Pikirkan tentang Suatu Kesempatan yang Baik Ketika Kalian Bisa Membagikan Pesan Yesus untuk Mengasihi Musuh

Pikirkan tentang suatu kesempatan yang baik ketika kalian bisa membagikan pesan Yesus untuk mengasihi musuh. Pilihlah satu orang atau suatu kelompok secara khusus. Apa yang harus disiapkan untuk menyampaikan perintah Tuhan Yesus ini? Bagaimana menyampaikannya? Tuliskan ini semua dalam buku catatan kalian.

Pertanyaan diatas adalah soal Pengayaan, Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X, Bab 7 Aku dan Sesamaku, halaman 119-120.

Jawaban:

Kesempatan untuk membagikan pesan Yesus untuk mengasihi musuh

Salah satu kesempatan yang baik untuk membagikan pesan Yesus untuk mengasihi musuh adalah saat kita bertemu dengan seseorang yang pernah menyakiti kita. Misalnya, kita pernah bertengkar dengan teman, atau kita pernah di bully oleh seseorang. Saat kita bertemu dengan orang tersebut, kita bisa memulai percakapan dengan menanyakan kabarnya. Kemudian, kita bisa menceritakan bagaimana kita pernah merasa tersakiti olehnya. Setelah itu, kita bisa menyampaikan pesan Yesus untuk mengasihi musuh.

Persiapan untuk menyampaikan pesan Yesus

Sebelum menyampaikan pesan Yesus, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Pertama, kita perlu memahami pesan Yesus tentang mengasihi musuh. Kita bisa mempelajarinya dari Alkitab, misalnya dari Matius 5:44 yang berbunyi, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."

Kedua, kita perlu mempersiapkan hati kita. Kita perlu memiliki hati yang mengampuni dan siap untuk memaafkan orang yang telah menyakiti kita. Kita juga perlu memiliki hati yang rindu untuk membagikan kasih Yesus kepada orang tersebut.

Cara menyampaikan pesan Yesus

Saat menyampaikan pesan Yesus, kita perlu melakukannya dengan cara yang tepat. Kita perlu melakukannya dengan lembut dan penuh kasih. Kita juga perlu melakukannya dengan cara yang tidak memaksa. Berikut adalah beberapa tips untuk menyampaikan pesan Yesus:
  • Mulailah dengan membangun hubungan yang baik dengan orang tersebut.
  • Berikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana Yesus mengasihi musuh-musuh-Nya.
  • Berikan penjelasan tentang mengapa kita harus mengasihi musuh.
  • Berikan kesempatan kepada orang tersebut untuk menanggapi pesan kita.

Kasus khusus

Sebagai contoh, saya bisa membagikan pesan Yesus kepada teman yang pernah bertengkar dengan saya. Saya bisa memulai percakapan dengan menanyakan kabarnya. Kemudian, saya bisa menceritakan bagaimana saya pernah merasa tersakiti olehnya. Setelah itu, saya bisa menyampaikan pesan Yesus dengan mengatakan, "Aku tahu kamu pernah menyakitiku. Aku masih merasa sakit karenanya. Tapi, aku ingin mengampunimu. Aku ingin mengikuti teladan Yesus yang mengasihi musuh-musuh-Nya."

Saya bisa melanjutkan dengan mengatakan, "Yesus mengasihi kita semua, bahkan orang-orang yang telah menyakiti-Nya. Dia mengasihi kita dengan kasih yang tanpa syarat. Dia mengasihi kita bahkan ketika kita tidak layak untuk dikasihi. Kita juga harus mengasihi musuh kita dengan kasih yang sama."

Saya bisa menutup percakapan dengan mengatakan, "Aku tahu ini sulit. Tapi, aku percaya bahwa kita bisa melakukannya. Dengan pertolongan Yesus, kita bisa mengasihi musuh kita dan menunjukkan kasih-Nya kepada dunia."

Kesimpulan

Menyampaikan pesan Yesus untuk mengasihi musuh adalah hal yang sulit, tetapi penting. Dengan mempersiapkan diri dengan baik dan menyampaikan pesan dengan cara yang tepat, kita bisa membagikan kasih Yesus kepada orang lain, bahkan kepada orang yang telah menyakiti kita.

Komentar