Strategi Dakwah Sunan Ampel Mengajarkan Islam Kepada Masyarakat


Sunan Ampel lahir pada tahun 1401 M, nama aslinya adalah Raden Rahmat.

Raden Rahmat dikenal sebagai seseorang yang mendidik dan mengatasi kemorosotan moral di kalangan masyarakat. 

Beliau meninggal pada tahun 1481 M.

Dalam mengajarkan nilai-nilai agama Islam kepada rakyatnya, Sunan Ampel tidak melakukan konfrontasi atau pemaksaan terhadap masyarakat untuk memeluk agama Islam.

Beliau membangun pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk terus mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat, sehingga Islam semakin berkembang di wilayah Ampel.

Adapun strategi yang diterapkan Sunan Ampel dalam mengajarkan islam kepada masyarakat saat itu yaitu dengan ajaran Moh Limo.

Moh Limo berasal dari bahasa Jawa yaitu emoh (tidak mau) dan limo (lima).

Artinya ajaran yang mengajak masyarakat untuk tidak melakukan lima hal yang tercela.

Kelima ajaran Moh Limo tersebut, yaitu:
  1. Moh main yaitu tidak mau berjudi, mengundi nasib dan memasang taruhan
  2. Moh ngombe yaitu tidak mau mabuk, minum-minuman keras dan mengkonsumsi arak/tuak.
  3. Moh maling yaitu tidak mau mencuri dan mengambil barang yang bukan miliknya.
  4. Moh madat yaitu menolak untuk merokok, menggunakan narkotika dan hal-hal lain yang memabukkan
  5. Moh madon yaitu menolak untuk bermain perempuan yang bukan istrinya.