Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jawaban: Kerajaan besar di Pulau Jawa dalam sejarahnya memiliki corak budaya dan agama tertentu, seperti Hindu-Budha dan Kesultanan bercorak Islam. Bahkan sebagian raja-rajanya dianggap simbol kepemimpinan agama kerajaan di masanya. Bagaimana penjelasanmu bahwa hingga kini masih ada penduduknya menganut agama/ kepercayaan asli leluhur Jawa dan Sunda?

Kerajaan besar di Pulau Jawa dalam sejarahnya memiliki corak budaya dan agama tertentu, seperti Hindu-Budha dan Kesultanan bercorak Islam. Bahkan sebagian raja-rajanya dianggap simbol kepemimpinan agama kerajaan di masanya. Bagaimana penjelasanmu bahwa hingga kini masih ada penduduknya menganut agama/ kepercayaan asli leluhur Jawa dan Sunda?

Jawaban: 

Meskipun agama Hindu-Budha dan Islam telah lama mempengaruhi kebudayaan di Pulau Jawa, masih banyak penduduknya yang menganut agama atau kepercayaan asli leluhur Jawa dan Sunda. Kepercayaan ini dikenal sebagai Kejawen dan Sunda Wiwitan.

Kepercayaan ini tidak memiliki kitab suci atau pemimpin agama yang jelas. Kejawen dan Sunda Wiwitan percaya pada kekuatan alam dan roh nenek moyang sebagai sumber kekuatan dan kebijaksanaan.

Meskipun tidak dianggap sebagai agama oleh pemerintah, Kejawen dan Sunda Wiwitan memiliki pengikut yang banyak di Pulau Jawa dan Sunda. Kepercayaan ini masih dipraktikkan hingga kini dan dipandang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa dan Sunda.

Oleh karena itu, perlu adanya toleransi terhadap kepercayaan dan agama lain, termasuk Kejawen dan Sunda Wiwitan, sebagai bagian dari keragaman budaya Indonesia.