Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makna Surat Al-Baqarah Ayat 148: Perintah untuk Berlomba dalam Kebaikan

Dalam Al-Qur'an, Allah Swt. memerintahkan umat manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Perintah ini disampaikan dalam surat Al-Baqarah ayat 148, yang berbunyi:



Artinya: "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (Q.S. al-Baqarah/2: 148)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap umat manusia harus senantiasa berusaha untuk melakukan kebaikan, baik dalam bentuk ibadah kepada Allah Swt. maupun dalam bentuk berbuat baik kepada sesama manusia. Kebaikan yang dilakukan tersebut harus dilakukan dengan penuh semangat dan tanpa pamrih.

Perintah untuk Berlomba dalam Kebaikan

Dalam surat Al-Baqarah ayat 148, Allah Swt. memerintahkan kepada setiap umat manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Perintah ini disampaikan dalam bentuk kalimat perintah yang tegas, yaitu fastabiqul khairat, yang berarti “bersegeralah dalam berbuat kebaikan”.

Jadi, makna yang terkandung dalam surat Al-Baqarah ayat 148 ini adalah bahwa setiap umat manusia harus senantiasa berusaha untuk melakukan kebaikan, baik dalam bentuk ibadah kepada Allah Swt. maupun dalam bentuk berbuat baik kepada sesama manusia. Kebaikan yang dilakukan tersebut harus dilakukan dengan penuh semangat dan tanpa pamrih.

Perintah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan ini memiliki beberapa hikmah, di antaranya:
  • Untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Kebaikan yang dilakukan akan semakin memperkuat keimanan dan ketakwaan seseorang kepada Allah Swt.
  • Untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Kebaikan yang dilakukan akan berdampak positif bagi kehidupan di dunia dan akhirat.
  • Untuk meneladani Rasulullah Saw. Rasulullah Saw. adalah sosok yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.

Kiblat Setiap Umat

Pada awal ayat 148, Allah Swt. menyebutkan bahwa setiap umat manusia memiliki kiblatnya masing-masing. Kiblat dalam konteks ini dapat diartikan sebagai arah tujuan atau pegangan hidup. Setiap umat manusia memiliki pegangan hidup yang berbeda-beda, sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing.

Perbedaan kiblat ini tidak menjadi masalah, selama setiap umat manusia tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebaikan dan kebenaran. Perbedaan kiblat justru dapat menjadi sarana untuk saling mengenal dan belajar satu sama lain.

Kesimpulan

Surat Al-Baqarah ayat 148 merupakan perintah yang sangat penting bagi setiap umat manusia. Perintah ini mengingatkan kita untuk senantiasa berusaha untuk melakukan kebaikan, baik dalam bentuk ibadah kepada Allah Swt. maupun dalam bentuk berbuat baik kepada sesama manusia.

Marilah kita bersama-sama berlomba-lomba dalam kebaikan, agar kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.