Meneladani Yesus dalam Mengampuni Sesama

Dahulu kala, di bawah hukum Taurat Perjanjian Lama, umat Israel mempersembahkan domba jantan yang tak bercela sebagai korban penyucian dosa. Ritual ini melambangkan kebutuhan manusia akan pengampunan dan penebusan dosa. Allah menuntut persembahan binatang sebagai tanda ketaatan dan pengakuan dosa, serta untuk menjembatani hubungan manusia yang berdosa dengan Allah yang kudus.

Namun, tradisi ini memiliki keterbatasan. Domba jantan hanya dapat menutupi dosa sementara, dan tidak dapat menghapusnya secara permanen. Di sinilah peran Yesus, Anak Domba Allah, menjadi penting. Yesus datang ke dunia untuk memikul beban dosa manusia. Ia menanggung penderitaan dan hukuman akibat dosa dengan rela mati di kayu salib. Sebagai manusia sejati, Yesus merasakan sakit dan siksaan yang luar biasa. Sebagai korban yang tak bercacat, Ia mampu menebus dosa manusia dan memberikan keselamatan.

Yesus menunjukkan teladan kasih dan pengampunan yang luar biasa. Ia mengampuni dosa manusia dengan rela mati di kayu salib, bahkan untuk orang-orang yang telah menyakitinya. Contohnya, ketika disalibkan, Yesus berdoa untuk orang-orang yang telah menyalibkan-Nya, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23:34). Pengorbanan Yesus membebaskan manusia dari hutang dosa dan kutuk maut, serta membuka jalan keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Yesus telah menjadi teladan dalam mengampuni. Ia rela menderita, memikul segala beban dosa manusia, demi keselamatan manusia. Ia melakukannya dengan tulus dan ikhlas tanpa menuntut imbalan. Ia taat pada perintah Bapa, bahkan taat sampai mati di kayu salib. Yesus rela menanggung penderitaan yang luar biasa demi cinta-Nya pada umat manusia.

Kita dapat belajar banyak dari teladan Yesus dalam mengampuni. Kita diajarkan untuk mengampuni orang lain yang telah bersalah kepada kita, meskipun mereka tidak meminta maaf. Kita juga diajarkan untuk tidak membalas dendam, tetapi untuk menunjukkan kasih dan belas kasihan kepada semua orang. Mengampuni tidak mudah, tetapi dengan pertolongan Tuhan, kita dapat belajar untuk mengikuti teladan Yesus dan menjadi pribadi yang penuh kasih dan pengampunan.

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu sudah belajar untuk mengampuni orang lain? Apakah kamu sudah menunjukkan kasih dan belas kasihan kepada semua orang? Marilah kita bersama-sama belajar dari teladan Yesus dan menjadi pribadi yang penuh kasih dan pengampunan.

Komentar