70 Soal Pilihan Ganda BAB 5 Meneladani Jejak Langkah Ulama Indonesia yang Mendunia - PAI Kelas 11 SMA/SMK


Berikut adalah 70 contoh soal pilihan ganda BAB 5 Meneladani Jejak Langkah Ulama Indonesia yang Mendunia mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 11 SMA/SMK beserta jawabannya materi:
A. Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani
B. Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari
C. Jejak dan Langkah Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani
D. Jejak dan Langkah Nuruddin bin Ali ar-Raniri
E. Jejak dan Langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili
F. Jejak Langkah Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani
G. Jejak dan Langkah Hamzah al-Fansuri

A. Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

1. Siapa ulama Indonesia yang dikenal dengan sebutan Sayyidul Hijaz dan memiliki jalur nasab dari Sayyidina Husein dan Sayyidina Hasan, cucu Rasulullah Saw.?
A) Pangeran Diponegoro
B) Syaikh Yusuf Abul Mahasin
C) Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani
D) Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani
E) Nuruddin bin Ali ar-Raniri
Jawaban: C

2. Di mana Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani lahir?
A) Serang, Banten
B) Makassar, Sulawesi Selatan
C) Yogyakarta, DIY
D) Jakarta, DKI Jakarta
E) Bandung, Jawa Barat
Jawaban: A

3. Apa yang membuat Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani dikenal di Timur Tengah dan diberi gelar Sayyidul Hijaz?
A) Karena dia adalah keturunan Sayyidina Husein
B) Karena dia pernah menjadi imam di Masjidil Haram
C) Karena dia adalah pendiri Nadlatul Ulama (NU)
D) Karena dia memiliki banyak murid dari Asia Tenggara
E) Karena dia adalah pendiri pesantren terkenal di Timur Tengah
Jawaban: B

4. Apa alasan utama Imam Nawawi Banten menulis kitab-kitab komentar (syarh) dari karya-karya ulama sebelumnya?
A) Karena permintaan pihak lain
B) Karena dia ingin mendapatkan gelar Sayyidul Hijaz
C) Karena dia ingin menjadi imam di Masjidil Haram
D) Karena dia ingin menjadi guru besar di Al-Azhar
E) Karena dia ingin melindungi karya-karya ulama dari perubahan dan pengurangan
Jawaban: E

5. Berapa usia Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani ketika beliau wafat?
A) 60 tahun
B) 75 tahun
C) 84 tahun
D) 90 tahun
E) 100 tahun
Jawaban: C

6. Siapa pendiri Nadlatul Ulama (NU) yang juga merupakan salah satu murid Imam Nawawi Banten?
A) Pangeran Diponegoro
B) Syekh Ahmad Khatib Sambas
C) Pangeran Antasari
D) Hadratusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari
E) Hamzah al-Fansuri
Jawaban: D

7. Di mana Imam Nawawi Banten mengajar dan menjadi imam?
A) Masjidil Haram
B) Masjidil Aqsa
C) Masjid Nabawi
D) Masjid Istiqlal
E) Masjid Agung Banten
Jawaban: A

8. Karya-karya Imam Nawawi Banten menjadi bagian dari kurikulum Pendidikan Agama di pesantren di seluruh negara-negara berikut, kecuali:
A) Indonesia
B) Malaysia
C) Filipina
D) Saudi Arabia
E) Timur Tengah
Jawaban: D

9. Apa yang menjadi fokus utama karya-karya Imam Nawawi Banten?
A) Pemikiran filsafat
B) Sejarah Indonesia
C) Komentar (syarh) dari karya-karya ulama sebelumnya
D) Puisi dan sastra
E) Teknologi dan sains modern
Jawaban: C

10. Apa yang membuat Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani dikenal di Timur Tengah dan diberi gelar Sayyidul Hijaz?
A) Karena dia adalah keturunan Sayyidina Husein
B) Karena dia pernah menjadi imam di Masjidil Haram
C) Karena dia adalah pendiri Nadlatul Ulama (NU)
D) Karena dia memiliki banyak murid dari Asia Tenggara
E) Karena dia adalah pendiri pesantren terkenal di Timur Tengah
Jawaban: B

B. Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

1. Di mana Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari dilahirkan?
A) Makassar, Sulawesi Selatan
B) Jakarta, DKI Jakarta
C) Yogyakarta, DIY
D) Surabaya, Jawa Timur
E) Gowa, Sulawesi Selatan
Jawaban: E

2. Kapan Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari wafat?
A) 3 Juli 1626
B) 23 Mei 1699
C) 15 Juni 1639
D) 23 Mei 1705
E) 23 Mei 1672
Jawaban: B

3. Siapa yang mengangkat Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari sebagai Muti Kesultanan Banten?
A) Sultan Ageng Tirtayasa
B) Sultan Alauddin
C) Sultan Abdul Jalil
D) Syekh Nuruddin ar-Raniri
E) Ali Karaeng Bisai
Jawaban: A

4. Di manakah Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari diasingkan setelah ditangkap oleh Belanda?
A) Makkah
B) Aceh
C) Sri Lanka
D) India Selatan
E) Afrika Selatan
Jawaban: C

5. Apa yang membuat Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari dikenal sebagai "Tuanta Salamaka ri Gowa"?
A) Gelar Pahlawan Nasional
B) Nama belakangnya Tajul Khalwati
C) Tempat kelahirannya di Gowa
D) Kemampuannya dalam tarekat Khalwatiyah
E) Persahabatannya dengan Sultan Alauddin
Jawaban: C

6. Berapa usia Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari ketika beliau wafat?
A) 72 tahun
B) 45 tahun
C) 55 tahun
D) 80 tahun
E) 67 tahun
Jawaban: A

7. Apa yang menjadi fokus utama ajaran tarekat Khalwatiyah yang diajarkan oleh Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari?
A) Peningkatan kualitas akhlak
B) Keterampilan berbahasa Arab
C) Ilmu astronomi
D) Kecakapan berdagang
E) Seni musik tradisional
Jawaban: A

8. Salah satu karya tulis terkenal Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari adalah "Safinat an-Najah". Apa isi dari karya ini?
A) Buku panduan berdagang
B) Panduan melakukan perjalanan ke Timur Tengah
C) Penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lokal
D) Penjelasan tentang tarekat Qadiriyah
E) Penjelasan tentang cara berdzikir dan akhlak yang mulia
Jawaban: E

9. Di mana jenazah Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari awalnya dimakamkan setelah wafat?
A) Afrika Selatan
B) Jakarta, Indonesia
C) Makkah, Arab Saudi
D) Gowa, Sulawesi Selatan
E) Sri Lanka
Jawaban: D

10. Apa penghargaan yang diberikan kepada Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari oleh Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki?
A) Penghargaan Pahlawan Nasional Indonesia
B) Gelar "Salah Seorang Putra Afrika Terbaik"
C) Gelar "Tuan Guru Penyelamat kita dari Gowa"
D) Gelar Mursyid Tarekat Khalwatiyah
E) Penghargaan Oliver Hambo
Jawaban: B

C. Jejak dan Langkah Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

1. Dimana Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani dilahirkan?
A) Palembang, Sumatera Selatan
B) Makassar, Sulawesi Selatan
C) Jakarta, DKI Jakarta
D) Yogyakarta, DIY
E) Bandung, Jawa Barat
Jawaban: A

2. Kapan Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani wafat?
A) 1704 M
B) 1789 M
C) 1116 H
D) 1203 H
E) 1635 M
Jawaban: B

3. Siapa yang merupakan guru penting dalam pembentukan intelektualitas dan spiritualitas Abdus Samad al-Jawi al-Palimbani?
A) Syeikh Abdul Jalil
B) Syeikh Abul Hasan al-Asy’ari
C) Muhammad bin Samman
D) Syeikh Abdul Rauf Singkel
E) Sultan Alauddin
Jawaban: C

4. Apa nama dua kitab terkenal yang ditulis oleh Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani?
A) Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin
B) Safinat an-Najah dan Zubdad al-Asrar
C) Taj al-Asrar dan Fath Kaiiyyah az-Dzikir
D) Zubdat at-Tawarikh dan Al-Fatihah
E) Matan Ilmu-Ilmu Arabiyah dan Lubab Ihya` ‘Ulum al-Din
Jawaban: A

5. Pada usia berapa Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani mulai belajar di Patani?
A) 18 tahun
B) 25 tahun
C) 30 tahun
D) 15 tahun
E) 20 tahun
Jawaban: D

6. Apa yang menjadi fokus utama pembelajaran Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani di Patani?
A) Ilmu astronomi
B) Ilmu kalam/ushuluddin
C) Ilmu tafsir Al-Quran
D) Ilmu matematika
E) Ilmu hukum Islam
Jawaban: B

7. Bagaimana peran Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani dalam perkembangan intelektualisme Nusantara?
A) Pahlawan Nasional Indonesia
B) Ulama yang berperan dalam menjaga warisan budaya
C) Pelopor perkembangan ilmu pengetahuan di Nusantara
D) Pemimpin politik Nusantara
E) Pengajar di Mesir
Jawaban: C

8. Dalam perjalanan belajarnya, Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani belajar kepada guru-guru terkenal di berbagai tempat. Di manakah tempat beliau berguru?
A) Kedah dan Aceh
B) India dan Cina
C) Mesir dan Turki
D) Arab Saudi dan Yaman
E) Inggris dan Perancis
Jawaban: A

9. Apa yang menjadi fokus utama ajaran Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani dalam kaitannya dengan perkembangan sosial, politik, dan keagamaan di Nusantara?
A) Peningkatan akhlak individu
B) Pendidikan anak-anak
C) Pembangunan infrastruktur
D) Kegiatan perdagangan
E) Pemimpin politik
Jawaban: A

10. Apa yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dari jejak langkah Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani?
A) Prestasi hanya dapat dicapai melalui keturunan Arab
B) Capaian besar memerlukan usaha dan kepemimpinan
C) Guru-guru tidak memiliki peran penting dalam pembelajaran
D) Fokus pada kegiatan sosial daripada belajar
E) Capaian besar tidak mungkin dicapai dalam hidup
Jawaban: B

D. Jejak dan Langkah Nuruddin bin Ali ar-Raniri

1. Apa nama lengkap dari Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri?
A) Muhammad Hamid al-uraisyi
B) Muhammad bin ‘Ali bin Hasanji
C) Nuruddin Ar-Raniri
D) Hasanji bin Muhammad
E) Syekh Nuruddin al-Jawi
Jawaban: B

2. Dari mana asal kelahiran Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri?
A) Aceh
B) Jawa
C) Gujarat India
D) Malaka
E) Semenanjung Malaya
Jawaban: C

3. Pada masa kepemimpinan siapa Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri menjadi penasehat kesultanan Aceh?
A) Sultan Iskandar Tsani
B) Sultan Iskandar Tani
C) Sultan Iskandar II
D) Sultan Nuruddin
E) Sultan Hamzah Fansuri
Jawaban: B

4. Apa jabatan yang dipegang oleh Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri di Aceh?
A) Sultan
B) Wazir
C) Kadi Malik al-Adil
D) Imam Besar
E) Panglima Perang
Jawaban: C

5. Apa yang menjadi kontribusi utama Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri dalam perkembangan Islam di Nusantara?
A) Menulis karya sastra
B) Mengembangkan tradisi lokal
C) Menentang tradisi Islam Timur Tengah
D) Membawa tradisi Islam sambil mengurangi tradisi lokal
E) Berperan dalam politik kerajaan Aceh
Jawaban: D

6. Karya tulis apa yang ditulis oleh Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri untuk menyanggah paham wujudiyah?
A) Bustan as-Salatin
B) Hikayat Inderaputera
C) Syarab al-‘Asyiqin
D) Hill az-Dzill
E) Taj as-Salatin
Jawaban: D

7. Apa yang menjadi ciri khas pengetahuan Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri?
A) Terbatas pada fikih
B) Terfokus pada politik
C) Meliputi banyak bidang ilmu
D) Hanya berfokus pada mistisisme
E) Tidak memiliki pengetahuan yang luas
Jawaban: C

8. Kitab apa yang ditulis oleh Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri sebagai respons terhadap aliran wujudiyah?
A) Hikayat Seri Rama
B) Syarab al-‘Asyiqin
C) Taj as-Salatin
D) Asrar al-‘Arifin
E) Hill az-Dzill
Jawaban: B

9. Mengapa Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri meninggalkan Aceh dan kembali ke tanah kelahirannya di Ranir?
A) Konflik dengan Sultan Aceh
B) Tuntutan pendidikan di Gujarat India
C) Kesehatan yang buruk
D) Konflik dengan ulama lain
E) Pensiun dari jabatan sebagai penasehat
Jawaban: A

10. Apa yang menjadi tujuan utama dari karya-karya Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri?
A) Menyingkap objek pengetahuan
B) Menyebarkan tradisi lokal
C) Mempromosikan mistisisme
D) Menolak ajaran Islam Timur Tengah
E) Membangun paham wujudiyah
Jawaban: A

E. Jejak dan Langkah Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili

1. Apa sebutan gelar yang terkenal bagi Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili?
A) Syekh Fansur
B) Tengku Syiah Kuala
C) Syekh Singkil
D) Tengku Ali Jawi
E) Syekh Aceh
Jawaban: B

2. Kapan tahun kelahiran Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili?
A) 1024 M
B) 1105 H
C) 1693 M
D) 1615 M
E) 1083 H
Jawaban: D

3. Dari mana asal keluarga Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili berasal?
A) Persia
B) Arabia
C) Minang Pesisir
D) Batak Singkil
E) Aceh
Jawaban: C

4. Apa yang menjadi kontribusi utama Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili dalam penyebaran Islam di Nusantara?
A) Menulis banyak buku
B) Mengajar di berbagai pesantren
C) Mendirikan banyak masjid
D) Mengembangkan tarekat Syathariah
E) Berperan sebagai pangeran
Jawaban: D

5. Siapa salah satu murid terkenal Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili yang berasal dari Sumatra Barat?
A) Syekh Abdul Muhyi Pamijahan
B) Syekh Burhanuddin Ulakan
C) Abdul Malik bin Abdullah
D) Dawud al-Jawi ar-Rumi
E) Syekh Abdul Qadir Jailani
Jawaban: B

6. Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili dikenal sebagai Poros sejumlah ulama Nusantara karena...
A) Berasal dari Aceh
B) Membangun banyak masjid
C) Menulis banyak karya
D) Mendirikan tarekat Syathariyah
E) Berperan dalam peradaban Islam di Kepulauan Indonesia
Jawaban: E

7. Karya tulis yang terkenal dari Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili adalah...
A) Syair Ma'rifat
B) Tarjuman al-Mustafid
C) Tafsir Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil
D) Tarekat Syathariyah
E) Syair Ma'arifat
Jawaban: B

8. Tafsir Al-Qur'an pertama dalam bahasa Melayu yang diterjemahkan oleh Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili adalah...
A) Tafsir Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta'wil
B) Tafsir Ma'rifat al-Qur'an
C) Tarjuman al-Mustafid
D) Tafsir Aceh
E) Tafsir Singkil
Jawaban: C

9. Di mana Tarjuman al-Mustafid diterbitkan pada tahun 1884 M/1885 M?
A) Aceh
B) Singkil
C) Pariaman
D) Bukittinggi
E) Istanbul, Turki
Jawaban: E

10. Apa yang menjadi ciri khas dari karya sastra Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili?
A) Penekanan pada fiksi
B) Bahasa yang sulit dipahami
C) Penggunaan bahasa Arab secara eksklusif
D) Penyebaran gagasan suistik melalui sastra
E) Tidak memiliki karya sastra yang terkenal
Jawaban: D

F. Jejak Langkah Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

1. Apa yang menjadi asal usul nama "Mbah Sholeh Darat"?
A) Nama keluarganya adalah Darat
B) Beliau lahir di daerah Darat
C) Nama ayahnya adalah Darat
D) Beliau sering tinggal di daerah Darat
E) Nama desanya adalah Darat
Jawaban: D

2. Di mana Mbah Sholeh Darat dilahirkan?
A) Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara
B) Desa Kedung Cumpleng, Kecamatan Mayong
C) Dukuh Kedung Cumpleng, Desa Ngroto
D) Semarang Barat
E) Pantai utara Semarang
Jawaban: C

3. Nama lengkap Mbah Sholeh Darat mengindikasikan bahwa beliau merupakan seorang...
A) Pahlawan Nasional
B) Ulama Besar di Jawa
C) Penulis Terkenal
D) Ahli Tasawuf
E) Pejuang Kemerdekaan
Jawaban: B

4. Hasil didikan Mbah Sholeh Darat dapat ditelusuri dari nama-nama tokoh besar Indonesia, kecuali...
A) KH Hasyim Asy'ari
B) KH Ahmad Dahlan
C) KH Dimyathi Tremas
D) KH Dalhar Watucongol
E) KH Abdus Syakur Senorita
Jawaban: C

5. Mengapa Kiai Sholeh Darat menjadi pengajar di Makkah?
A) Untuk berdagang
B) Untuk mencari jodoh
C) Untuk menuntut ilmu
D) Untuk mencari kekayaan
E) Untuk beribadah haji
Jawaban: C

6. Siapa ulama besar yang menjadi cucu dari Syaikh Ahmad Mutamakkin dan menjadi salah satu gurunya?
A) KH M. Sahid
B) KH Syahid Waturoyo
C) KH Muhammad Shaleh Asnawi
D) KH Abu Abdillah Muhammad Hadi Baguni
E) KH Bisri Syansuri
Jawaban: A

7. Dari wilayah manakah Kiai Sholeh Darat mendapatkan ilmu dari gurunya yang berasal dari luar Nusantara?
A) Hijaz (Arab Saudi)
B) Mesir
C) Suriah
D) Palestina
E) Mesir dan Suriah
Jawaban: E

8. Apa yang dapat dicontoh dari perjalanan ilmu Kiai Sholeh Darat?
A) Menghindari perguruan Nusantara
B) Hanya menimba ilmu dari gurunya sendiri
C) Menimba ilmu di wilayah Hijaz
D) Tidak pernah menimba ilmu dari luar Nusantara
E) Menghindari pendidikan formal di pesantren
Jawaban: C

9. Salah satu contoh teladan yang dapat dicontohi dari Kiai Sholeh Darat adalah...
A) Menghindari wanita-wanita muslim
B) Hanya menimba ilmu dari Nusantara
C) Menyebarkan ilmu di wilayah Makkah
D) Menghindari kiai-kiai masyhur dalam ilmu batin
E) Mendidik wanita-wanita muslim
Jawaban: E

10. Apa dampak dari upaya Kiai Sholeh Darat dalam mendidik wanita-wanita muslim?
A) Wanita menjadi kelas dua
B) Tidak ada dampak yang signifikan
C) Wanita Indonesia tidak berperan dalam kemerdekaan
D) Wanita Indonesia menjadi tokoh emansipasi seperti R.A. Kartini
E) Wanita tetap di bawah cengkeraman penjajah Belanda
Jawaban: D

G. Jejak dan Langkah Hamzah al-Fansuri

1. Darimana asal usul nama "al-Fansuri"?
A) Nama kota tempat tinggalnya, Fansur
B) Nama keluarganya yang Arab
C) Nama kota kelahirannya, Barus
D) Nama ayahnya, Fansuri
E) Nama kerajaan tempatnya menulis karya
Jawaban: A

2. Bahasa apa yang dikuasai oleh Hamzah al-Fansuri selain bahasa Melayu?
A) Jawa dan Arab
B) Arab dan Hindi
C) Siam dan Hindi
D) Arab dan Persia
E) Persia dan Jawa
Jawaban: D

3. Mengapa nama "al-Fansuri" terkait dengan kata "Pancur"?
A) Nama keluarga al-Fansuri berasal dari Pancur
B) Pancur adalah kota kelahiran al-Fansuri
C) Pancur adalah kota di mana al-Fansuri menimba ilmu
D) Pancur adalah nama dari salah satu karyanya
E) Pancur adalah pusat pendidikan Islam tempat al-Fansuri tinggal
Jawaban: E

4. Apa dampak inovasi Hamzah al-Fansuri dalam sastra Melayu?
A) Puisi Melayu menjadi lebih terstruktur
B) Puisi Melayu mendapat pengaruh Persia yang kuat
C) Puisi Melayu lebih mengutamakan rima a-a-b-a
D) Puisi Melayu menjadi lebih kreatif dengan penggunaan bahasa Arab dan Persia
E) Puisi Melayu menjadi lebih singkat dan padat
Jawaban: D

5. Karya-karya yang dikarang oleh Hamzah al-Fansuri banyak membahas tentang aspek...
A) Sejarah Melayu
B) Dakwah Islam
C) Pendidikan Jawa
D) Politik Melayu
E) Keindahan Alam
Jawaban: B

6. Berapa jumlah bait dalam syair karya Hamzah al-Fansuri?
A) 10-15 bait
B) 13-21 bait
C) 21-25 bait
D) 26-30 bait
E) 31-35 bait
Jawaban: B

7. Apa yang menjadi ciri khas rima dalam puisi Hamzah al-Fansuri?
A) a-a-a-a
B) a-a-b-a
C) b-a-b-a
D) a-b-a-b
E) a-b-b-a
Jawaban: A

8. Dalam karya-karyanya, Hamzah al-Fansuri banyak dipengaruhi oleh puisi dari...
A) Jawa
B) Siam
C) Arab
D) Persia
E) Melayu
Jawaban: D

9. Salah satu karya Hamzah al-Fansuri yang membahas tentang perdagangan adalah...
A) Syair Burung Unggas
B) Syair Dagang
C) Syair Perahu
D) Syair Si Burung pipit
E) Syair Sidang Fakir
Jawaban: B

10. Apa yang dikagumi oleh Valentijn tentang Hamzah al-Fansuri?
A) Keterampilan berdagang
B) Kemahiran berbahasa Persia
C) Keahlian dalam ilmu astronomi
D) Kehebatan dalam berperang
E) Syair dan puisinya yang menakjubkan
Jawaban: E

Comments