Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Soal PG dan Essay Menulis Cerpen Berdasarkan Nilai dalam Hikayat Kelas 10 Bahasa Indonesia Beserta Jawabannya

Berikut adalah contoh soal Menulis Cerpen Berdasarkan Nilai dalam Hikayat beserta jawabannya mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/SMK kurikulum merdeka belajar jenis soal pilihan ganda dan essay.

A. Pilihan Ganda

1. Berikut adalah beberapa nilai dalam hikayat:
• Kesetiaan
• Keberanian
• Keadilan
• Kejujuran
• Kearifan

Nilai manakah yang paling sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
A. Kesetiaan
B. Keberanian
C. Keadilan
D. Kejujuran
E. Kearifan

Jawaban:

(C) Keadilan

Keadilan adalah nilai yang paling sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena seringkali kita dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk memilih antara dua hal yang sama-sama benar atau sama-sama salah.

2. Berikut adalah beberapa contoh hikayat:
• Hikayat Indera Bangsawan
• Hikayat Si Miskin
• Hikayat Raja Dongeng
• Hikayat Sri Rama
• Hikayat Amir Hamzah

Hikayat manakah yang paling cocok untuk dijadikan dasar penulisan cerpen tentang nilai kesetiaan?
A. Hikayat Indera Bangsawan
B. Hikayat Si Miskin
C. Hikayat Raja Dongeng
D. Hikayat Sri Rama
E. Hikayat Amir Hamzah

Jawaban:

(A) Hikayat Indera Bangsawan

Hikayat Indera Bangsawan menceritakan tentang kisah cinta antara Indera Bangsawan dan Putri Hijau. Dalam hikayat tersebut, Indera Bangsawan membuktikan kesetiaannya kepada Putri Hijau dengan berbagai cara, bahkan sampai rela berkorban nyawa.

3. Berikut adalah beberapa contoh konflik dalam hikayat:
• Konflik antara kebaikan dan kejahatan
• Konflik antara cinta dan benci
• Konflik antara keinginan dan kenyataan
• Konflik antara manusia dan alam
• Konflik antara manusia dan makhluk gaib

Konflik manakah yang paling cocok untuk dijadikan dasar penulisan cerpen tentang nilai keberanian?
A. Konflik antara kebaikan dan kejahatan
B. Konflik antara cinta dan benci
C. Konflik antara keinginan dan kenyataan
D. Konflik antara manusia dan alam
E. Konflik antara manusia dan makhluk gaib

Jawaban:

(D) Konflik antara manusia dan alam

Konflik antara manusia dan alam seringkali melibatkan unsur-unsur yang berbahaya dan mengancam keselamatan manusia. Oleh karena itu, konflik ini membutuhkan keberanian yang tinggi untuk menghadapinya.

4. Berikut adalah beberapa contoh latar dalam hikayat:
  • Latar tempat: kerajaan, hutan, lautan, desa, kota
  • Latar waktu: zaman dahulu, zaman sekarang, masa depan
  • Latar sosial: masyarakat kerajaan, masyarakat desa, masyarakat modern

Latar manakah yang paling cocok untuk dijadikan dasar penulisan cerpen tentang nilai kejujuran?
A. Latar tempat: kerajaan
B. Latar waktu: zaman dahulu
C. Latar sosial: masyarakat kerajaan
D. Latar tempat: hutan
E. Latar waktu: masa depan

Jawaban:

(D) Latar tempat: hutan

Hutan adalah tempat yang seringkali dianggap angker dan misterius. Oleh karena itu, latar hutan akan memberikan kesan yang lebih dramatis dan menegangkan, yang cocok untuk mengangkat nilai kejujuran.

5. Berikut adalah beberapa contoh amanat dalam hikayat:
  • Amanat untuk berbuat baik
  • Amanat untuk menjauhi kejahatan
  • Amanat untuk menepati janji
  • Amanat untuk hidup rukun
  • Amanat untuk selalu bersyukur

Amanat manakah yang paling sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
A. Amanat untuk berbuat baik
B. Amanat untuk menjauhi kejahatan
C. Amanat untuk menepati janji
D. Amanat untuk hidup rukun
E. Amanat untuk selalu bersyukur

Jawaban:

(C) Amanat untuk menepati janji

Amanat untuk menepati janji adalah amanat yang paling sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena seringkali kita dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita untuk melanggar janji.

6. Berikut adalah beberapa contoh tokoh dalam hikayat:
• Raja
• Ratu
• Pangeran
• Putri
• Patih
• Panglima

Tokoh manakah yang paling cocok untuk dijadikan tokoh utama dalam cerpen tentang nilai kearifan?
A. Raja
B. Ratu
C. Pangeran
D. Putri
E. Patih

Jawaban:

(A) Raja

Raja adalah tokoh yang memiliki kekuasaan dan wibawa. Oleh karena itu, raja adalah tokoh yang paling tepat untuk dijadikan tokoh utama dalam cerpen tentang nilai kearifan.

7. Berikut adalah beberapa contoh latar dalam hikayat:
• Latar tempat: kerajaan, hutan, lautan, desa, kota
• Latar waktu: zaman dahulu, zaman sekarang, masa depan
• Latar sosial: masyarakat kerajaan, masyarakat desa, masyarakat modern

Latar manakah yang paling cocok untuk dijadikan dasar penulisan cerpen tentang nilai kearifan?

Jawaban:

(A) Latar tempat: kerajaan

Kerajaan adalah tempat yang seringkali dianggap sebagai pusat kearifan. Oleh karena itu, latar kerajaan akan memberikan kesan yang lebih meyakinkan untuk mengangkat nilai kearifan.

8. Berikut adalah beberapa contoh konflik dalam hikayat:
• Konflik antara kebaikan dan kejahatan
• Konflik antara cinta dan benci
• Konflik antara keinginan dan kenyataan
• Konflik antara manusia dan alam
• Konflik antara manusia dan makhluk gaib

Konflik manakah yang paling cocok untuk dijadikan dasar penulisan cerpen tentang nilai kearifan?

Jawaban:

(B) Konflik antara cinta dan benci

Konflik antara cinta dan benci seringkali melibatkan unsur-unsur yang kompleks, seperti perasaan, emosi, dan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, konflik ini membutuhkan kearifan yang tinggi untuk menyelesaikannya.

9. Berikut adalah beberapa contoh tokoh dalam hikayat:
  • Raja
  • Ratu
  • Pangeran
  • Putri
  • Patih
  • Panglima

Tokoh manakah yang paling cocok untuk dijadikan tokoh utama dalam cerpen tentang nilai kearifan?

Jawaban:

(C) Pangeran

Pangeran adalah tokoh yang memiliki kedudukan yang tinggi dalam masyarakat. Oleh karena itu, pangeran adalah tokoh yang paling tepat untuk dijadikan tokoh utama dalam cerpen tentang nilai kearifan.

10. Berikut adalah beberapa contoh amanat dalam hikayat:
• Amanat untuk berbuat baik
• Amanat untuk menjauhi kejahatan
• Amanat untuk menepati janji
• Amanat untuk hidup rukun
• Amanat untuk selalu bersyukur

Amanat manakah yang paling cocok untuk dijadikan dasar penulisan cerpen tentang nilai kearifan?

Jawaban:

(D) Amanat untuk selalu bersyukur

Amanat untuk selalu bersyukur adalah amanat yang paling cocok untuk dijadikan dasar penulisan cerpen tentang nilai kearifan. Hal ini karena kearifan adalah kemampuan untuk memahami dan menerima hal-hal yang ada di sekitar kita, termasuk hal-hal yang baik dan buruk.

B. Essay

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan cerpen dan hikayat!

Jawaban:

Cerpen adalah karya sastra berbentuk prosa yang menceritakan suatu kisah atau peristiwa yang dialami oleh satu atau beberapa orang tokoh. Hikayat adalah karya sastra berbentuk prosa yang berisi cerita fiktif atau legenda yang berkaitan dengan kehidupan para raja dan pahlawan.

2. Sebutkan unsur-unsur intrinsik cerpen!

Jawaban:

Unsur-unsur intrinsik cerpen adalah sebagai berikut:
  • Tema: ide pokok atau gagasan utama yang mendasari cerita.
  • Tokoh: pelaku atau pemeran dalam cerita.
  • Penokohan: cara pengarang menggambarkan tokoh-tokohnya.
  • Latar: tempat, waktu, dan suasana terjadinya cerita.
  • Alur: jalannya cerita.
  • Sudut pandang: cara pengarang memandang dan menceritakan ceritanya.
  • Gaya bahasa: cara pengarang menggunakan bahasa dalam ceritanya.

3. Sebutkan unsur-unsur intrinsik hikayat!

Jawaban:

Unsur-unsur intrinsik hikayat adalah sebagai berikut:
  • Tema: ide pokok atau gagasan utama yang mendasari cerita.
  • Tokoh: pelaku atau pemeran dalam cerita.
  • Penokohan: cara pengarang menggambarkan tokoh-tokohnya.
  • Latar: tempat, waktu, dan suasana terjadinya cerita.
  • Alur: jalannya cerita.
  • Amanat: pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan nilai dalam hikayat!

Jawaban:

Nilai dalam hikayat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui ceritanya. Nilai-nilai dalam hikayat biasanya berkaitan dengan kebaikan, kebenaran, kejujuran, kesetiaan, dan sebagainya.

5. Sebutkan beberapa nilai yang sering muncul dalam hikayat!

Jawaban:

Beberapa nilai yang sering muncul dalam hikayat adalah sebagai berikut:
  • Nilai religius: nilai-nilai yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan.
  • Nilai moral: nilai-nilai yang berkaitan dengan kebaikan, kebenaran, kejujuran, dan sebagainya.
  • Nilai sosial: nilai-nilai yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia.
  • Nilai budaya: nilai-nilai yang berkaitan dengan adat istiadat dan budaya masyarakat.

6. Jelaskan bagaimana cara memilih nilai yang akan diangkat dalam cerpen yang akan ditulis berdasarkan hikayat!

Jawaban:

Dalam memilih nilai yang akan diangkat dalam cerpen yang akan ditulis berdasarkan hikayat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
  • Nilai yang dipilih harus sesuai dengan tema yang ingin diangkat dalam cerpen.
  • Nilai yang dipilih harus relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
  • Nilai yang dipilih harus dapat disampaikan secara menarik dan menggugah pembaca.

7. Jelaskan bagaimana cara mengembangkan nilai dalam cerpen yang akan ditulis berdasarkan hikayat!

Jawaban:

Nilai dalam cerpen yang akan ditulis berdasarkan hikayat dapat dikembangkan dengan cara berikut:
  • Menentukan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dalam cerita.
  • Menentukan dialog dan tindakan tokoh yang akan menggambarkan nilai yang diangkat.
  • Menyusun alur cerita yang dapat mengantarkan pembaca pada pemahaman nilai yang diangkat.

8. Sebutkan beberapa contoh tokoh dalam hikayat yang memiliki sifat dan watak yang baik!

Jawaban:

Beberapa contoh tokoh dalam hikayat yang memiliki sifat dan watak yang baik adalah sebagai berikut:
  • Sunan Kalijaga: seorang wali penyebar agama Islam yang dikenal dengan sifatnya yang bijaksana dan suka menolong.
  • Raden Rangga: putra Prabu Brawijaya yang dikenal dengan sifatnya yang pemberani dan setia kepada ayahnya.
  • Dewi Sinta: istri Rama yang dikenal dengan sifatnya yang setia dan teguh pendirian.

9. Sebutkan beberapa contoh peristiwa dalam hikayat yang menggambarkan nilai moral!

Jawaban:

Beberapa contoh peristiwa dalam hikayat yang menggambarkan nilai moral adalah sebagai berikut:
  • Sunan Kalijaga menolong seorang janda miskin yang sedang kesusahan.
  • Raden Rangga membela rakyat yang tertindas oleh rajanya.
  • Dewi Sinta menolak untuk menikah dengan Rahwana yang telah menculiknya.

10. Jelaskan bagaimana cara membuat latar cerita yang menarik dalam cerpen yang akan ditulis berdasarkan hikayat!

Jawaban:

Latar cerita dalam cerpen yang ditulis berdasarkan hikayat dapat dibuat menarik dengan cara berikut:
  • Pilih latar yang sesuai dengan tema dan nilai yang ingin diangkat. Misalnya, jika tema cerita adalah kesetiaan, maka latar yang dipilih dapat berupa kerajaan, desa, atau hutan.
  • Gunakan deskripsi yang detail dan hidup untuk menggambarkan latar cerita. Deskripsi yang detail dapat membantu pembaca untuk membayangkan latar cerita dengan jelas.
  • Hubungkan latar cerita dengan watak dan tindakan tokoh. Misalnya, jika tokoh adalah seorang pahlawan yang pemberani, maka latar cerita dapat berupa medan perang yang berbahaya.