Strategi Dakwah Sunan Kudus dalam Penyebaran Islam di Nusantara


Sunan Kudus diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1500 M di daerah Jipang Panolan, sebelah utara kota Blora. Nama aslinya adalah Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan.

Beliau merupakan salah satu dari sembilan wali yang menyebarkan Isalm di tanah Jawa. Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan Wafat tahun 1550 M dan dimakamkan di Kudus, Jawa Tengah.

Adapun metode dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kudus tidak berbeda dengan apa yang telah dilakukan sebelumnya oleh Sunan Bonang.

Berikut beberapa strategi dakwah Sunan Kudus, diantaranya:
  1. Tidak menggunakan jalan kekerasan atau radikalisme untuk mengubah masyarakat yang masih taat dengan kepercayaan lamanya. Ia memberikan kelonggaran terhadap tradisi yang sudah berkembang sejak lama, namun pelan-pelan ia menyisipkan ajaran Islam kedalamnya. 
  2. Jika ada tradisi atau kebiasaan buruk yang berkembang di masyarakat, maka selagi hal tersebut dapat dirubah, maka Sunan Kudus berusaha merubahnya dengan pelan-pelan
  3. Mengembangkan prinsip tutwuri handayani yaitu turut membaur dan ikut serta dalam kegiatan masyarakat, dan sedikit demi sedikit menanamkan pengaruh lalu berkembang menjadi prinsip tutwuri hangiseni yaitu perlahan-lahan memberikan nuansa Islam di dalamnya
  4. Tidak melakukan perlawanan dan konfrontasi langsung terhadap tindak kekerasan.
  5. Berusaha menarik simpati masyarakat agar tertarik dengan ajaran Islam.