Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Langkah-langkah Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi

Cerita fantasi adalah cerita yang berisi hal-hal yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Cerita ini biasanya berisi tentang makhluk-makhluk ajaib, dunia lain, atau peristiwa-peristiwa yang tidak masuk akal.

Menceritakan kembali isi cerita fantasi adalah kegiatan menyampaikan kembali isi cerita tersebut kepada orang lain. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan lisan atau tulisan.

Langkah 1: Membaca cerita dengan cermat dan teliti

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membaca cerita dengan cermat dan teliti. Hal ini dilakukan agar dapat memahami isi cerita secara utuh dan menyeluruh.

Dalam langkah ini, pembaca harus memperhatikan hal-hal berikut:
  • Judul: Judul cerita dapat memberikan gambaran umum tentang isi cerita.
  • Tema: Tema adalah ide pokok atau gagasan utama yang mendasari cerita.
  • Tokoh: Tokoh adalah orang atau makhluk yang terlibat dalam cerita.
  • Latar: Latar adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya cerita.
  • Alur: Alur adalah jalan cerita atau rangkaian peristiwa yang terjadi dalam cerita.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, pembaca akan dapat memahami isi cerita secara utuh dan menyeluruh.

Langkah 2: Memahami isi cerita secara utuh dan menyeluruh

Setelah membaca cerita dengan cermat dan teliti, langkah selanjutnya adalah memahami isi cerita secara utuh dan menyeluruh. Hal ini dilakukan agar dapat menentukan pokok-pokok cerita yang menjadi bagian penting dari cerita.

Dalam langkah ini, pembaca harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Apa yang terjadi di awal cerita?
  • Apa yang terjadi di tengah cerita?
  • Apa yang terjadi di akhir cerita?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, pembaca akan dapat memahami isi cerita secara utuh dan menyeluruh.

Langkah 3: Menentukan pokok-pokok cerita yang menjadi bagian penting dari cerita

Pokok-pokok cerita adalah bagian-bagian penting dari cerita yang harus disampaikan dalam menceritakan kembali isi cerita. Pokok-pokok cerita dapat ditentukan dengan memperhatikan urutan cerita serta unsur-unsur intrinsik cerita, seperti tema, tokoh, latar, dan alur.

Berikut adalah contoh pokok-pokok cerita fantasi:

Pembukaan:
  • Latar: Di sebuah desa terpencil di tengah hutan belantara.
  • Tokoh: Seorang anak bernama Andi.
  • Peristiwa: Andi bertemu dengan seorang peri yang cantik.

Isi:
  • Andi dan peri itu menjadi teman.
  • Peri itu mengajak Andi ke dunianya.
  • Di dunia peri, Andi bertemu dengan makhluk-makhluk ajaib lainnya.

Penutup:
  • Andi harus kembali ke dunianya.
  • Andi berjanji akan kembali lagi ke dunia peri.

Pokok-pokok cerita di atas dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan lebih banyak detail. Misalnya, dalam pokok-pokok cerita pembukaan, dapat ditambahkan detail tentang keadaan desa, penampilan Andi, dan percakapan Andi dengan peri.

Langkah 4: Rangkaikan kembali pokok-pokok cerita secara urut dan lengkap

Langkah terakhir adalah merangkaikan kembali pokok-pokok cerita secara urut dan lengkap. Hal ini dilakukan agar cerita yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh pendengar atau pembaca.

Dalam merangkaikan kembali pokok-pokok cerita, pembaca harus memperhatikan urutan waktu dan peristiwa. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di awal cerita harus disampaikan terlebih dahulu, baru kemudian peristiwa-peristiwa yang terjadi di tengah dan akhir cerita.

Berikut adalah contoh rangkuman cerita fantasi:

Di sebuah desa terpencil di tengah hutan belantara, hiduplah seorang anak bernama Andi. Andi adalah anak yang baik hati dan suka membantu orang lain. Suatu hari, Andi sedang berjalan-jalan di hutan belantara ketika ia bertemu dengan seorang peri yang cantik. Peri itu mengajak Andi ke dunianya. Andi pun setuju dan mengikuti peri itu.

Di dunia peri, Andi bertemu dengan makhluk-makhluk ajaib lainnya. Ia melihat peri-peri yang cantik, elf-elf yang ramah, dan troll-troll yang lucu. Andi pun bersenang-senang bersama makhluk-makhluk ajaib itu.

Setelah beberapa hari di dunia peri, Andi harus kembali ke dunianya. Andi pun berpamitan dengan peri itu. Peri itu berjanji akan kembali lagi ke dunia Andi.

Andi pun kembali ke dunianya. Ia menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya. Teman-temannya tidak percaya pada cerita Andi. Mereka mengira Andi hanya berbohong.

Andi pun merasa sedih. Ia tidak tahu harus berbuat apa untuk meyakinkan teman-temannya.

Suatu hari, peri itu kembali ke dunia Andi. Peri itu muncul di depan Andi dan teman-temannya. Peri itu menceritakan bahwa Andi memang benar-benar pernah ke dunia peri.

Teman-teman Andi pun terkejut. Mereka akhirnya percaya pada cerita Andi. Mereka meminta maaf kepada Andi karena tidak percaya sebelumnya.

Andi pun senang. Ia akhirnya bisa membuktikan bahwa ceritanya benar.

Andi dan peri itu pun menjadi teman baik. Mereka sering bermain bersama di dunia peri.

Akhir

Pada bagian ini, Andi kembali ke dunianya dan menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya. Namun, teman-temannya tidak percaya dan mengira Andi berbohong. Andi pun merasa sedih.

Namun, peri itu kembali ke dunia Andi dan menceritakan bahwa Andi memang benar-benar pernah ke dunia peri. Teman-teman Andi pun akhirnya percaya pada cerita Andi.

Andi pun senang karena akhirnya bisa membuktikan bahwa ceritanya benar. Andi dan peri itu pun menjadi teman baik dan sering bermain bersama di dunia peri.

Pada bagian ini, penulis dapat menambahkan detail-detail tambahan untuk membuat cerita menjadi lebih menarik. Misalnya, penulis dapat menambahkan detail tentang penampilan peri, cara peri mengajak Andi ke dunianya, atau keseruan Andi bermain bersama makhluk-makhluk ajaib di dunia peri.

Selain itu, penulis juga dapat menambahkan pesan moral pada cerita. Misalnya, penulis dapat menyampaikan pesan bahwa kita harus percaya pada diri sendiri dan tidak mudah menyerah.