Tips Belajar Mandok Hata untuk Semua Acara Adat Batak

Di budaya batak, belajar mandok hata disebut juga dengan marsiajar mandok hata.

Bagi pemula atau bagi orang yang belum pernah mandok hata di suatu ulaon (acara) batak yang akan dijadwalkan mandok hata tentu akan merasa deg-degan karena bingung apa yang mau disampaikan.

Perlu anda ketahui bahwa seseorang yang pandai mandok hata adalah orang yang dahulunya tidak pandai mandok hata. Mengapa mereka saat ini bisa dan lancar mandok hata? Ya, karena mereka dulu belajar dan belajar.

Menurut pengalaman saya, hal yang membuat orang susah belajar mandok hata adalah karena umpasa. 

Ingat, dalam mandok hata tidak ada kewajiban/keharusan untuk menyisipkan 1 atau 2 umpasa.

Jadi, bagi anda pemula jangan pikirkan dulu umpasa. Pikirkan saja apa inti pesan yang harus disampaikan dalam mandok hata. Jangan buat dulu umpasa.

Lalu, jangan pikirkan pendek panjangnya isi. Singkat pun isi hata itu namun bermakna, tepat sasaran dan tulus dari hati justru akan lebih bagus.

1 atau 2 baris pun isi hata jika disampaikan dengan suara lantang akan dihargai orang.

Salah satu cara agar kamu bisa mandok hata adalah dengan belajar.

Nah, agar kamu bisa mandok hata untuk semua acara adat batak berikut aku jelaskan tips belajar mandok hata.

Tips belajar mandok hata untuk semua ulaon adat batak
  1. Ketahui acara yang dilaksanakan. Sebagaimana kita ketahui bahwa ada banyak acara (ulaon) adat batak yang biasa diisi dengan mandok hata misalnya di adat pernikahan, acara meninggal, arisan STM, 7 bulanan, acara malam tahun baruan dan lain sebagainya. Beda acara tentu pesan (isi) mandok hata pun berbeda.
  2. Cari di internet contoh mandok hata. Di internet ada banyak contoh-contoh mandok hata dalam berbagai acara. Jika anda tidak bisa mengakses internet, silahkan bertanya sama orang terdekat di sekitar Anda yang paham. Misalnya bertanya sama oppung atau Bapak.
  3. Susun dan rangkai lalu tulis di selembar kertas untuk dibaca-baca sampai mengerti.
  4. Praktekkan dengan berlatih sendiri dengan suara lantang.

Sekali dua kali saja anda pernah tampil mandok hata, maka itu akan mendorong anda untuk lebih bersemangat lagi belajar mandok hata dan pada akhirnya anda akan terbiasa mandok hata.

Jika kita tidak bisa dan tidak pernah mandok hata apalagi sudah tua, akan menjadi beban hidup bagi kita. Jika kita bisa mandok hata dan terbiasa tampil, maka orang lain akan segan dan menghormati kita.