Puisi yang Menggambarkan tentang Pemahaman atas Teks Kejadian 9:8–17

Bacalah teks di atas dengan teliti dan perhatikan makna perjanjian Allah dengan manusia serta segala makhluk di dalamnya. Lalu, buatlah puisi yang menggambarkan tentang pemahaman kalian atas teks Kejadian 9:8–17 tersebut di atas!

Pertanyaan diatas adalah soal Kegiatan 3: Membuat Puisi, Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI, Bab 11 Teologi Ekologi, halaman 126.

Jawaban

Berikut adalah puisi yang menggambarkan tentang pemahaman saya atas teks Kejadian 9:8–17:

Perjanjian Allah

Di atas bahtera Nuh,
Allah berjanji,
Tidak akan mendatangkan air bah lagi,
Untuk membinasakan dunia.

Perjanjian ini bukan hanya untuk manusia,
Tetapi juga untuk semua makhluk hidup,
Termasuk tumbuhan dan hewan,
Yang ada di bumi ini.

Perjanjian ini adalah tanda kasih Allah,
Kepada semua ciptaan-Nya,
Dan juga merupakan tanggung jawab manusia,
Untuk memelihara bumi ini.

Manusia harus hidup berdampingan dengan harmonis,
Dengan semua makhluk hidup,
Dan menjaga bumi ini tetap lestari,
Sebagai tanda kasih kita kepada Allah.

Penjelasan

Puisi tersebut menggambarkan pemahaman saya atas teks Kejadian 9:8–17. Puisi tersebut menggarisbawahi bahwa perjanjian Allah dengan manusia dan segala makhluk di dalamnya merupakan tanda kasih Allah kepada ciptaan-Nya. Perjanjian ini juga merupakan tanggung jawab manusia untuk memelihara bumi ini.

Dalam puisi tersebut, saya menggunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti, yaitu dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Saya juga menggunakan metafora "bahtera Nuh" untuk menggambarkan perjanjian Allah. Bahtera Nuh merupakan simbol keselamatan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya dari air bah. Perjanjian Allah juga merupakan simbol keselamatan bagi bumi dan isinya.

Saya berharap puisi ini dapat membantu kita untuk memahami makna perjanjian Allah dengan manusia dan segala makhluk di dalamnya. Perjanjian ini adalah panggilan bagi kita untuk hidup berdampingan dengan harmonis dengan semua makhluk hidup dan menjaga bumi ini tetap lestari.

Komentar