Apa Dasar dan Konsekuensi Gereja Sebagai Umat Allah?

Apa dasar dan konsekuensi Gereja sebagai umat Allah?

Jawaban:

Gereja sebagai umat Allah didasarkan pada kasih dan rencana Allah, yang mewujud dalam panggilan dan inisiatif-Nya, persekutuan, hubungan mesra dengan-Nya, serta karya keselamatan dan peziarahan. Konsekuensinya, semua anggota Gereja memiliki martabat yang sama, tanggung jawab bersama untuk membangun Gereja dan menyebarkan Injil, serta didorong untuk aktif terlibat dengan karunia masing-masing.

Penjelasannya:

Dasar utama Gereja sebagai umat Allah adalah panggilan dan inisiatif Allah. Allah memilih umat-Nya dan mengundangnya untuk masuk ke dalam persekutuan dengan-Nya melalui Yesus Kristus. Persekutuan ini menjadi dasar keberadaan Gereja, di mana umat Allah dipersatukan oleh kasih Allah dan persaudaraan antar sesama.

Gereja menjadi tempat di mana manusia dapat menjalin hubungan yang mesra dengan Allah melalui doa, liturgi, dan sakramen. Umat Allah memiliki misi untuk melanjutkan karya keselamatan Yesus Kristus di dunia, menjadi pewarta Injil dan membangun Kerajaan Allah di bumi.

Sebagai konsekuensi dari hakikatnya sebagai umat Allah, semua anggota Gereja memiliki martabat yang sama dan dipanggil untuk saling melayani. Hierarki dan awam, biarawan dan non-biarawan, semuanya adalah umat Allah dengan peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

Setiap anggota Gereja memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun Gereja dan menyebarkan Injil. Umat Allah harus saling membantu dan mendukung dalam iman dan kasih. Mereka diundang untuk secara aktif terlibat dalam kehidupan menggereja, seperti liturgi, katekese, pelayanan sosial, dan karya pewartaan.

Roh Kudus memberikan berbagai karunia kepada umat Allah untuk membangun Gereja. Setiap orang memiliki karunia yang unik dan harus digunakan untuk melayani dan membangun komunitas.

Dengan demikian, Gereja sebagai umat Allah adalah persekutuan yang hidup dan dinamis, didasarkan pada kasih Allah dan dipersatukan oleh tujuan bersama untuk membangun Kerajaan Allah di bumi.

Komentar