Rangkuman BAB 2 Ajaran Punarbhawa sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri - Kelas 10 Kurikulum Merdeka


Ajaran Punarbhawa sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri adalah BAB II buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas X SMA/SMK Kurikulum Merdeka.

Adapun materi BAB 2 Ajaran Punarbhawa sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri ini adalah:
  1. Punarbhawa Sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri
  2. Nilai-nilai Ajaran Punarbhawa Sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri
  3. Cara Menghubungkan Ajaran Punarbhawa dengan Karmaphala
  4. Sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri
  5. Implikasi Penerapan Ajaran Punarbhawa Terhadap Kualitas Diri

Setelah mempelajari BAB 2 ini, peserta didik diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip ajaran punarbhawa sebagai aspek untuk memperbaiki kualitas diri. Hal ini dilakukan untuk melatih dirinya dalam memahami akan kecintaannya kepada Hyang Widhi Wasa dan menerapkanya dalam kehidupan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara, serta memberikan ruang diskusi untuk menganalisis kepada peserta didik merdeka belajar dan memiliki kebijaksanaan dalam hidup sehingga terbangun sikap bijaksana dalam beragama.

Berikut adalah rangkuman BAB 2 Ajaran Punarbhawa sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri dalam buku Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 10 SMA/SMK Kurikulum Merdeka:

Punarbhawa adalah kelahiran yang terulang ke dunia yang disebabkan oleh karma dan wasana dari kehidupan sebelumnya seseorang tersebut.

Kejadian tersebut sangat rahasia karena yang bersangkutan atau orang yang terlahir tersebut tidak mampu mengetahui, siapa sebenarnya dirinya.

Manusia memiliki lima lapisan badan yang wajib diketahui dalam upaya meningkatkan kualitas diri melalui panca maya kosa, yaitu
  1. annamaya kosa terbuat dari makanan dan minuman;
  2. pranamaya kosa terbuat dari prana atau energi;
  3. manomaya kosa terbuat dari alam pikiran;
  4. wijnanamaya kosa terbuat dari pengetahuan; dan
  5. anandamaya kosa terbuat dari rasa kebahagiaan.

Penyebab terjadinya kelahiran karena dipengaruhi oleh karma wasana sebelumnya. Terdapat tiga macam karmaphala yaitu:
  1. Sancita karmaphala, yaitu karma yang lalu namun baru dapat di nikmati buahnya pada kelahiran sekarang.
  2. Prarabda karmaphala, yaitu karma yang dilakukan sekarang dan buahnya diterima sekarang juga.
  3. Kriyamana karmaphala, yaitu pembuatan yang tidak sempat dinikmatisekarang. Namun akan diterima pada kehidupan yang akan datang. Karena itu sudah seharusnya setiap orang selalu berbuat baik, berpikir baik, dan berkata baik. Hasilnya pasti baik sesuai dengan hukum karmaphala tersebut.

Manfaat dan nilai yang diperoleh dari penghayatan hukum karma pada ajaran punarbhawa adalah sebagai berikut:
  1. disiplin untuk selalu berpikir yang bersih dan suci (manacika parisudha);
  2. disiplin untuk selalu berkata yang baik, sopan, dan benar (wacika parisudha);
  3. disiplin untuk selalu berbuat yang jujur, baik, dan benar (kayika parisudha);
  4. melahirkan kesabaran, ketenangan, dan ketabahan;
  5. keyakinan diri terhadap setiap perbuatan;
  6. pengendalian diri yang ketat;
  7. selalu bersyukur; dan
  8. kebijaksanaan;

Selain untuk menjalani sisa karma wasana masa lalunya itu, umat manusia dalam kelahirannya juga harus berperilaku kebajikan yang dilandasi oleh nilai-nilai dharma, seperti satyam (kebajikan, kebenaran, tidak diskriminasi, dan kejujuran), sivam (kesucian dan pemprelinaan dosa), dan sundaram (keharmonisan, kesejahteraan, keindahan, dan kedamaian). Untuk mempertahankan kualitas kelahirannya yang dibawa sejak lahir tidak lagi ditambah dengan dosa-dosa yang menyebabkan kualitas dosa yang menyelimuti jiwa (atman)-nya semakin menggiring manusia dalam kegelapan (avidya).

Itulah rangkuman atau ringkasan materi BAB 2 Ajaran Punarbhawa sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri. Semoga bermanfaat.