Makalah Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos - PAI Kelas 10


Berikut adalah makalah Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos, Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) SMA/SMK Kelas X.

COVER
(buat sendiri)


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
A. Dalil Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja
B. Menerapkan Perilaku Kompetisi dalam Kebaikan untuk Meraih Kesuksesan
C. Manfaat Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja
D. Penerapan Karakter

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Harapan
C. Saran


KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Swt., karena penulisan makalah Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja ini dapat kami susun dengan baik.

Makalah ini merupakan hasil kerjasama antara kelompok 5 yang terdiri atas nama: Rudi, Wati, Enjelika kelas X SMA Negeri 68 Pangaribuan.

Makalah ini disusun untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru kepada kami sebagai upaya untuk mengkaji materi “Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja”.

Makalah ini mungkin memiliki kekurangan dan kesalahan dalam penulisan.

Kami berharap, makalah ini menjadi sesuatu yang bermakna bagi masa depan anak- anak bangsa.

Pangaribuan, Tapanuli Utara, September 2024


Kelompok 5


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Semua orang ingin sukses. Namun perlu diketahui bahwa untuk meraih kesuksesan tersebut bukanlah perkara mudah.

Kita harus mampu mengatasi semua hambatan, tantangan, dan rintangan dengan ketekunan dan kerja keras.

Di samping itu, doa dari orang tua juga sangat dibutuhkan agar Allah Swt. yang Maha Pemberi Rezeki memberi jalan kemudahan dan keberkahan.

Seseorang dikatakan sukses apabila memperoleh kebahagiaan di akhirat dan di dunia sekaligus. Namun, kita meyakini bahwa kesuksesan sejati adalah suksesnya hidup di akhirat. Untuk meraih kesuksesan tersebut, kalian harus menggunakan petunjuk ajaran Islam.

Kesuksesan hidup di akhirat dan di dunia akan diperoleh dengan selalu beramal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, mulailah dari diri sendiri, kemudian ajaklah teman-teman kalian untuk selalu meningkatkan kuantitas dan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
  1. Apa saja dalil tentang meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
  2. Bagaimana cara menerapkan perilaku kompetisi dalam kebaikan untuk meraih kesuksesan
  3. Apa saja manfaat yang diperoleh dari meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
  4. Bagaimana cara penerapan karakter meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja

C. Tujuan

Adapun tujuan makalah ini adalah:
  1. Memaparkan dalil tentang meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
  2. Menjelaskan cara menerapkan perilaku kompetisi dalam kebaikan untuk meraih kesuksesan
  3. Menguraikan manfaat yang diperoleh dari meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja
  4. Memberikan contoh penerapan karakter meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja

BAB II
PEMBAHASAN

A. Dalil Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja

Dalil tentang meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja adalah sebagai berikut:

1. Q.S. al-Maidah/5: 48
“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” (Q.S. al-Maidah/5: 48)

2. Q.S. at-Taubah/9: 105
“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan- Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. at-Taubah/9: 105)

B. Menerapkan Perilaku Kompetisi dalam Kebaikan untuk Meraih Kesuksesan

Agar dapat berkompetisi dalam kebaikan, kita dapat melakukan “M6” berikut ini, yaitu:

1). Mengawali suatu amal kebaikan dengan membaca basmalah dan berdoa kepada Allah Swt. agar diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan. Doa merupakan kekuatan spiritual yang akan mendorong kalian untuk berusaha maksimal hingga amal tersebut paripurna. Di samping itu ada nilai pahala atas amal yang dilakukan dengan ikhlas.

2). Melakukan semua amal kebaikan dengan penuh optimis dan semangat. Sikap optimis dan semangat ini akan membuat seseorang menjadi yakin mampu mengerjakan amal kebaikan dengan tuntas. Lebih dari itu, tumbuh rasa senang dan bahagia karena telah berhasil menyelesaikan sebuah amal kebaikan.

3). Menjaga konsistensi (istiqamah) amal kebaikan yang sudah kalian lakukan. Kualitas dari amal kebaikan akan semakin meningkat apabila kalian lakukan dengan konsisten. Tiap hari akan ada pengalaman baru untuk perbaikan kualitas amal pada hari berikutnya dan masa datang.

4). Mempelajari ilmu yang terkait dengan peningkatan kualitas amal kebaikan. Antara ilmu dan amal merupakan satu kesatuan. Ilmu tanpa amal, ibarat pohon tak berbuah. Demikian pula beramal tanpa ilmu akan mengakibatkan amal tersebut tertolak. Menambah bekal ilmu dapat kalian lakukan dengan belajar di lembaga pendidikan formal maupun non formal.

5). Membiasakan diri beramal secara bersama-sama dengan melibatkan orang banyak. Dalam hal ini, bukan berarti mengabaikan amaliyah yang sifatnya pribadi. Keterlibatan banyak orang dalam suatu amal kebaikan akan membuat nilai amal tersebut semakin baik. Karena akan semakin banyak manfaat dan kemaslahatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Lebih dari itu, akan memperkuat tali silaturahmi dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

6). Mengamati, meniru, dan memodifikasi amal kebaikan yang telah dilakukan oleh orang lain. Hal ini akan memudahkan dan memotivasi seseorang dalam beramal saleh. Karena sudah dicontohkan oleh orang lain, maka harus ada usaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas amal tersebut agar lebih baik dan nilai manfaatnya menjadi lebih besar.

C. Manfaat Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja

Banyak manfaat yang diperoleh dari meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja, diantaranya:

1). Memperoleh rida dan pahala dari Allah Swt.
Allah Swt. akan memberikan pahala kepada kalian jika melakukan pekerjaan dengan ikhlas. Kesuksesan tertinggi bukanlah sukses duniawi, tetapi kesuksesan tertinggi adalah rida dari Allah Swt.

2). Menjadi manusia yang bermanfaat
Manusia terbaik adalah manusia yang mampu menebar manfaat dan kemaslahatan sebesar-besarnya kepada masyarakat. Nilai sebuah kebaikan akan berlipat ganda jika mampu memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat luas.

3). Mempercepat penyelesaian pekerjaan
Keinginan untuk menyelesaikan pekerjaan ini didasari oleh motivasi untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya. Jika menunda suatu pekerjaan, maka pekerjaan yang lain ikut terbengkalai. Di samping itu, ada kompetitor yang memicu peningkatan kinerja.

4). Termotivasi untuk menjadi lebih baik
Saat kalian berkompetisi dengan pihak lain, akan tumbuh keinginan untuk menjadi yang paling unggul. Tentunya hal ini membutuhkan persiapan yang matang. Meskipun hasil akhirnya belum tentu sebagai pemenang, tetapi sudah berhasil menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki merupakan prestasi tersendiri yang patut diapresiasi.

5). Menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggungjawab
Keinginan untuk menjadi yang terbaik harus diikuti dengan sikap disiplin dan tanggungjawab. Keduanya merupakan modal utama meraih kesuksesan dalam sebuah kompetisi.

6). Mempererat hubungan antar sesama
Pesaing bukan musuh yang harus dikalahkan tetapi merupakan rekan kerja dalam berkompetisi secara sehat. Pekerjaan yang dilakukan secara bersama- sama akan mempererat tali persaudaraan di antara sesama. Peran serta dan keterlibatan masing-masing individu dalam satu kelompok akan semakin memperkuat jalinan hubungan kekeluargaan.

7. Terbiasa menghargai hasil yang sudah diraih
Pekerjaan yang telah menghasilkan sebuah produk, bagaimanapun bentuk dan kualitasnya harus tetap dihargai. Karena menghargai karya orang lain akan mampu memotivasi agar bisa menghasilkan karya lebih baik lagi.

8). Menjaga martabat diri sendiri
Martabat diri akan terjaga jika seseorang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan. Pasti banyak orang meremehkan apabila hanya bermalas- malasan dan berpangku tangan. Bahkan ia dianggap sebagai orang yag tidak berguna bagi keluarganya.

9). Wujud pengabdian kepada Allah Swt.
Kerja keras yang dilakukan oleh seseorang dengan niat ikhlas karena Allah Swt., dan untuk memenuhi kebutuhan hidup merupakan wujud ibadah kepada-Nya.

10). Melatih sifat tabah, sabar, dan tawakal
Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan menghadapi hambatan. Dengan senantiasa bekerja keras, maka akan muncul sifat tabah, sabar, optimis, serta tawakal. Pada hakikatnya, kesuksesan merupakan karunia Allah Swt. Kegagalan adalah sukses yang tertunda, karena Allah Swt. selalu menghendaki kebaikan pada hamba-Nya yang bertakwa.

D. Penerapan Karakter

Setelah mengkaji materi “Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja”, diharapkan kita dapat menerapkan karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari, contohnya:
  1. Selalu berkompetisi dalam kebaikan agar
  2. mendapatkan rida dari Allah Swt.
  3. Mempersiapkan diri untuk mendapatkan
  4. masa depan yang cerah
  5. Mencari ide-ide baru yang inovatif agar
  6. menjadi juara lomba karya ilmiah
  7. Mengajak teman untuk bekerja bersama-
  8. sama dalam sebuah tim penelitian ilmiah
  9. Belajar dengan tekun dan rajin agar
  10. memperoleh nilai yang bagus

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalil tentang meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja, yaitu Q.S. al-Maidah/5: 48 dan Q.S. at-Taubah/9: 105. Agar dapat berkompetisi dalam kebaikan, kita dapat melakukan “M6”. Banyak manfaat yang diperoleh dari meraih kesuksesan dengan kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja. Setelah mengkaji materi “Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja”, diharapkan kita dapat menerapkan karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

B. Harapan

Melalui makalah ini, kami berharap agar kita semua dapat menerapkan Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja dalam kehidupan sehari-hari.

C. Saran

Penulisan makalah ini mungkin memiliki kekurangan dan kesalahan. Silahkan sampaikan kritik dan saran Anda, agar makalah Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja ini dapat kami susun lebih baik lagi.