalui penawaran yang panjang, akhirnya dicapai kata sepakat. Kegiatan tersebut dinamakan negosiasi.

d) Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2012), konversi (conversion) merupakan upaya penyelesaian konflik yang dilakukan dengan salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian dari pihak lain.

e) Ajudikasi merupakan upaya menyelesaikan konflik yang dilakukan melalui lembaga pengadilan. Penyelesaian konflik menurut ajudikasi dilakukan melalui jalur hukum. Misalnya, sengketa tanah antara warga masyarakat dengan pengusaha yang diselesaikan melalui pengadilan.