Apa Makna Hidup Bakti Religius/Hidup Membiara?

Apa makna hidup bakti religius/hidup membiara?

Jawaban:

Makna hidup bakti religius/hidup membiara adalah penyerahan diri secara total kepada Tuhan dengan mendedikasikan hidup untuk melayani sesama dan menjalani hidup sederhana dalam komunitas. Para biarawan/wati menyatukan diri dengan Tuhan melalui doa, meditasi, dan kontemplasi, menghabiskan hidup untuk membantu orang lain, dan menemukan kebahagiaan sejati dalam persaudaraan dan kesederhanaan.

Penjelasannya:

Hidup bakti religius/hidup membiara merupakan pilihan istimewa untuk mendedikasikan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Para biarawan/wati memilih jalan hidup ini untuk membangun hubungan yang lebih intim dengan Sang Pencipta melalui doa, meditasi, dan kontemplasi. Keseharian mereka diwarnai dengan rutinitas doa bersama di kapel, meditasi pribadi, dan suasana komunitas yang kondusif untuk pertumbuhan rohani.

Hidup bakti religius juga berarti mengabdikan diri untuk melayani sesama. Para biarawan/wati mendedikasikan hidup mereka untuk membantu orang lain dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Contohnya, para suster di komunitas St. Fransiskus Assisi berkarya di berbagai tempat, seperti kantor yayasan, rumah jahit, sekolah, dan komunitas lansia. Mereka juga menanam sayur dan buah untuk membantu kebutuhan dapur dan saling menyapa serta memperhatikan sesama anggota komunitas, terutama para suster lansia.

Hidup dalam komunitas menjadi salah satu ciri khas hidup bakti religius. Para biarawan/wati hidup bersama, berbagi sumber daya, dan saling mendukung dalam suka dan duka. Kebiasaan hidup bersama ini ditekankan dengan nilai-nilai kesederhanaan dan persaudaraan. Hal ini terlihat dalam penggunaan jubah dan selayar yang sederhana, kebersamaan dalam doa, makan, dan aktivitas lainnya, serta saling membantu dan mendukung dalam suka dan duka.

Meskipun hidup membiara memiliki tantangannya sendiri, bagi mereka yang menjalaninya dengan penuh komitmen, hidup ini dapat membawa kedamaian dan kebahagiaan sejati. Rasa syukur atas anugerah Tuhan dan kehidupan dalam komunitas, semangat dan cinta dalam menjalani tugas perutusan, sukacita dan kehangatan dalam persaudaraan, serta pertanyaan "Ada sukacita?" sebagai pengingat untuk saling menguatkan menjadi bukti nyata kebahagiaan yang mereka rasakan.

Pada intinya, hidup bakti religius/hidup membiara merupakan panggilan khusus untuk mendedikasikan diri sepenuhnya kepada Tuhan, melayani sesama, dan menjalani hidup sederhana dalam komunitas. Bagi mereka yang memilih jalan ini, hidup membiara dapat membawa makna, kedamaian, dan kebahagiaan sejati.

Komentar