JAWABAN! Buatlah analisis tentang hubungan antara pola tempat tinggal dengan bercocok tanam


Pola tempat tinggal manusia purba mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Pada masa berburu dan meramu, manusia purba hidup secara nomaden, berpindah-pindah tempat untuk mencari sumber makanan. Namun, pada masa bercocok tanam, manusia purba mulai menetap di suatu tempat untuk bercocok tanam.

Pola tempat tinggal yang menetap

Pola tempat tinggal yang menetap muncul karena adanya kegiatan bercocok tanam. Bercocok tanam membutuhkan lahan yang luas dan sumber air yang cukup. Untuk dapat menjaga tanaman dari hama dan penyakit, serta memastikan ketersediaan air, manusia purba perlu menetap di suatu tempat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pola tempat tinggal

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola tempat tinggal manusia purba, yaitu:

1. Sumber air
Sumber air merupakan faktor penting bagi kehidupan manusia, termasuk untuk bercocok tanam. Manusia purba akan memilih tempat tinggal yang dekat dengan sumber air, seperti sungai, danau, atau mata air.

2. Lahan yang subur
Lahan yang subur merupakan syarat penting untuk bercocok tanam. Manusia purba akan memilih tempat tinggal yang memiliki lahan yang subur, seperti di daerah dataran rendah atau di kaki gunung.

3. Keamanan
Manusia purba juga perlu mempertimbangkan faktor keamanan dalam memilih tempat tinggal. Mereka akan memilih tempat tinggal yang aman dari serangan hewan buas atau musuh.

Contoh pola tempat tinggal pada masa bercocok tanam

Pada masa bercocok tanam, manusia purba mulai membangun perkampungan-perkampungan kecil. Perkampungan-perkampungan ini biasanya terletak di dekat sumber air dan lahan yang subur.

Salah satu contoh pola tempat tinggal pada masa bercocok tanam adalah rumah panggung. Rumah panggung dibangun di atas permukaan tanah untuk menghindari banjir dan serangan hewan buas. Rumah panggung juga dibangun dengan bahan-bahan yang mudah didapat, seperti kayu dan bambu.

Jadi, jawaban soal “Buatlah analisis tentang hubungan antara pola tempat tinggal dengan bercocok tanam” adalah sebagai berikut:

Pola tempat tinggal manusia purba dan kegiatan bercocok tanam memiliki hubungan yang sangat erat. Pola tempat tinggal yang menetap merupakan hasil dari kegiatan bercocok tanam. Bercocok tanam membutuhkan lahan yang luas dan sumber air yang cukup. Untuk dapat menjaga tanaman dari hama dan penyakit, serta memastikan ketersediaan air, manusia purba perlu menetap di suatu tempat.

Pola tempat tinggal yang menetap juga memberikan beberapa keuntungan bagi manusia purba, yaitu:
  • Meningkatnya produktivitas pertanian
  • Meningkatnya peradaban manusia
  • Peningkatan interaksi sosial

Demikian analisis tentang hubungan antara pola tempat tinggal dengan bercocok tanam. Semoga bermanfaat.

Comments