Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jelaskan Apa yang dimaksud dengan Biaya Proses, dan Apa Saja Tahap Utama dalam Menghitung Biaya Proses?

Jelaskan apa yang dimaksud dengan biaya proses, dan apa saja tahap utama dalam menghitung biaya proses?

Jawaban:

Biaya proses adalah sistem akuntansi biaya yang digunakan untuk membebankan biaya produksi ke produk yang diproduksi secara massal atau dalam proses yang berkelanjutan. Sistem ini mengasumsikan bahwa produk yang diproduksi dalam satu departemen atau proses adalah homogen, sehingga biaya produksi dapat dibebankan ke produk secara rata.

Tahap utama dalam menghitung biaya proses adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan biaya
Tahap ini dilakukan dengan mengumpulkan semua biaya produksi yang terjadi, baik biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, maupun biaya overhead pabrik. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dapat ditelusuri langsung ke produk yang diproduksi, sedangkan biaya overhead pabrik harus dialokasikan ke produk.

2. Alokasi biaya overhead pabrik
Alokasi biaya overhead pabrik dilakukan dengan menggunakan dasar alokasi yang wajar. Dasar alokasi yang umum digunakan adalah jam kerja langsung, jam mesin, atau unit produksi.

3. Pembebanan biaya ke produk
Biaya produksi yang telah dikumpulkan dan dialokasikan kemudian dibebankan ke produk. Pembebanan biaya ke produk dapat dilakukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang, metode pertama masuk pertama keluar (FIFO), atau metode terakhir masuk pertama keluar (LIFO).

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing tahap tersebut:

Pengumpulan biaya

Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi. Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja yang secara langsung terlibat dalam proses produksi. Biaya overhead pabrik adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi, tetapi tidak secara langsung terkait dengan produksi suatu produk.

Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dapat ditelusuri langsung ke produk yang diproduksi. Biaya bahan baku dapat ditelusuri dengan menggunakan kartu bahan baku, sedangkan biaya tenaga kerja langsung dapat ditelusuri dengan menggunakan kartu kerja.

Biaya overhead pabrik harus dialokasikan ke produk. Dasar alokasi yang umum digunakan adalah jam kerja langsung, jam mesin, atau unit produksi.

Alokasi biaya overhead pabrik

Alokasi biaya overhead pabrik dilakukan dengan mengalikan biaya overhead pabrik dengan dasar alokasi yang digunakan. Misalnya, jika biaya overhead pabrik sebesar Rp100.000.000 dan dasar alokasinya adalah jam kerja langsung, maka biaya overhead pabrik yang dialokasikan ke produk adalah sebesar Rp100.000.000 / 1.000 jam kerja langsung = Rp100 per jam kerja langsung.

Pembebanan biaya ke produk

Pembebanan biaya ke produk dapat dilakukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang, metode pertama masuk pertama keluar (FIFO), atau metode terakhir masuk pertama keluar (LIFO).

Metode rata-rata tertimbang adalah metode yang paling umum digunakan. Metode ini mengasumsikan bahwa biaya produksi rata-rata untuk semua produk yang diproduksi selama periode tertentu adalah sama.

Metode pertama masuk pertama keluar (FIFO) mengasumsikan bahwa produk yang pertama kali diproduksi adalah produk yang pertama kali dijual.

Metode terakhir masuk pertama keluar (LIFO) mengasumsikan bahwa produk yang terakhir kali diproduksi adalah produk yang pertama kali dijual.