Coba Berbagi Cerita dengan Teman Sebangkumu, Apakah Kamu Merasakan Damai Sejahtera dalam Hidupmu? Jika Ya, Jelaskan Alasannya ataupun Jika Tidak, Jelaskan Alasanmu


Apakah kalian merasa Damai sejahtera?

Coba berbagi cerita dengan teman sebangkumu, apakah kamu merasakan damai sejahtera dalam hidupmu? Jika Ya, jelaskan alasannya ataupun jika tidak, jelaskan alasanmu! Kalian dapat saling berbagi cerita dalam kaitannya dengan damai sejahtera kemudian saling memberikan dukungan dan motivasi sehingga kalian dapat hidup dalam damai dan ucap syukur!

Pertanyaan diatas adalah soal Response Saya: Apakah kalian merasa Damai sejahtera?, Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XII, Bab 7 Damai Sejahtera Menurut Alkitab, halaman 84.

Jawaban:

Berbagi Cerita tentang Damai Sejahtera

Saya: Hai, [Nama teman sebangku]. Bagaimana kabarmu hari ini?

Teman sebangku: Baik. Kamu sendiri?

Saya: Baik juga. Aku mau nanya, apakah kamu merasakan damai sejahtera dalam hidupmu?

Teman sebangku: (Mengangguk) Ya, aku merasakan damai sejahtera dalam hidupku.

Saya: Wah, itu bagus sekali. Bisakah kamu ceritakan kepadaku apa yang membuatmu merasakan damai sejahtera?

Teman sebangku: Ya, tentu saja. Aku merasakan damai sejahtera karena aku memiliki keluarga yang mengasihi dan menyanyangi aku. Mereka selalu ada untukku dalam suka dan duka. Aku juga memiliki guru dan teman yang baik di sekolah. Mereka selalu membantuku jika aku mengalami kesulitan. Aku juga memiliki teman dan tetangga yang baik di lingkungan tempat tinggalku. Mereka selalu ramah dan membantu satu sama lain.

Saya: Aku senang mendengarnya. Itu adalah hal-hal yang sangat berharga dalam hidup.

Teman sebangku: Iya, aku sangat bersyukur atas semua hal yang ada dalam hidupku. Aku merasa sangat beruntung bisa hidup dalam keadaan yang tenang dan nyaman. Aku tidak merasa cemas, khawatir, atau takut.

Saya: Itu memang hal yang sangat penting. Damai sejahtera adalah salah satu hal yang paling berharga dalam hidup.

Teman sebangku: (Mengangguk) Iya, aku setuju. Nah, bagaimana denganmu? Apakah kamu merasakan damai sejahtera dalam hidupmu?

Saya: (Menggeleng) Sayangnya, aku belum merasakan damai sejahtera dalam hidupku.

Teman sebangku: Oh, begitu. Apa yang membuatmu tidak merasakan damai sejahtera?

Saya: Aku merasa kecanduan gadget. Aku selalu bermain hape terus. Akibatnya, aku sering merasa cemas, khawatir, dan takut. Aku juga sering sakit mata dan mengalami gangguan emosi.

Teman sebangku: Wah, itu memang masalah yang serius. Kecanduan gadget bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Saya: Iya, aku tahu. Aku sudah mencoba untuk mengurangi penggunaan gadget, tapi aku masih belum bisa. Aku merasa seperti orang gila dan gelisah jika tidak memegang HP.

Teman sebangku: Aku bisa memahami perasaanmu. Kecanduan gadget memang sulit untuk diatasi.

Saya: Aku ingin bisa merasakan damai sejahtera dalam hidupku. Bagaimana caranya, ya?

Teman sebangku: Aku rasa, kamu perlu mulai mengurangi penggunaan gadget. Kamu bisa mulai dengan mengganti kebiasaan bermain hape dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat, seperti membaca buku, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

Saya: Iya, aku akan mencobanya. Terima kasih atas sarannya.

Teman sebangku: Sama-sama. Aku yakin kamu bisa mengatasi masalah ini.

Saya: Aku akan berusaha.

Teman sebangku: (Mengangguk) Aku akan mendukungmu.

(Mereka tersenyum)

Kesimpulan

Dari percakapan di atas, kita dapat belajar bahwa damai sejahtera adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Damai sejahtera dapat diperoleh dengan memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Dalam percakapan di atas, teman sebangku merasakan damai sejahtera dalam hidupnya karena ia memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya, gurunya, teman-temannya, dan tetangganya. Sedangkan saya tidak merasakan damai sejahtera dalam hidupku karena aku kecanduan gadget, main hape terusssssssssssss 24 jam, sampe lupa kencing, lupa makan, lupa roster pelajaran.

Untuk mengatasi masalah kecanduan gadget, perlu adanya kesadaran dari diri sendiri untuk mengurangi penggunaan gadget. Selain itu, perlu juga ada dukungan dari orang-orang terdekat, seperti keluarga dan teman.

Semoga kita semua dapat hidup dalam damai dan sejahtera.

Comments