Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jawaban: Para leluhur kita dahulu sudah mengenal pertanian dan sangat ramah lingkungan, bahkan beberapa komunitas adat seperti Mappurondo di Sulawesi Selatan Barat, Komunitas Cipta Gelar di Sunda masih bertahan. Ciri lainnya pola bertani warisan kearifan leluhur adalah tanah lahan milik ulayat adat bukan perorangan. Faktor utama masyarakat adat tradisional berkomitmen mempertahankan pola pertanian tradisi adalah

Para leluhur kita dahulu sudah mengenal pertanian dan sangat ramah lingkungan, bahkan beberapa komunitas adat seperti Mappurondo di Sulawesi Selatan Barat, Komunitas Cipta Gelar di Sunda masih bertahan. Ciri lainnya pola bertani warisan kearifan leluhur adalah tanah lahan milik ulayat adat bukan perorangan. Faktor utama masyarakat adat tradisional berkomitmen mempertahankan pola pertanian tradisi adalah...
A. Tanah yang luas dan subur sehingga kemampuan produksinya jauh di atas rata-rata
B. Ketertutupan dari dunia luar sehingga tidak dapat menggunakan teknologi dan ilmu.
C. Kebijakan politik yang memelihara sistem komunitas adat tersebut sejak zaman kolonial.
D. Adat tradisi yang masih bertahan bersama dengan nilai-nilai kearifan lokal dan kepercayaannya.
E. Sebagai komunitas adat didaerah terpencil, mereka tidak memerlukan nilai tambah ekonomis.

Jawaban: D. Adat tradisi yang masih bertahan bersama dengan nilai-nilai kearifan lokal dan kepercayaannya.

Pertanian tradisional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan merupakan hasil dari kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur dan dipelihara oleh masyarakat adat. Komitmen masyarakat adat dalam mempertahankan pola pertanian tradisi terutama didasari oleh nilai-nilai kearifan lokal dan keyakinan agama atau kepercayaannya yang menghormati alam dan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, kearifan lokal ini juga mengajarkan untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan, termasuk menjaga kelestarian tanah dan sumber air yang menjadi sumber kehidupan mereka. Pola bertani yang diwariskan secara turun-temurun ini mempertahankan sistem komunitas adat di mana tanah merupakan milik bersama, bukan milik perorangan.

Meskipun masyarakat adat terkadang terisolasi dari teknologi modern dan kebijakan pemerintah, namun mereka tetap mempertahankan kearifan lokalnya karena keyakinan mereka bahwa kearifan lokal tersebut merupakan bagian integral dari identitas dan keberlangsungan hidup mereka sebagai masyarakat adat.

Oleh karena itu, nilai-nilai kearifan lokal dan adat tradisi yang masih bertahan menjadi faktor utama dalam komitmen masyarakat adat untuk mempertahankan pola pertanian tradisional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.