Dampak Positifnya dan Negatifnya untuk Masyarakat Perkotaan dan untuk Perekonomian di Kota Besar, ketika Para Pengusaha Membangun Gedung-Gedung Bertingkat dan Pusat Perbelanjaan

Di mana saja dan dalam bidang apa saja, ketika terjadi perubahan pasti ada konsekuensinya. Perhatikan apa yang terjadi di kota besar, ketika para pengusaha membangun gedung-gedung bertingkat dan pusat perbelanjaan yang bertingkat serta perumahan mewah yang dibangun di atas lahan yang sebelumnya adalah resapan air. Apa yang terjadi di kota besar jika hal ini yang dilakukan? Apa dampak positifnya dan dampak negatifnya baik untuk masyarakat perkotaan dan untuk perekonomian di kota besar? Diskusikan dan berikan penjelasan!

Pertanyaan diatas adalah soal nomor b Kegiatan 2: Mengadakan Pengamatan, Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas 9, Bab 1 Wujud Karya Allah yang Membawa Perubahan, halaman 5.

Jawaban Lengkap:

Pembangunan gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, dan perumahan mewah di kota besar memang membawa perubahan, tetapi perubahan tersebut memiliki konsekuensi positif dan negatif bagi masyarakat dan perekonomian.

Dampak Positif:

Masyarakat:
  • Pembangunan gedung bertingkat meningkatkan akses masyarakat terhadap perkantoran, pusat perbelanjaan, dan perumahan, membuka peluang kerja baru, mempermudah akses terhadap berbagai kebutuhan, meningkatkan pilihan berbelanja, dan menawarkan pilihan hunian modern dengan fasilitas lengkap.
  • Pembangunan infrastruktur seperti jalan layang dan MRT dapat meningkatkan mobilitas masyarakat di kota besar dengan mempermudah pergerakan mereka.
  • Pembangunan ini membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Perekonomian:
  • Pembangunan ini dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dari pembangunan dan bisnis di gedung-gedung tersebut. Pembangunan ini menarik investor dan meningkatkan investasi di kota besar.
  • Meningkatnya investasi dan pendapatan dapat memicu pertumbuhan ekonomi di kota besar.

Dampak Negatif:

Masyarakat:
  • Pembangunan di kota besar dapat memicu kenaikan harga sewa, properti, dan kebutuhan pokok, yang pada akhirnya membebani masyarakat.
  • Meningkatnya jumlah kendaraan dan aktivitas di kota besar berakibat pada kemacetan dan polusi udara yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
  • Pembangunan di atas lahan resapan air berakibat pada berkurangnya ruang hijau, yang dapat meningkatkan risiko banjir dan memperparah dampak perubahan iklim.
  • Harga properti yang tinggi di kota besar mempersulit masyarakat kelas bawah untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak, memperparah ketimpangan sosial dan ekonomi.

Perekonomian:
  • Pembangunan ini dapat memperparah kesenjangan ekonomi. Jurang antara kaya dan miskin semakin lebar, dengan masyarakat kaya semakin kaya dan masyarakat miskin semakin tertinggal.
  • Kota besar berisiko menjadi terlalu bergantung pada sektor jasa. Hal ini dapat menyebabkan terabaikannya sektor lain seperti industri dan pertanian, yang dapat membahayakan ketahanan ekonomi kota.
  • Gelembung properti dan spekulasi di sektor real estate dapat meningkatkan risiko krisis ekonomi. Jika harga properti jatuh, banyak orang yang akan kehilangan investasi mereka dan bank-bank yang memberikan pinjaman akan mengalami kerugian besar.

Kesimpulan:

Pembangunan gedung bertingkat di kota besar memiliki konsekuensi positif dan negatif. Diperlukan perencanaan dan kebijakan yang matang agar pembangunan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dan tidak memperparah masalah yang sudah ada.

Jawaban singkat:

Pembangunan di Kota Besar: Dampak Positif dan Negatif

Dampak Positif:
  • Meningkatkan akses terhadap perkantoran, pusat perbelanjaan, dan perumahan.
  • Membuka peluang kerja baru, mempermudah mobilitas, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
  • Meningkatkan pendapatan daerah, menarik investor, dan memicu pertumbuhan ekonomi.

Dampak Negatif:
  • Meningkatkan biaya hidup, kemacetan, polusi, dan berkurangnya ruang hijau.
  • Memperparah kesenjangan ekonomi, ketergantungan pada sektor jasa, dan risiko krisis ekonomi.

Komentar