Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Identifikasi Kegiatan Penting Pada Setiap Tahapan Pembelajaran Mastery Learning

Pendidikan adalah fondasi dalam pembentukan peserta didik. Mastery Learning adalah sebuah pendekatan pendidikan yang mengedepankan pemahaman yang lebih mendalam serta memberikan cara yang efektif untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Setiap tahapan dalam Mastery Learning melibatkan kegiatan penting yang berkontribusi pada pencapaian pemahaman yang mendalam. 

Berikut adalah identifikasi kegiatan penting pada setiap tahapan pembelajaran mastery learning

1. Prasyarat Pertama: Pemberian Materi Pembelajaran
Sebelum memulai perjalanan menuju pemahaman mendalam, guru harus menyediakan materi pembelajaran yang jelas, seperti buku teks. Aktivitas penting pada tahap ini adalah menyajikan informasi dengan cara yang mudah dimengerti dan menarik perhatian siswa.

2. Tahap 1: Pengenalan Materi Dasar
Kegiatan pertama dalam tahap ini adalah pengenalan materi dasar kepada siswa. Guru menjelaskan kata kunci dan materi dasar yang akan diajarkan. Misanya, siswa diminta membaca materi dan mengeksplorasinya. Disinilah waktu yang baik bagi siswa untuk tanya-jawab kepada guru tentang materi yang nantinya akan dipelajari.

3. Tahap 2: Pembelajaran Intensif
Pada tahap ini, siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang lebih intensif. Siswa dapat diberi tugas, pekerjaan rumah, atau latihan-latihan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta didik. Pada tahap ini, siswa mulai memahami materi pelajaran dengan lebih dalam dan mempraktekkannya.

4. Tahap 3: Penilaian Formatif
Penilaian formatif adalah bagian penting dari Mastery Learning. Pada tahap ini, guru akan menguji siswa untuk mengukur sampai dimana pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Penilaian ini bisa berupa kuis, ulangan harian atau diskusi. Hasil penilaian formatif ini akan membantu guru memahami sejauh mana siswa telah memahami materi yang telah diajarkan, dan apakah siswa perlu diberi waktu belajar tambahan.

5. Tahap 4: Intervensi
Tahap intervensi adalah tahap dimana jika penilaian formatif masih ada beberapa siswa masih kesulitan memahami materi, maka perlu tambahan waktu belajar oleh guru untuk membantu siswa yang memerlukan bantuan ekstra. Aktivitas ini bisa berupa bimbingan, pengulangan materi, atau metode pengajaran khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

6. Tahap 5: Penilaian Sumatif
Setelah siswa sudah mencapai pemahaman yang diharapkan, dilanjutkan dengan Penilaian Sumatif, yaitu tahap penilaian akhir kepada seluruh siswa terhadap suatu materi. Tahap ini bisa berupa ujian akhir atau proyek. Penilaian sumatif memberi gambaran keseluruhan tentang pencapaian siswa selama pembelajaran.

7. Tahap 6: Umpan Balik dan Refleksi
Mastery Learning juga dapat memberikan umpan balik dan refleksi sebagai bagian penting dari proses pembelajaran. Siswa diberi umpan balik tentang penilaian mereka, dan mereka diminta untuk merenung tentang perjalanan pembelajaran mereka. Hal ini membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahan peserta didik serta mempersiapkan mereka untuk pembelajaran selanjutnya.

8. Tahap 7: Penyesuaian Pembelajaran
Tahap terakhir, guru melakukan penyesuaian pada program pembelajaran. Pendidik mengevaluasi hasil belajar siswa dan merancang pelajaran berikutnya berdasarkan pemahaman para siswa. Hal ini menjamin bahwa tidak ada siswa yang tertinggal dan setiap peserta didik mencapai pemahaman yang mendalam.

Demikianlah identifikasi kegiatan penting pada setiap tahapan pembelajaran Mastery Learning. Dengan memahami tahapannya, guru dapat memaksimalkan hasil pembelajaran siswa dan memastikan bahwa peserda ddik mencapai tingkat pemahaman yang mendalam.