65 Soal Essay Bab 10 Peran Organisasi Islam di Indonesia - PAI Kelas 12 SMA/SMK


Berikut adalah 65 contoh soal Essay Bab 10 Peran Organisasi Islam di Indonesia pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 12 SMA/SMK beserta jawabannya materi:
A. Peranan Ulama Islam Pada Masa Perang Kemerdekaan
B. Peranan Organisasi dan Pondok Pesantren Pada Masa Perang Kemerdekaan

A. Peranan Ulama Islam Pada Masa Perang Kemerdekaan

Soal 1:
Apa yang dimaksud dengan peran ulama dalam mendorong umat Islam berpartisipasi dalam perjuangan pada masa perang kemerdekaan?

Jawaban 1:
Peran ulama dalam mendorong umat Islam berpartisipasi dalam perjuangan pada masa perang kemerdekaan adalah sebagai pemimpin moral dan panutan. Mereka mendalami ilmu agama dan menjadi tempat bertanya umat, sehingga mereka memiliki pengaruh besar dalam memotivasi dan membimbing umat Islam untuk berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan.

Soal 2:
Bagaimana peran ulama dalam membangun kader-kader umat Islam pada masa perang kemerdekaan?

Jawaban 2:
Para ulama pada masa perang kemerdekaan memiliki peran dalam membangun kader-kader umat Islam melalui pesantren dan aktif dalam pembinaan masyarakat. Mereka memberikan pendidikan agama yang kuat kepada santri di pesantren, dan banyak dari santri ini kemudian melanjutkan pendidikan mereka ke Timur Tengah. Setelah kembali, mereka menjadi ulama besar dan pemimpin perjuangan yang berperan dalam memimpin umat.

Soal 3:
Siapa saja ulama besar yang berperan aktif dalam perang kemerdekaan Indonesia?

Jawaban 3:
Beberapa ulama besar yang berperan aktif dalam perang kemerdekaan Indonesia antara lain adalah K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Abdul Halim, H. Agus Salim, K.H. Abdul Wabab Hasbullah, Fatahillah, Sultan Baabullab, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Habib Abdurrahman, Mohammad Daud Beureuh, dan KH. Zaenal Mustafa.

Soal 4:
Apa yang dimaksud dengan peran ulama sebagai pemimpin perang pada masa perang kemerdekaan?

Jawaban 4:
Peran ulama sebagai pemimpin perang pada masa perang kemerdekaan adalah mereka turut berjuang secara fisik sebagai pemimpin perang. Mereka memimpin tentara Islam dalam melawan penjajah dan imperialis, seperti Portugis, Belanda, dan Jepang. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan bertakwa dalam perjuangan untuk memperjuangkan martabat dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Soal 5:
Apa relevansi peran ulama pada masa perang kemerdekaan dengan perkembangan Islam di Indonesia?

Jawaban 5:
Peran ulama pada masa perang kemerdekaan memiliki relevansi yang besar dengan perkembangan Islam di Indonesia. Mereka tidak hanya menjadi pemimpin moral dan panutan umat, tetapi juga aktif dalam membangun kader-kader umat Islam dan memimpin perang melawan penjajah. Kontribusi mereka dalam perjuangan kemerdekaan menjadi salah satu faktor yang membentuk wajah Islam di Indonesia dan memberikan inspirasi kepada generasi berikutnya untuk mempertahankan nilai-nilai agama dan kemerdekaan.

B. Peranan Organisasi dan Pondok Pesantren Pada Masa Perang Kemerdekaan

=Muhammadiyah=
Soal 1:
Siapa pendiri Muhammadiyah dan kapan organisasi ini didirikan?

Jawaban 1:
Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912.

Soal 2:
Apa peran utama Muhammadiyah pada masa penjajahan Belanda?

Jawaban 2:
Pada masa penjajahan Belanda, peran utama Muhammadiyah adalah dalam upaya mencerdaskan rakyat Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Mereka mendirikan sekolah-sekolah, rumah sakit, panti asuhan, dan perpustakaan.

Soal 3:
Apa saja faktor-faktor yang mendorong lahirnya Muhammadiyah?

Jawaban 3:
Beberapa faktor yang mendorong lahirnya Muhammadiyah antara lain adalah kurangnya pemahaman dan praktik terhadap Al-Quran dan Sunnah Nabi, ketiadaan persatuan umat Islam, kegagalan lembaga pendidikan Islam, fanatisme sempit, dan pengaruh misi dan zending Kristen di Indonesia.

Soal 4:
Apa peran Ki Bagus Hadikusumo dan Kahar Muzakir dalam perumusan dasar negara Indonesia?

Jawaban 4:
Ki Bagus Hadikusumo dan Kahar Muzakir merupakan utusan golongan Islam yang aktif dalam perumusan dasar negara Indonesia. Mereka ikut berkontribusi dalam merumuskan dasar negara dengan ide piagam Jakarta yang mengakui "Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya."

Soal 5:
Siapa tokoh Muhammadiyah yang berperan dalam menghilangkan kalimat "Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" dalam dasar negara?

Jawaban 5:
Ki Bagus Hadikusumo dari Muhammadiyah yang dibujuk oleh temannya, Kasman Singodimejo, untuk menghilangkan kalimat "Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" demi kepentingan keberagaman dan kesatuan negara.

Soal 6:
Apa yang dimaksud dengan konsep Deklarasi Joenda?

Jawaban 6:
Konsep Deklarasi Joenda adalah ide yang dikemukakan oleh Ir. Joeanda, seorang tokoh Muhammadiyah, yang memiliki peran penting pada awal kemerdekaan. Ide ini berhubungan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Soal 7:
Siapa yang menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia dan memiliki keterkaitan dengan Muhammadiyah?

Jawaban 7:
Proklamator kemerdekaan Indonesia adalah Ir. Soekarno, yang memiliki keterkaitan dengan Muhammadiyah. Dia pernah menjadi ketua Dikdasmen di Bengkulu, yang merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah dalam pendidikan.

Soal 8:
Bagaimana peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan?

Jawaban 8:
Muhammadiyah memiliki peran penting dalam membangun peradaban bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan dengan mengabdi kepada negara dan bangsa, terlibat dalam perumusan dasar negara, dan berkontribusi dalam berbagai bidang seperti pendidikan, perjuangan, dan keberagaman.

Soal 9:
Apa saja usaha-usaha utama yang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam era sekarang?

Jawaban 9:
Muhammadiyah di era sekarang melakukan berbagai usaha utama, antara lain:
Dakwah Islam.
Memajukan pendidikan dan pengajaran.
Memelihara dan mendirikan tempat ibadah serta wakaf.
Mendidik dan mengasuh anak-anak dan pemuda untuk menjadi muslim yang berarti.
Berusaha agar peraturan-peraturan Islam berlaku dalam masyarakat.

Soal 10:
Apa yang menjadi kontribusi pemikiran Muhammadiyah dalam era sekarang terhadap kehidupan bangsa Indonesia?

Jawaban 10:
Muhammadiyah memberikan kontribusi pemikiran dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan keindonesiaan. Mereka mengembangkan pandangan bahwa Islam adalah agama kemajuan dan berusaha membina masyarakat dalam urusan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan dengan nilai dan pandangan Islam yang berkemajuan.

Soal 11:
Apa yang menjadi fokus peran Muhammadiyah dalam mencerdaskan rakyat Indonesia?

Jawaban 11:
Fokus peran Muhammadiyah dalam mencerdaskan rakyat Indonesia adalah melalui pendidikan. Mereka membangun sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah dari tingkat TK hingga perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Soal 12:
Bagaimana Muhammadiyah berkontribusi dalam pelayanan sosial di Indonesia?

Jawaban 12:
Muhammadiyah berkontribusi dalam pelayanan sosial di Indonesia dengan mendirikan rumah sakit, rumah sakit bersalin, panti asuhan, dan berbagai lembaga sosial lainnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini merupakan salah satu bentuk peran mereka dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa.

=Nahdlatul Ulama (NU)=

Soal 1:
Kapan dan di mana organisasi Nahdlatul Ulama (NU) didirikan, dan siapa tokoh-tokoh penting yang terlibat dalam pendiriannya?

Jawaban 1:
NU didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 di Surabaya. Dua tokoh penting yang terlibat dalam pendiriannya adalah K.H. Hasyim Asy'ari dan K.H. Wahab Hasbullah.

Soal 2:
Apa arti nama "Nahdlatul Ulama" dan apa maksud dari organisasi ini?

Jawaban 2:
"Nahdlatul Ulama" berarti "kebangkitan para ulama". Organisasi ini didirikan dengan maksud untuk memegang teguh pada salah satu mahzab imam empat (Imam Muhammad bin Idris al-Syai'i, Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah al-Nu'man, atau Imam Ahmad bin Hambal) dan mengerjakan apa saja yang menjadikan kemaslahatan agama Islam.

Soal 3:
Apa peran dan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam sejarah Indonesia?

Jawaban 3:
NU memiliki peran dan perjuangan yang signifikan dalam sejarah Indonesia. Mereka menjadi salah satu garda terdepan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta terlibat aktif dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dan masih berlanjut hingga saat ini.

Soal 4:
Apa yang membedakan peran awal Nahdlatul Ulama (NU) dengan peran saat ini?

Jawaban 4:
Peran awal NU terutama terkait dengan perjuangan kemerdekaan dan pendidikan. Saat ini, selain masih berperan dalam pendidikan, NU juga berperan dalam politik dan berbagai bidang lainnya.

Soal 5:
Apa yang menjadi faktor pendukung lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan?

Jawaban 5:
Faktor pendukung lahirnya NU sebagai organisasi keagamaan antara lain adalah adanya pengaruh pemuda yang pernah menuntut ilmu di Mekkah, restu dari ulama senior, dan kekecewaan karena tidak diikutsertakan dalam delegasi ke Hijaz.

Soal 6:
Apa yang dimaksud dengan Komite Hijaz dalam sejarah NU?

Jawaban 6:
Komite Hijaz adalah sebuah komite yang dibentuk oleh kaum tradisionalis yang tidak diikutsertakan dalam delegasi ke Hijaz. Komite ini mewakili aspirasi kaum tradisionalis sebagai delegasi ke Hijaz.

Soal 7:
Apa peran NU dalam mempersiapkan delegasi yang dikirim ke Hijaz (Mekkah)?

Jawaban 7:
NU mempersiapkan delegasi yang dikirim ke Hijaz untuk menghadiri pertemuan internasional yang membahas pengaturan terhadap dua kota suci, Mekkah dan Madinah.

Soal 8:
Apa yang menjadi peran penting Abdul Wahab dalam sejarah NU?

Jawaban 8:
Abdul Wahab memiliki peran penting dalam sejarah NU karena dia mendirikan usaha perdagangan dalam bentuk koperasi dengan nama Nahdatut Tujjar (Kebangkitan Usahawan) yang kemudian menjadi salah satu rintisan organisasi NU.

Soal 9:
Apa yang menjadi misi utama Nahdlatul Ulama (NU) sejak pendiriannya?

Jawaban 9:
Misi utama NU sejak pendiriannya adalah memegang teguh pada salah satu mahzab imam empat dan mengerjakan apa saja yang menjadikan kemaslahatan agama Islam.

Soal 10:
Apa saja upaya yang dilakukan NU pada masa awal pendiriannya untuk memajukan masyarakat Indonesia?

Jawaban 10:
Pada masa awal pendiriannya, NU melakukan upaya memajukan masyarakat Indonesia melalui pendidikan dengan mendirikan madrasah dan pesantren, serta melalui pendirian koperasi untuk memajukan perekonomian masyarakat.

Soal 11:
Bagaimana peran NU selama masa pemerintahan Jepang di Indonesia?

Jawaban 11:
Selama masa pemerintahan Jepang di Indonesia, NU menjadi basis massa yang membantu Jepang dalam Perang Pasifik. Kaum ulama dan kiai diberikan jabatan resmi oleh Jepang, dan tokoh NU seperti Hasyim Asy'ari diangkat sebagai Ketua Shumubu (Kepala Kantor Urusan Agama).

Soal 12:
Apa yang dimaksud dengan "Resolusi Jihad" yang dikeluarkan oleh NU pada Muktamar di Surabaya pada tahun 1945?

Jawaban 12:
"Resolusi Jihad" yang dikeluarkan oleh NU pada Muktamar di Surabaya tahun 1945 menyatakan bahwa perjuangan untuk merdeka adalah Perang Suci (jihad) dalam rangka menolak kembalinya kekuatan kolonial yang mengakui kekuasaan pemerintah republik baru sesuai dengan Islam.

Soal 13:
Bagaimana hubungan antara NU dan partai politik Masyumi?

Jawaban 13:
NU bergabung dengan partai politik Masyumi pada awalnya. Hasyim Asy'ari diangkat sebagai Ketua Umum Majelis Syuro Masyumi, dan beberapa tokoh NU lainnya menduduki jabatan menteri sebagai wakil Masyumi.

Soal 14:
Mengapa NU kemudian memutuskan untuk keluar dari Masyumi dan mendirikan partai politik sendiri?

Jawaban 14:
NU keluar dari Masyumi pada tahun 1952 dan mendirikan partai politik sendiri karena NU ingin memiliki peran politik yang lebih independen dan mengatasi kekurangan tenaga terampil dalam politik.

Soal 15:
Apa yang menjadi peran Liga Muslimin Indonesia yang dibentuk oleh NU?

Jawaban 15:
Liga Muslimin Indonesia adalah federasi yang dibentuk oleh NU bersama dengan organisasi PSII, Perti, dan Darud Da'wah wal-Irsyad (DDI) untuk mencapai masyarakat Islamiyah yang sesuai dengan hukum Allah Swt dan sunnah Rasul.

Soal 16:
Apa yang dilakukan NU dalam menumpas gerakan PRRI?

Jawaban 16:
NU mengungkapkan bahwa gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) harus segera ditumpas karena dianggap telah menyalahi perintah agama Islam.

Soal 17:
Bagaimana NU menghadapi konsep Demokrasi Terpimpin yang diusung oleh Soekarno?

Jawaban 17:
NU menerima konsep Demokrasi Terpimpin yang diusung oleh Soekarno berdasarkan pertimbangan iqhiyah yang mengutamakan kepentingan umat Islam.

Soal 18:
Apa peran NU dalam menuntut pembubaran PKI pada tahun 1965?

Jawaban 18:
NU aktif dalam menuntut pembubaran PKI pada tahun 1965 dan menyerukan agar umat Islam membantu ABRI dalam menumpas Gerakan 30 September 1965. Hal ini terjadi dalam situasi genting ketika terjadi pemberontakan PKI di Indonesia.

Soal 19:
Apa yang dimaksud dengan kebijakan penyederhanaan partai pada tahun 1973, dan bagaimaimana NU terlibat dalamnya?

Jawaban 19:
Kebijakan penyederhanaan partai pada tahun 1973 menggabungkan partai-partai politik dalam dua wadah fusi, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia. NU terlibat dalam PPP bersama dengan Parmusi, PSII, dan Perti. Awalnya, semangat persaudaraan dalam PPP kuat, tetapi ketika ada pengajuan RUU Perkawinan yang dianggap bertentangan dengan hukum Islam oleh K.H. Bishri Sansuri, anggota NU, terjadi pertikaian di tubuh PPP.

Soal 20:
Mengapa NU memutuskan untuk kembali ke Khitah 1926 pada Muktamar ke-26 di Semarang?

Jawaban 20:
NU memutuskan untuk kembali ke Khitah 1926 pada Muktamar ke-26 di Semarang karena mereka sudah memiliki wadah dalam berpolitik, yaitu PPP. Mereka merasa bahwa NU dapat kembali menjadi organisasi keagamaan lagi, terutama setelah sering mengalami kekecewaan dalam perjalanan politik. Meskipun kembali menjadi organisasi keagamaan, anggota NU masih dapat ikut serta dalam politik secara perseorangan.

Soal 21:
Bagaimana sikap NU terhadap pemberlakuan Asas Tunggal Pancasila oleh pemerintah Orde Baru?

Jawaban 21:
NU memberikan dukungan penuh terhadap pemberlakuan Asas Tunggal Pancasila oleh pemerintah Orde Baru. Pada Muktamar ke-27 di Situbondo (1984), NU membuat keputusan bahwa mereka berasaskan Pancasila dan mengikuti salah satu dari empat mahzab Islam, yaitu Hanafi, Syafi'i, Maliki, atau Hambali.

Soal 22:
Bagaimana peran K.H. Bishri Sansuri dalam PPP dan hubungannya dengan NU?

Jawaban 22:
K.H. Bishri Sansuri adalah wakil NU dalam PPP. Dia memiliki wibawa yang besar dan sifatnya cenderung keras. K.H. Bishri Sansuri memainkan peran penting dalam mengendalikan para pimpinan PPP dan mempertahankan pandangan NU dalam partai tersebut, terutama terkait dengan RUU Perkawinan.

=Persatuan Islam (Persis)=

Soal 1:
Kapan Persatuan Islam (Persis) didirikan, dan apa tujuan utama pendiriannya?

Jawaban 1:
Persatuan Islam (Persis) didirikan pada tanggal 12 September tahun 1923 M di Bandung, Jawa Barat. Tujuan utama pendiriannya adalah untuk mengarahkan ruhul ijtihad dan jihad, berusaha sekuat tenaga untuk tercapainya persatuan rasa Islam, pemikiran Islam, suara Islam, dan usaha Islam.

Soal 2:
Bagaimana Persis berbeda dari organisasi Islam lainnya yang berdiri pada awal abad ke-20 M?

Jawaban 2:
Perbedaan utama Persis dari organisasi Islam lainnya yang berdiri pada awal abad ke-20 M adalah bahwa Persis menekankan pembentukan faham keagamaan. Organisasi lain seperti Muhammadiyah dan Sarekat Islam fokus pada bidang sosial, politik, atau pendidikan. Persis lebih berorientasi pada pemurnian ajaran Islam.

Soal 3:
Apa yang menjadi perhatian utama Persis dalam menyebarkan pemikiran dan cita-citanya?

Jawaban 3:
Perhatian utama Persis dalam menyebarkan pemikiran dan cita-citanya adalah melalui pertemuan umum, khotbah-khotbah, tabligh, kelompok-kelompok studi, pamflet-pamflet, majalah-majalah, kitab-kitab, dan pendirian sekolah. Mereka fokus pada pembentukan faham keagamaan.

Soal 4:
Siapa tokoh-tokoh penting dalam Persis, dan apa peran mereka?

Jawaban 4:
Ada dua tokoh penting dalam Persis, yaitu Ahmad Hassan sebagai guru Persis dan Muhammad Natsir sebagai juru bicara. Ahmad Hassan mengajar dan memimpin Persis dalam berbagai perdebatan agama, sementara Muhammad Natsir menjadi pemimpin Masyumi setelah perang kemerdekaan.

Soal 5:
Apa yang menjadi peran Persis dalam kegiatan politik pada masa itu?

Jawaban 5:
Persis aktif dalam kegiatan politik pada masa itu melalui anggota-anggotanya yang terlibat dalam partai-partai politik Islam seperti Masyumi. Mereka percaya bahwa kegiatan politik adalah salah satu kewajiban agama, dan banyak anggota Persis yang menjadi pemimpin politik.

Soal 6:
Bagaimana Persis mendukung kegiatan pendidikan?

Jawaban 6:
Persis mendukung pendidikan dengan mendirikan madrasah dan sekolah-sekolah di berbagai wilayah, terutama di Jawa Barat. Mereka berusaha menyediakan alternatif pendidikan Islam untuk anak-anak muslim dan mencegah sekularisasi.

Soal 7:
Apa yang menjadi tujuan dibangunnya Pesantren Persatuan Islam?

Jawaban 7:
Tujuan dibangunnya Pesantren Persatuan Islam adalah untuk mencetak para pendakwah yang dapat mengajarkan, mengamalkan, membela, dan mempertahankan agama Islam. Mereka ingin melahirkan pemimpin yang memiliki jiwa dan semangat Islam yang tinggi.

Soal 8:
Bagaimana peran Persis dalam mengatasi masalah pendidikan pada tahun 1930 M?

Jawaban 8:
Pada tahun 1930 M, Persis menghadapi masalah pendidikan serius di mana banyak anak-anak muslim belajar di sekolah-sekolah yang didirikan oleh Belanda. Persis berupaya menghadapi masalah ini dengan mendirikan madrasah dan sekolah-sekolah Islam di Jawa Barat sebagai alternatif pendidikan Islam.

Soal 9:
Bagaimana Persis mendukung tabligh dan publikasi ajaran Islam?

Jawaban 9:
Persis mendukung tabligh dan publikasi ajaran Islam melalui metode seperti pertemuan umum, khotbah-khotbah, tabligh, kelompok-kelompok studi, pamflet-pamflet, majalah-majalah, kitab-kitab, serta debat agama. Mereka berusaha menyebarkan pemahaman Islam yang murni dan membela agama dari bid'ah dan khurafat.

=Sumatra Tawalib=

Soal 1:
Jelaskan pengaruh gerakan Ibnu Abdul Wahab terhadap pembaharuan pemikiran Islam di Arab, dan bagaimana pengaruhnya menyebar ke dunia Islam lainnya?

Jawaban 1:
Gerakan Ibnu Abdul Wahab adalah upaya pembaharuan Islam yang berfokus pada pemurnian tauhid dan membersihkan ajaran Islam dari unsur-unsur yang dianggap menodainya di jazirah Arab. Pengaruhnya menyebar luas melalui jalur perhajian dan mempengaruhi sebagian besar dunia Islam. Ibnu Abdul Wahab menginspirasi pemikir-pemikir seperti Muhammad Jamaluddin al-Afgani, Muhammad Abduh, dan Muhammad Rasyid Ridho.

Soal 2:
Apa yang menjadi ciri khas gerakan Paderi dalam upaya pemurnian Islam di Sumatra Barat?

Jawaban 2:
Gerakan Paderi di Sumatra Barat bertujuan untuk memurnikan Islam dari segala yang dianggap menodainya. Mereka melancarkan gerakan pemurnian agama dan menentang dominasi kaum adat serta penganut tarekat. Ini menciptakan konflik antara mereka dan pihak yang membela adat, sehingga terjadi konflik adat dan agama.

Soal 3:
Bagaimana Sumatra Hawalib lahir sebagai kelanjutan gerakan Paderi dan menjadi bagian dari pembaharuan pemikiran Islam di Sumatra Barat?

Jawaban 3:
Sumatra Hawalib adalah kelanjutan dari gerakan Paderi yang bertujuan untuk menyingkirkan unsur-unsur yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, merusak kemurnian akidah, dan membawa kebekuan pada Islam itu sendiri. Sumatra Hawalib menjadi bagian dari pembaharuan pemikiran Islam di Sumatra Barat dengan melanjutkan upaya pemurnian agama dan memperjuangkan Islam yang murni.

Soal 4:
Apa yang mendorong pelajar-pelajar Sumatra Hawalib untuk mendirikan organisasi seperti Persaiyoan dan Sumatra Hawalib, dan apa tujuan utama dari organisasi ini?

Jawaban 4:
Pelajar-pelajar Sumatra Hawalib mendirikan organisasi seperti Persaiyoan dan Sumatra Hawalib karena dorongan untuk berorganisasi dan tidak ingin ketinggalan zaman. Tujuan utama dari organisasi ini adalah membantu mempermudah murid dalam mendapatkan keperluan harian dengan harga yang terjangkau, serta melatih kemampuan berpikir, berdiskusi, dan berorganisasi.

Soal 5:
Apa yang membuat Sumatra Hawalib berubah dari organisasi menjadi lembaga pendidikan, dan bagaimana peranannya dalam pengembangan pendidikan Islam?

Jawaban 5:
Sumatra Hawalib berubah menjadi lembaga pendidikan karena dorongan untuk mengubah sistem pengajian surau menjadi sekolah agama. Mereka memasukkan mata pelajaran umum ke dalam sekolah agama dan memberikan pengajaran yang terstruktur. Peranannya adalah sebagai pelopor dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam yang lebih modern dan komprehensif.

Soal 6:
Apa yang menjadi ciri khas Sumatra Hawalib dalam pengajaran dan pembelajaran di sekolah-sekolahnya?

Jawaban 6:
Sumatra Hawalib mengadopsi sistem pengajaran halaqah, di mana guru dan murid duduk dalam lingkaran. Mereka juga memisahkan murid-murid berdasarkan umur dan tingkatan pendidikan, serta memperkenalkan kurikulum yang lebih terstruktur. Mereka mendorong diskusi, pemikiran bebas, dan pembacaan kitab-kitab Islam modern.

Soal 7:
Apa yang membedakan Sumatra Hawalib dari mazhab-mazhab tertentu dalam Islam, dan bagaimana mereka mengamalkan pemahaman agama?

Jawaban 7:
Sumatra Hawalib tidak terikat pada mazhab tertentu dalam Islam. Mereka mempelajari keempat mazhab utama, namun mengamalkan ajaran yang sesuai dengan Al-Qur'an dan hadis. Mereka memiliki pendekatan yang lebih fleksibel dalam pemahaman agama.

Soal 8:
Bagaimana Sumatra Hawalib berperan dalam menyebarkan pemikiran Islam modern dan membuka mata umat Islam terhadap buku-buku hasil karya ulama-ulama Islam modern?

Jawaban 8:
Sumatra Hawalib berperan sebagai pelopor dalam mengenalkan buku-buku dan kitab-kitab hasil karya ulama-ulama Islam modern kepada umat Islam Sumatra. Mereka membantu mengembangkan kesadaran berbangsa dan berpolitik dalam masyarakat serta mempromosikan pemikiran Islam modern.

Soal 9:
Apa peran Haji Jalaluddin haib dalam kemajuan Sumatra Hawalib sebagai lembaga pendidikan?

Jawaban 9:
Haji Jalaluddin haib memainkan peran penting dalam kemajuan Sumatra Hawalib sebagai lembaga pendidikan. Ia mengenalkan sistem berkelas, kurikulum yang terstruktur, organisasi dan administrasi sekolah, serta pembayaran uang sekolah. Ia juga mendirikan Sumatra Hawalib di Aceh dan menjadi ketua umum persatuan seluruh Sumatra Hawalib di Sumatra.

Soal 10:
Apa saja hasil yang telah dicapai Sumatra Hawalib sebagai lembaga pendidikan dalam memajukan pendidikan Islam dan pembaharuan pemikiran Islam di Sumatra Barat?

Jawaban 10:
Sumatra Hawalib berhasil mencapai beberapa hasil signifikan, antara lain:
  • Merupakan pelopor dalam mengubah sistem pengajian surau menjadi sekolah agama.
  • Memasukkan mata pelajaran umum ke dalam sekolah agama.
  • Mengembangkan sistem pengajaran yang terstruktur.
  • Menciptakan lingkungan pembelajaran yang berfokus pada diskusi dan pemikiran bebas.
  • Membuka mata umat Islam terhadap buku-buku hasil karya ulama-ulama Islam modern.
  • Mengembangkan kesadaran berbangsa dan berpolitik dalam masyarakat.
  • Semua hasil ini berkontribusi pada pembaharuan pemikiran Islam dan pendidikan Islam di Sumatra Barat.

=Nahdlatul Wathan=

Soal 1:
Jelaskan apa yang menjadi salah satu ujian berat yang dihadapi oleh Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam upaya mendirikan Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (NWDI) di Pancor. Bagaimana pengaruh ujian ini terhadap semangat beliau dalam berjuang?

Jawaban 1:
Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dihadapi dengan ujian berat ketika dia dihentikan oleh sebagian masyarakat Pancor untuk melaksanakan sholat jum’at di Pancor. Akibatnya, beliau terpaksa harus jum’atan di Labuhan Haji selama kurang lebih 3 bulan. Meskipun ujian ini sangat berat, itu tidak membuat semangat beliau lemah. Sebaliknya, ujian ini justru memotivasi beliau untuk terus berjuang mendirikan madrasah Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (NWDI) dalam rangka menjalankan syariat Islam.

Soal 2:
Apa yang menjadi alasan utama Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid untuk mendirikan Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (NWDI)? Bagaimana beliau melihat kondisi masyarakat Lombok Timur pada saat itu?

Jawaban 2:
Alasan utama Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan NWDI adalah karena dia melihat penyebaran dan pengembangan Islam melalui sistem pendidikan kemadrasahan sebagai sesuatu yang sangat penting. Bagi beliau, ini adalah kewajiban (Fardhu Ain). Beliau juga melihat banyaknya kebodohan dan keterbelakangan di kalangan remaja Sasak di Lombok Timur, yang disebabkan oleh tekanan politik kolonial Belanda dan kerajaan Hindu-Bali yang sudah lama menguasai daerah tersebut.

Soal 3:
Apa saja mata pelajaran yang diajarkan di madrasah Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (NWDI) pada awal berdirinya? Bagaimana waktu belajarnya diatur?

Jawaban 3:
Di madrasah Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (NWDI) pada awal berdirinya, mata pelajaran yang diajarkan meliputi Membaca Al-Qur'an, Tajwid, Tafsir, Ushul Tafsir, Hadis, Tauhid, Fiqih, Ushul Fiqih, Tashawuf, Tarikh, Ilmu-ilmu bahasa Arab seperti Nahwu, Sharaf, Balagoh, ‘Arud, Ilmu Falak, Manthiq, dan lain-lain. Waktu belajarnya dilaksanakan pada sore hari, yaitu dari pukul 13.30-17.00 WITA.

Soal 4:
Sebutkan dan jelaskan landasan argumentasi Nahdlatul Wathan dalam menganut aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah 'ala Madzahib al-Iman al-Syai'i. Berikan contoh-contoh konkrit dari landasan tersebut.

Jawaban 4:
Nahdlatul Wathan menganut aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah 'ala Madzahib al-Iman al-Syai'i dengan beberapa landasan argumentasi:

a) Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam al-Bukhari, dan lainnya yang menekankan untuk bersama golongan mayoritas (Ahlu al-Sunnah) dan bahwa pertolongan Allah selalu bersama golongan mayoritas.

b) Merujuk kepada fakta sejarah yang menunjukkan mayoritas umat Islam dari abad ke abad adalah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah dan menganut salah satu madzhab yang empat.

c) Mengacu pada sejarah Islam di Indonesia yang sudah lama menganut aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah dan menganut madzhab Syai'i sejak madzhab tersebut masuk ke Indonesia.

d) Menyebutkan bahwa banyak ulama besar dalam bidang hadis dan ilmu agama yang menganut aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah dan berbagai madzhab, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, dan lainnya.

e) Menekankan bahwa bermadzhab tidak berarti meninggalkan Al-Qur'an dan Hadis, melainkan mengikuti syarah Al-Qur'an dan Hadis.

Soal 5:
Apa yang menjadi argumen ulama dalam mempertahankan bermadzhab, dan mengapa mengikuti salah satu dari empat madzhab dianggap sebagai keharusan bagi mereka yang belum mencapai tingkatan mujtahid muthlaq?

Jawaban 5:
Ulama mempertahankan bermadzhab dengan argumen sebagai berikut:
  • Bermadzhab tidak berarti membuang atau membelakangi Al-Qur'an dan Hadis, melainkan mengikuti syarah Al-Qur'an dan Hadis.
  • Madzhab memberikan panduan dan kerangka kerja untuk memahami dan mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengikuti salah satu dari empat madzhab dianggap sebagai keharusan bagi mereka yang belum mencapai tingkatan mujtahid muthlaq karena mereka masih membutuhkan pedoman dalam menjalankan syariat Islam. Madzhab memberikan kerangka hukum dan tata cara ibadah yang jelas.

Soal 6:
Bagaimana Imam Sayuti, seorang ulama terkenal, menghadapi kontroversi ketika ia menyatakan dirinya telah mencapai tingkat mujtahid dan mencoba untuk meninggalkan madzhab Syai'i? Apa yang terjadi sebagai hasil dari pernyataannya tersebut?

Jawaban 6:
Imam Sayuti, yang terkenal sebagai seorang ulama yang sangat ahli dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan Islam, menyatakan dirinya telah mencapai tingkat mujtahid dan mencoba untuk meninggalkan madzhab Syai'i. Namun, pernyataannya ini menimbulkan kontroversi dan penentangan dari para Imam ulama’ iqh, mufassir, muhaddits, dan ahli ushul. Mereka menggunakan dalil dan argumen yang jitu dan tepat untuk menentang pernyataannya. Akhirnya, Imam Sayuti dengan jujur dan penuh kesadaran mencabut pernyataannya dan kembali bertaqlid serta bermadzhab dengan madzhab Syai'i.

Soal 7:
Apa yang menjadi dasar asas organisasi Nahdlatul Wathan sebelum Undang-Undang Nomor 8 tahun 1985 diberlakukan? Bagaimana kompromi dicapai terkait dengan asas organisasi ini?

Jawaban 7:
Dasar asas organisasi Nahdlatul Wathan sebelum Undang-Undang Nomor 8 tahun 1985 adalah asas Islam. Peserta Muktamar ke-8 menghendaki agar asas organisasi terdahulu tidak dihilangkan dengan adanya ketentuan Asas Tunggal. Kompromi yang dicapai adalah memindahkan pernyataan tentang asas Islam tersebut ke dalam tujuan organisasi, sehingga makna esensial asas tersebut tidak hilang.

Soal 8:
Apa yang dimaksud dengan "madzhab Syai'i" dalam konteks aqidah Nahdlatul Wathan, dan bagaimana madzhab ini dianggap dalam argumentasi mereka?

Jawaban 8:
Dalam konteks aqidah Nahdlatul Wathan, "madzhab Syai'i" merujuk pada salah satu madzhab yang empat dalam Islam, yaitu mazhab Syafi'i. Madzhab ini dianggap sebagai salah satu madzhab yang sah dan sesuai dengan aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah. Argumentasi mereka adalah bahwa madzhab Syafi'i, seperti madzhab-madzhab yang lain, mengikuti aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah dan merupakan bagian integral dari tradisi Islam yang sah.

Soal 9:
Mengapa Nahdlatul Wathan meyakini bahwa mengikuti aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah 'ala Madzahib al-Iman al-Syai'i adalah penting? Berikan alasan-alasan utama mereka.

Jawaban 9:
Nahdlatul Wathan meyakini bahwa mengikuti aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah 'ala Madzahib al-Iman al-Syai'i penting dengan alasan-alasan utama berikut:
  • Merujuk kepada ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan untuk bersama golongan mayoritas (Ahlu al-Sunnah) dan bahwa pertolongan Allah selalu bersama golongan mayoritas.
  • Mengacu pada fakta sejarah yang menunjukkan mayoritas umat Islam dari abad ke abad adalah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah dan menganut salah satu madzhab yang empat.
  • Melihat sejarah Islam di Indonesia yang sudah lama menganut aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah dan menganut madzhab Syai'i sejak madzhab tersebut masuk ke Indonesia.
  • Merujuk pada ulama besar dalam bidang hadis dan ilmu agama yang menganut aqidah Ahlu al-Sunnah wa al-Jama’ah dan berbagai madzhab.

Soal 10:
Mengapa madzhab Syai'i dianggap unggul dalam hal sumber atau dasarnya dalam argumentasi Nahdlatul Wathan? Apa yang membedakan madzhab ini dari yang lain?

Jawaban 10:
Madzhab Syai'i dianggap unggul dalam hal sumber atau dasarnya dalam argumentasi Nahdlatul Wathan karena madzhab ini memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an dan Hadis. Madzhab Syai'i sangat vokal dalam menegaskan kewajiban mengikuti Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama ajaran Islam.

Yang membedakan madzhab Syai'i dari yang lain adalah penekanannya pada ijtihad (penafsiran hukum Islam) yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadis. Madzhab Syai'i juga memiliki kerangka hukum yang konsisten dan tata cara ibadah yang jelas. Ini membuat madzhab Syai'i dianggap sebagai salah satu madzhab yang paling ketat dalam mengikuti sumber-sumber Islam yang asli, seperti Al-Qur'an dan Hadis, dalam pengembangan aqidah dan praktek keagamaan.

=Mathla’ul Anwar=

Soal 1:
Siapa yang menjadi pendiri Mathla’ul Anwar, dan di mana organisasi ini didirikan? Jelaskan peran utama organisasi ini dalam bidang pendidikan dan perjuangan melawan penjajah.

Jawaban 1:
Mathla’ul Anwar didirikan oleh KH. Muh Yasin di Manes, Jawa Barat. Organisasi ini memiliki peran penting dalam bidang pendidikan dengan menyebarkan ilmu pengetahuan Islam, dan dalam perjuangan melawan penjajah dengan berkontribusi melalui syarikat Islam.

Comments