Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hubungan Tujuan Pembelajaran, Asesmen, dan Kegiatan Pembelajaran

Dalam merancang pembelajaran menggunakan prinsip UBD (Understanding By Design), guru perlu merencanakan tiga komponen penting, yaitu tujuan pembelajaran, asesmen, dan kegiatan pembelajaran. Ketiga komponen tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang menggambarkan apa yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus jelas, spesifik, dan dapat diukur.

Asesmen adalah proses pengumpulan data untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran telah tercapai. Asesmen dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. Asesmen formatif dilakukan untuk memberikan umpan balik kepada peserta didik dalam proses pembelajaran, sedangkan asesmen sumatif dilakukan untuk menilai pencapaian peserta didik di akhir pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh guru dan peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran harus relevan dengan tujuan pembelajaran dan asesmen.

Soal: Dalam merancang pembelajaran menggunakan prinsip ubd guru harus merencanakan tujuan pembelajaran, asesmen, dan kegiatan pembelajaran. Jelaskan hubungan ketiga komponen tersebut, lalu kemukakan pendapatmu jika salah satu komponen tidak termuat dalam perencanaan pembelajaran.

Jawaban:

Hubungan ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tujuan pembelajaran menjadi dasar dalam merancang asesmen dan kegiatan pembelajaran. Asesmen dan kegiatan pembelajaran dirancang untuk mengukur dan mencapai tujuan pembelajaran.

Misalnya, jika tujuan pembelajaran adalah "Peserta didik dapat menentukan sudut-sudut pada segitiga", maka asesmen yang dapat dilakukan adalah meminta peserta didik untuk menentukan sudut-sudut pada segitiga yang diberikan. Kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan adalah memberikan contoh-contoh segitiga dan meminta peserta didik untuk menentukan sudut-sudutnya.

2. Asesmen menjadi umpan balik untuk perbaikan kegiatan pembelajaran. Hasil asesmen digunakan untuk mengetahui apa yang sudah dikuasai oleh peserta didik dan apa yang masih perlu dipelajari. Hal ini digunakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran agar lebih efektif dan efisien.

Misalnya, jika hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masih belum dapat menentukan sudut-sudut pada segitiga, maka guru dapat memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan memberikan lebih banyak latihan soal.

3. Kegiatan pembelajaran menjadi sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang dirancang dengan baik akan membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

Misalnya, jika kegiatan pembelajaran hanya berupa ceramah, maka peserta didik akan sulit untuk memahami konsep sudut-sudut pada segitiga. Kegiatan pembelajaran yang lebih efektif adalah dengan menggabungkan ceramah dengan praktik.

Pendapat saya jika salah satu komponen tidak termuat dalam perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:
  1. Jika tujuan pembelajaran tidak termuat, maka guru tidak akan tahu apa yang ingin dicapai oleh peserta didik. Hal ini dapat menyebabkan pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien. Peserta didik akan belajar tanpa arah dan tujuan. Guru akan kesulitan untuk menilai apakah pembelajaran telah berhasil.
  2. Jika asesmen tidak termuat, maka guru tidak akan mengetahui apakah tujuan pembelajaran telah tercapai. Hal ini dapat menyebabkan peserta didik tidak mengetahui apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu dipelajari. Peserta didik akan merasa bingung dan tidak tahu apakah mereka sudah berhasil. Guru akan kesulitan untuk mengetahui apakah pembelajaran telah berhasil.
  3. Jika kegiatan pembelajaran tidak termuat, maka guru tidak akan memiliki sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini dapat menyebabkan peserta didik kesulitan untuk belajar. Peserta didik akan merasa bosan dan tidak termotivasi. Guru akan kesulitan untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan efektif.

Oleh karena itu, ketiga komponen tersebut perlu termuat dalam perencanaan pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien. Guru perlu merencanakan pembelajaran dengan hati-hati agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dan peserta didik dapat belajar dengan baik.