Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Pemerintah Menunjang Kebutuhan Listrik Masyarakat Indonesia

Soal: Bagaimana cara pemerintah untuk menunjang kebutuhan listrik masyarakat indonesia? Simak penjelasan dan jawaban berikut.

Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang penting untuk menunjang berbagai aktivitas, seperti penerangan, komunikasi, transportasi, dan industri. Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan akses dan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dengan cara sebagai berikut.

Membangun Pembangkit Listrik Baru

Pemerintah terus membangun pembangkit listrik baru untuk menambah kapasitas pasokan listrik. Pembangunan pembangkit listrik baru dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.

Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang pembangkit listrik mencapai 80.000 megawatt (MW) pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan membangun pembangkit listrik baru dengan kapasitas sekitar 10.000 MW setiap tahun.

Pemerintah juga mendorong pengembangan energi terbarukan, seperti energi surya, angin, dan air. Energi terbarukan merupakan sumber energi yang bersih dan berkelanjutan, sehingga dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pemerintah telah menetapkan target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas sekitar 10.000 MW, pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) dengan kapasitas sekitar 5.000 MW, dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas sekitar 3.000 MW.

Meningkatkan Rasio Elektrifikasi

Rasio elektrifikasi adalah persentase penduduk yang memiliki akses listrik. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 100% pada tahun 2025.

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, antara lain dengan membangun jaringan listrik ke daerah-daerah terpencil dan memberikan subsidi listrik untuk masyarakat miskin.

Pada tahun 2023, rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 98,7%. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi di daerah-daerah terpencil mencapai 99% pada tahun 2025.

Mengurangi Kehilangan Energi

Hilangnya energi terjadi saat listrik disalurkan dari pembangkit listrik ke konsumen. Kehilangan energi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti jaringan listrik yang tidak efisien dan pencurian listrik.

Pemerintah berupaya untuk mengurangi kehilangan energi dengan meningkatkan efisiensi jaringan listrik dan penegakan hukum terhadap pencurian listrik.

Pada tahun 2023, kehilangan energi listrik di Indonesia mencapai 11,3%. Pemerintah menargetkan kehilangan energi listrik di Indonesia dapat diturunkan menjadi 10% pada tahun 2025.

Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Listrik

Efisiensi penggunaan listrik dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan peralatan listrik yang hemat energi dan menghemat penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah mendorong masyarakat untuk meningkatkan efisiensi penggunaan listrik dengan memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya efisiensi energi.

Pada tahun 2023, konsumsi listrik per kapita di Indonesia mencapai 1.200 kilowatt hour (kWh). Pemerintah menargetkan konsumsi listrik per kapita di Indonesia dapat meningkat menjadi 1.500 kWh pada tahun 2025.

Perkembangan Terbaru

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030. RUPTL ini memuat rencana pembangunan pembangkit listrik baru, pengembangan energi terbarukan, dan peningkatan rasio elektrifikasi.

Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan akses dan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indonesia agar dapat mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.