Makalah Kita dan Masyarakat Global PPKn Kelas 11 SMA/SMK


Berikut adalah makalah tentang “Kita dan Masyarakat Global” mata pelajaran PPKn Kelas 11 SMA/SMK.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Makalah ini membahas tentang bagaimana kita sebagai bagian dari masyarakat global menghadapi peluang dan tantangan di era peradaban maju. Era globalisasi telah membawa banyak perubahan dan kemajuan dalam berbagai bidang, yang pada satu sisi memberikan manfaat besar bagi manusia, seperti kemudahan akses informasi dan penghapusan batas-batas geografis. Namun, perubahan ini juga telah mengubah pandangan kita terhadap nilai dan pola hidup, yang dapat menjauhkan kita dari kepastian nilai yang kita pegang selama ini.

Era globalisasi membawa kita ke tahap peradaban yang lebih maju, dengan berbagai penemuan dan kemajuan di banyak bidang. Hal ini tentu memberikan manfaat besar bagi manusia, karena memudahkan berbagai aspek kehidupan kita.

Namun, globalisasi juga membawa dampak negatif. Teknologi informasi dan komunikasi yang maju dapat digunakan untuk tujuan negatif, seperti menguatkan hegemoni negara-negara industri dan kelompok elit. Kekuatan ekonomi besar dapat mengeksploitasi kelemahan ekonomi lokal, sementara budaya konsumeristik dan pop culture dapat mengancam budaya luhur dan nilai-nilai tradisional.

Ada tiga respon yang dapat kita berikan terhadap globalisasi. Pertama, ada kelompok yang menolak segala bentuk pengaruh globalisasi karena dianggap tidak sesuai dengan identitas dan nilai budaya lokal. Mereka merasa superior dan hanya mengakui kebudayaan mereka sendiri.

Kedua, ada kelompok yang menerima semua aspek globalisasi tanpa filter, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap budaya dan nilai-nilai lokal.

Ketiga, ada kelompok yang bersikap adaptif. Mereka tidak menolak sepenuhnya, namun juga tidak menerima begitu saja. Mereka melakukan seleksi dan pemilihan terhadap aspek globalisasi yang sesuai dengan kehidupan dan nilai-nilai bangsa, sambil tetap melakukan refleksi kritis terhadap perubahan tersebut.

Kita sebagai bagian dari masyarakat global memiliki peran dalam membentuk identitas dunia melalui kontribusi kita. Nilai, tradisi, dan budaya yang kita miliki menjadi bagian dari kekayaan budaya global. Semua kebudayaan memiliki kelebihan dan uniknya masing-masing. Kita perlu menjaga kekayaan ini sambil tetap responsif terhadap perubahan global.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan makalah makalah ini adalah sebagai berikut:
  1. Bagaimana dampak positif dan negatif dari globalisasi dalam era peradaban maju, terutama dalam hal perkembangan teknologi, akses informasi global, dan perubahan budaya serta nilai-nilai tradisional? Bagaimana masyarakat merespon fenomena globalisasi ini, dan apa saja jenis respon yang dapat diamati, seperti penolakan, penerimaan tanpa filter, atau sikap adaptif?
  2. Bagaimana peran kita sebagai bagian dari masyarakat global dalam membentuk identitas budaya dunia
  3. Bagaimana cara menjaga warisan budaya lokal sambil beradaptasi dengan perubahan global?

C. Tujuan

Tujuan makalah ini adalah:
  1. Untuk menganalisis dan menguraikan dampak-dampak penting dari globalisasi dalam era peradaban maju
  2. Menjelaskan berbagai respons yang diambil oleh masyarakat terhadap globalisasi, termasuk penolakan, penerimaan tanpa filter, dan sikap adaptif
  3. Memahami peran dan kontribusi kita sebagai individu dalam membentuk identitas budaya dunia
  4. Bagaimana kita dapat menjaga warisan budaya lokal sambil tetap beradaptasi dengan perubahan global yang terus berlangsung.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Peluang dan Tantangan dalam Era Peradaban Maju

Era globalisasi telah membawa manusia pada satu tahap peradaban yang cukup maju. Masa ini ditandai oleh berbagai penemuan baru dan kemajuan di berbagai bidang. Bagi umat manusia, perkembangan pesat ini sangat menguntungkan. Betapa tidak, mereka cukup terbantu karena dipermudah dalam berbagai hal. Batas-batas geografis bukan lagi menjadi penghalang, karena akses informasi bisa didapatkan sedemikian mudah.

Berbagai perubahan yang menyertai era globalisasi ini, pada gilirannya juga mem- berikan pengaruh pada cara pandang manusia terhadap kehidupan alam semesta. Nilai, norma, dan pola hidup berubah teramat cepat dan menjadi tatanan baru. Tatanan itulah yang pada akhirnya menjauhkan manusia dari kepastian nilai yang berpuluh-puluh tahun lamanya ia pegang.

Dari sini, muncullah perdebatan-perdebatan mengenai bagaimana cara menyikapi era globalisasi ini. Karena bagaimanapun juga, globalisasi beserta masalah yang ditimbulkannya merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari, sebagai bagian dari dinamika sejarah hidup manusia. Tentunya, dibutuhkan cara yang lebih arif dalam menyikapi berbagai keruwetan era globalisasi ini.

Globalisasi berasal dari kata globalization. Global berarti mendunia, sementara ization adalah prosesnya. Dalam Encyclopaedia Britannica (2015) disebutkan kalau fenomena ini bukanlah situasi yang baru, karena banyak kerajaan maupun gerekan keagamaan yang telah menjalani proses globalisasi. Secara sederhana, kita bisa memaknai globalisasi ini sebagai proses masuknya ke ruang lingkup dunia (KBBI).

Banyak faktor yang mendorong terjadinya globalisasi. Perkembangan teknologi informasi dan transportasi adalah di antaranya. Dengan teknologi dan transportasi yang semakin canggih, transaksi dalam bidang ekonomi antarnegara menjadi sangat mudah. Pengiriman barang dan jasa bisa dengan sangat mudah dilakukan. Inilah salah satu dampak positif dari globalisasi. Dampak positif lainnya adalah pengembangan ilmu pengetahuan, terjalinnya hubungan antarwarga dunia, informasi yang sedemikian mudah diakses, dan aspek-aspek lainnya.

Selain berdampak positif, ada juga akibat negatif dari fenomena ini. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, di satu sisi, memberi kemudahan bagi publik dalam mengakses informasi, mengembangkan segenap potensinya serta tuntutan perjuangan hidupnya, tapi di sisi lain, ia telah menjadi instrumen negara-negara industri maju dan kekuatan elit minoritas pemilik modal guna melakukan hegemoni dan dominasinya atas kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. (Korten, 2015).

Kekuatan ekonomi yang raksasa bergerak melampaui batas-batas teritorial suatu negara guna melakukan ekspansi ekonomi di berbagai pelosok dunia. Kenyataan inilah yang memberikan dampak akan semakin melemahnya posisi kekuatan ekonomi lokal. Dalam ranah budaya, hegemoni ini tampak dalam penciptaan pola hidup konsumeristik dan pop culture, yang memposisikan manusia sebagai objek distribusi produksi belaka.

Kita merasakan bahwa kebudayaan luhur mulai mendapatkan tantangan dari budaya baru. Konsumerisme, hedonisme, serta pudarnya tata krama mulai terasa. Kehidupan pertanian perlahan-lahan mulai ditanggalkan, karena pada saat yang sama, masyarakat kita bergerak menjadi masyarakat industri.

B. Respon Terhadap Globalisasi

Ada tiga respon yang bisa diberikan oleh sebuah kelompok terhadap fenomena globalisasi ini. Pertama, kelompok rejeksionis yang menolak mentah-mentah segala bentuk produk pemikiran era globalisasi. Kelompok ini percaya bahwa yang berbau asing harus ditolak, karena tidak sesuai dengan jati diri serat kepribadian bangsanya. Sikap ini sembari dibarengi dengan sikap superior atau mengakui bahwa hanya kebudayaannya saja yang paling adiluhung, sementara yang lain lebih rendah.

Kelompok kedua, adalah mereka yang menerima segala bentuk produk globalisasi dengan tidak pernah melakukan filter terhadapnya. Ini kebalikan dengan sikap kelompok pertama. Mereka menerima tanpa filter nilai, budaya, serta tradisi yang datang dari luar kebudayaannya.

Sementara yang ketiga adalah mereka yang memilih untuk bersikap adaptif, tidak menampik tetapi juga tidak menerimanya begitu saja. Dengan kata lain, ada proses seleksi untuk memilih dan memilah produk mana yang sesuai dengan nafas kehidupan bangsa sembari melakukan refleksi kritis terhadap segala hal yang merupakan bentukan dari masa ini.

Seperti halnya masyarakat dunia yang memiliki pengaruh terhadap kehidupan kita, begitupun juga sebaliknya. Kehidupan kita sebagai sebuah bangsa turut membentuk identitas masyarakat dunia. Apa yang kita miliki (nilai, tradisi, budaya dan lainnya) menjadi bagian dari kekayaan kebudayaan dunia yang begitu kaya. Di antara kebudayaan itu, semuanya memiliki keunggulan dan kelebihannya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Era globalisasi membawa kita ke peradaban yang lebih maju dengan berbagai penemuan dan kemajuan di berbagai bidang. Dalam era ini, kemajuan teknologi dan informasi mempermudah akses informasi serta interaksi antarnegara. Meski memberikan manfaat besar seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan terjalinnya hubungan global, globalisasi juga membawa dampak negatif. Teknologi informasi yang maju dapat menjadi alat untuk dominasi dan hegemoni negara-negara industri dan kelompok elit, mengancam nilai budaya dan tradisi lokal.

Respon masyarakat terhadap globalisasi bervariasi. Ada kelompok yang menolak segala bentuk pengaruh globalisasi dengan alasan menjaga identitas dan nilai budaya lokal, sementara kelompok lain menerima tanpa filter nilai, budaya, dan tradisi dari luar. Pendekatan adaptif juga ditemukan, di mana masyarakat memilih untuk selektif menerima aspek globalisasi sambil melakukan refleksi kritis terhadap dampaknya.

Sebagai bagian dari masyarakat global, kita memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya dunia. Warisan budaya lokal kita menjadi kontribusi berharga dalam kekayaan budaya global. Dalam menjaga keberagaman budaya, kita perlu menemukan keseimbangan antara adaptasi terhadap perubahan global dan pelestarian nilai-nilai tradisional.

B. Saran

Untuk menghadapi era globalisasi dengan bijaksana, berikut saran yang dapat diambil:
  1. Menerima aspek-aspek globalisasi yang sesuai dengan nilai dan kebutuhan budaya lokal sambil tetap mempertahankan identitas budaya tradisional
  2. Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu memainkan peran aktif dalam mempromosikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya memelihara budaya dan nilai-nilai lokal dalam menghadapi arus globalisasi
  3. Kolaborasi antarbudaya perlu ditingkatkan untuk memperkaya keberagaman budaya
  4. Sarana dan ruang bagi diskusi dan dialog antara berbagai kelompok masyarakat juga perlu ditingkatkan.

Comments