Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Setelah rekan-rekan mahasiswa mempelajari materi tentang Akuntansi Manajemen II (Biaya Proses dan Biaya Pesanan), silahkan diskusikan soal berikut

Setelah rekan-rekan mahasiswa mempelajari materi tentang Akuntansi Manajemen II (Biaya Proses dan Biaya Pesanan), silahkan diskusikan soal berikut.

PT.Jaya Karya menggunakan kombinasi dari sistem biaya proses dan sistem biaya pesanan, yang dikenal dengan operations costing.

Jelaskan mengenai hal tersebut dan berikan contoh!

Jawaban:

Sistem biaya operasi (operations costing) adalah kombinasi dari sistem biaya proses dan sistem biaya pesanan. Sistem ini digunakan oleh perusahaan yang memproduksi produk dengan karakteristik yang berbeda-beda, baik dalam hal jenis produk, volume produksi, maupun tingkat kerumitan produk.

Pada sistem biaya operasi, biaya produksi dibebankan ke produk dengan menggunakan metode yang berbeda-beda, tergantung pada jenis produk yang dihasilkan. Untuk produk yang memiliki karakteristik yang sama, biaya produksi dibebankan menggunakan metode biaya proses. Sedangkan untuk produk yang memiliki karakteristik yang berbeda, biaya produksi dibebankan menggunakan metode biaya pesanan.

PT. Jaya Karya memproduksi berbagai jenis produk, mulai dari produk standar yang memiliki volume produksi yang tinggi dan tingkat kerumitan yang rendah, hingga produk khusus yang memiliki volume produksi yang rendah dan tingkat kerumitan yang tinggi. Untuk produk standar, PT. Jaya Karya menggunakan metode biaya proses. Sedangkan untuk produk khusus, PT. Jaya Karya menggunakan metode biaya pesanan.

Berikut adalah contoh penerapan sistem biaya operasi di PT. Jaya Karya:

1. Produk standar
PT. Jaya Karya memproduksi produk standar berupa gelas plastik. Gelas plastik ini memiliki volume produksi yang tinggi dan tingkat kerumitan yang rendah. Oleh karena itu, PT. Jaya Karya menggunakan metode biaya proses untuk membebankan biaya produksi ke produk gelas plastik.

Biaya produksi gelas plastik dibebankan berdasarkan jam kerja langsung. Jam kerja langsung dihitung berdasarkan jumlah tenaga kerja langsung yang terlibat dalam produksi gelas plastik. Biaya bahan baku dan biaya overhead pabrik dibebankan ke produk gelas plastik berdasarkan tarif per unit.

2. Produk khusus
PT. Jaya Karya juga memproduksi produk khusus berupa botol plastik. Botol plastik ini memiliki volume produksi yang rendah dan tingkat kerumitan yang tinggi. Oleh karena itu, PT. Jaya Karya menggunakan metode biaya pesanan untuk membebankan biaya produksi ke produk botol plastik.

Biaya produksi botol plastik dibebankan berdasarkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dibebankan ke produk botol plastik berdasarkan harga pokok sesungguhnya. Sedangkan biaya overhead pabrik dibebankan ke produk botol plastik berdasarkan tarif per unit.

Dengan menggunakan sistem biaya operasi, PT. Jaya Karya dapat memperoleh informasi biaya yang akurat untuk kedua jenis produk yang dihasilkannya. Informasi biaya yang akurat ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti pengambilan keputusan, pengendalian biaya, dan penetapan harga jual.

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan sistem biaya operasi:

Kelebihan:
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis produk, mulai dari produk standar hingga produk khusus.
  • Dapat memberikan informasi biaya yang akurat untuk kedua jenis produk.
  • Dapat memberikan informasi biaya yang lebih detail untuk produk khusus.

Kekurangan:
  • Lebih kompleks dibandingkan dengan sistem biaya proses atau sistem biaya pesanan.
  • Memerlukan sistem akuntansi yang lebih kompleks.

Sistem biaya operasi merupakan sistem biaya yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu, sistem ini dapat digunakan oleh berbagai jenis perusahaan, baik perusahaan yang berskala besar maupun berskala kecil.