Dharmaśastra-nya Manu (Manawa Dharmaśastra) untuk Zaman Krtayuga


Pada Krtayuga, tidak ada manusia yang berbuat adharma walaupun hanya dalam pikiran. Semua masyarakat disiplin dalam berpikir, berkata dan berperilaku yang benar dan suci.

Manusia pada masa itu selalu mematuhi ajaran-ajaran kebajikan dan manusia pada masa tersebut selalu berbuat untuk kebahagiaan orang lain. Zaman Krtayuga sering juga dinamakan zaman Satyayuga, yang mengandung arti bahwa pada masa itu manusia hidup dalam kesetiaan yang diselimuti oleh kebajikan.

Masa Krtayuga ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu tapa (pengekangan diri, yoga, samadhi). Hal ini dijelaskan oleh Pudja dalam buku penjelasan Manawa Dharmaśastra.

Masa Krtayuga ini berlangsung selama 1.460.000 tahun manusia dengan ketentuan masa berikutnya berkurang satu. Pada masa Krtayuga hukum yang berlaku adalah Dharmaśastra-nya Manu.

Masa Krtayuga kehidupan masyarakat ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu tapa (pengekangan diri, yoga, samadhi). Pelaksanaan penebusan dosa yang ketat (tapa) merupakan kebajikan pada masa Satyayuga/Krtayuga. Zaman Satyayuga yang mengandung arti bahwa pada masa itu manusia hidup di dalam kesetiaan.

Perilaku pengendalian diri menjadi budaya kehidupan pada zaman Krtayuga, demikian juga dengan kesetiaan sehingga kesucian spiritual pada masa itu sangat terjaga. Nilai-nilai yang dapat kita terapkan saat ini untuk membentuk sikap mental yang positif melalui pengendalian diri yang ketat dan selalu setia terhadap ajaran dharma (nilai-nilai kebajikan).