Apa Tugas Istimewa Kaum Awam Menurut Ajaran Gereja?

Apa tugas istimewa kaum awam menurut Ajaran Gereja?

Jawaban:

Tugas istimewa kaum awam menurut Ajaran Gereja adalah mencari Kerajaan Allah dengan mengurusi hal-hal duniawi, menjadi ragi di dunia, menyinari dan mengatur hal-hal duniawi dengan terang Injil, dan memberikan kesaksian tentang Kristus.

Penjelasannya:

Kaum awam, sebagai bagian integral dari Gereja Katolik, memiliki peran istimewa dalam membangun Kerajaan Allah di dunia. Berdasarkan Konstitusi Dogmatis tentang Gereja, Lumen Gentium, artikel 31, tugas istimewa kaum awam meliputi:

1. Mencari Kerajaan Allah dalam Hal-Hal Duniawi

Kaum awam hidup dan berkarya di tengah dunia, dengan tugas mengurusi hal-hal duniawi seperti pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sosial. Dalam menjalankan tugas ini, kaum awam didorong untuk selalu mengacu pada kehendak Allah dan berusaha membangun dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera, sesuai dengan nilai-nilai Injil.

2. Menjadi Ragi di Dunia

Kaum awam diibaratkan sebagai ragi yang membawa pengaruh positif di dunia. Sama seperti ragi yang membuat roti mengembang, kaum awam diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai kasih, keadilan, dan perdamaian di tengah-tengah masyarakat.

3. Menyinari dan Mengatur Hal-Hal Duniawi

Kaum awam memiliki tanggung jawab untuk menyinari dan mengatur hal-hal duniawi dengan terang Injil. Hal ini berarti menggunakan pengetahuan, bakat, dan keahlian mereka untuk membangun dunia yang lebih baik.

4. Memberikan Kesaksian tentang Kristus

Tugas istimewa kaum awam yang terakhir adalah memberikan kesaksian tentang Kristus melalui kata-kata dan tindakan mereka. Mereka harus menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah pengikut Kristus yang sejati.

Tugas istimewa kaum awam ini tidak berarti bahwa mereka lebih penting daripada hierarki (para imam dan uskup). Hierarki dan kaum awam memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi. Hierarki bertanggung jawab untuk memimpin dan mengajar umat, sedangkan kaum awam bertanggung jawab untuk menguduskan dunia dari dalam.

Komentar