Apa Saja yang Menjadi Luka-Luka Kesatuan dalam Perjalanan Hidup Gereja?

Apa saja yang menjadi luka-luka kesatuan dalam perjalanan hidup Gereja?

Jawaban:

Luka-luka kesatuan dalam perjalanan hidup Gereja, yaitu perpecahan dan skisma, seperti bidaah, apostasi, dan skisma Timur-Barat. Luka-luka ini disebabkan oleh dosa dan ketidaksempurnaan manusia, seperti keserakahan, ambisi, dan egoisme, serta faktor-faktor eksternal, seperti penganiayaan, nasionalisme, dan ketidakadilan. Luka-luka ini melemahkan kesaksian Gereja, menghambat evangelisasi, dan menyebabkan perpecahan dan konflik.

Penjelasannya:

Gereja Katolik, sebagai Tubuh Mistik Kristus, diidealkan untuk bersatu dalam iman, kasih, dan persekutuan. Namun, dalam perjalanannya, luka-luka kesatuan telah muncul dan menghambat perwujudan ideal tersebut.

Luka-luka ini meliputi perpecahan dan skisma, seperti bidah (penyimpangan dari doktrin iman), apostasi (penolakan total terhadap iman Kristiani), dan skisma (pemisahan diri dari persekutuan dengan Gereja Katolik). Luka-luka lain berasal dari dosa dan ketidaksempurnaan manusia, seperti keserakahan, ambisi, egoisme, ketidakmampuan untuk mengampuni, kurangnya komunikasi, fanatisme, dan sikap menghakimi. Faktor-faktor eksternal seperti penganiayaan, nasionalisme, dan ketidakadilan sosial dan ekonomi juga berkontribusi pada luka-luka ini.

Dampak luka-luka kesatuan ini sangatlah signifikan. Kesaksian Gereja di dunia menjadi lemah, evangelisasi dan misinya terhambat, perpecahan dan konflik terjadi dalam komunitas Kristiani, dan umat Allah merasakan sakit dan penderitaan.

Upaya penyembuhan diperlukan untuk mengatasi luka-luka ini. Dialog dan kerjasama antarumat Kristiani, pengakuan dosa dan pertobatan, upaya rekonsiliasi dan pemulihan persekutuan, serta komitmen terhadap persatuan dan kasih dalam Gereja adalah langkah-langkah yang penting untuk mewujudkan kesatuan yang diidealkan.

Hanya dengan mengatasi luka-luka ini dan terus berusaha untuk bersatu dalam iman, kasih, dan persekutuanlah Gereja Katolik dapat sepenuhnya mewujudkan misinya di dunia.

Komentar