Pengertian Sinkronis dalam Ilmu Sejarah


Apakah yang dimaksud dengan sinkronis?

Secara etimologis, kata Sinkronis berasal dari bahasa Yunani yaitu “synchronous” yang artinya terjadi secara bersamaan.

Seperti kita ketahui, ilmu sejarah memanjang dalam waktu sekaligus juga melebar dalam ruang. 

Sinkronis dalam ilmu sejarah adalah merujuk pada ruang tempat terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang menjelaskan tentang situasi dan kondisi (konteks) suatu masyarakat, sebab-akibat, dan korelasi (pola hubungan) atas suatu peristiwa.

Situasi dan kondisi yang dimaksud dapat berupa kondisi ekonomi, seperti kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat; atau mengacu pada profesinya, misalnya sebagai pedagang, petani, dan lain-lain.

Kondisi atau konteksnya juga dapat berupa kondisi geografis, misalnya keadaan alam dan sumber daya  alamnya,  situasi dan kondisi budaya, suku dan tradisi suatu masyarakat, atau situasi dan kondisi sosial tentang keragaman sosial masyarakat yang dapat dilihat dari pelapisan sosial maupun diferensiasi sosialnya.

Meskipun ilmu sejarah dan ilmu sosial lainnya sama-sama bersifat sinkronis dan diakronis, keduanya memeliki kecenderungan berbeda.

Ilmu sejarah cenderung bersifat ilmu diakronis sementara ilmu sosial lainnya seperti ilmu sosial dan humaniora cenderung sebagai ilmu sinkronis.

Berpikir sinkronis dalam belajar sejarah mendorong kalian untuk menjelaskan secara terperinci mengenai konteks (situasi dan kondisi) suatu masyarakat, hubungan sebab-akibat, hubungan (korelasi) antarfaktor.

Situasi dan kondisi (konteks) dapat dilihat berdasarkan kondisi ekonomi, adat-istiadat, struktur sosial, komposisi penduduk, kondisi politik, dan aspek-aspek lainnya.