Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perubahan Mental pada Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Memasuki Masa Puber

Soal: Bagaimana perubahan mental pada anak laki-laki dan perempuan yang memasuki masa puber

Berikut penjelasan dan jawabannya.

Masa pubertas adalah masa transisi yang penting dalam kehidupan anak. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik dan mental yang signifikan. Perubahan mental pada anak laki-laki dan perempuan yang memasuki masa pubertas dapat meliputi hal-hal berikut:

1. Merasa bingung dengan adanya perubahan fisik

Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas dapat menimbulkan kebingungan dan ketidaknyamanan pada anak. Anak laki-laki akan mengalami pertumbuhan penis dan testis, perubahan suara, dan tumbuh rambut di area wajah dan tubuh. Anak perempuan akan mengalami pertumbuhan payudara, menstruasi, dan tumbuh rambut di area pubis.

Perubahan fisik yang terjadi secara tiba-tiba dapat membuat anak merasa bingung dan tidak nyaman dengan tubuhnya. Anak laki-laki mungkin merasa malu dengan suaranya yang berubah atau rambut yang tumbuh di wajah. Anak perempuan mungkin merasa malu dengan payudara yang mulai tumbuh atau menstruasi.

2. Mengalami krisis identitas diri

Masa pubertas adalah masa di mana anak mulai mencari identitas diri. Anak mulai bertanya-tanya tentang siapa dirinya, apa yang ingin ia lakukan dengan hidupnya, dan bagaimana ia ingin dilihat oleh orang lain. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan dan kecemasan.

Anak mungkin mulai membandingkan dirinya dengan teman-temannya atau orang lain yang mereka lihat di media. Mereka mungkin merasa tidak cukup baik atau tidak cocok dengan kelompok sosial tertentu.

3. Mengalami perubahan suasana hati

Anak yang memasuki masa pubertas cenderung mengalami perubahan suasana hati yang lebih intens. Mereka bisa merasa gembira, sedih, marah, atau takut dengan cepat dan tanpa alasan yang jelas. Perubahan suasana hati ini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi pada tubuh mereka.

Anak mungkin merasa lebih emosional dan sensitif. Mereka mungkin mudah marah, kesal, atau merasa sedih tanpa alasan yang jelas.

4. Mengalami peningkatan minat seksual

Pada masa pubertas, anak mulai mengembangkan minat seksual. Hal ini dapat menimbulkan rasa malu, cemas, atau bahkan bersalah.

Anak mungkin mulai tertarik pada lawan jenis. Mereka mungkin mulai berfantasi tentang seks atau merasa ingin berhubungan seks.

5. Hubungan dengan orang tua menjadi merenggang

Masa pubertas adalah masa di mana anak mulai melepaskan diri dari orang tua dan mencari identitasnya sendiri. Hal ini dapat menyebabkan hubungan antara anak dan orang tua menjadi merenggang.

Anak mungkin mulai merasa tidak membutuhkan orang tua lagi. Mereka mungkin mulai membantah perintah orang tua atau menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman-teman daripada dengan keluarga.

Tips untuk Orang Tua

Perubahan mental pada anak laki-laki dan perempuan yang memasuki masa pubertas dapat menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut adalah beberapa tips untuk orang tua dalam menghadapi perubahan mental pada anak:
  • Bersikaplah sabar dan pengertian. Perubahan mental pada anak adalah hal yang normal. Orang tua harus memahami bahwa anak sedang mengalami perubahan yang besar.
  • Berikan dukungan dan kasih sayang kepada anak. Anak membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari orang tua selama masa pubertas.
  • Bicaralah dengan anak secara terbuka tentang perubahan yang mereka alami. Orang tua harus terbuka dan jujur kepada anak tentang perubahan yang mereka alami.
  • Bantulah anak untuk mengembangkan identitas diri. Orang tua dapat membantu anak untuk mengembangkan identitas diri dengan memberikan mereka kesempatan untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka.
  • Bersikaplah fleksibel dan terbuka terhadap perubahan dalam hubungan dengan anak. Hubungan antara anak dan orang tua akan berubah selama masa pubertas. Orang tua harus siap untuk perubahan ini.

Dengan memahami perubahan mental yang terjadi pada anak, orang tua dapat membantu anak untuk melewati masa pubertas dengan lancar.