2 Strategi Dakwah Para Wali Dalam mengembangkan Ajaran Islam di Bumi Nusantara


Dalam mengembangkan ajaran islam di bumi nusantara, para wali telah merumuskan strategi dakwah atau pendekatan yang sistematis, terutama bagaimana mengenalkan Islam pada masyarakat yang memegang teguh kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Nusantara yang sudah sangat tua, kuat dan sangat mapan. Para wali memiliki metode yang sangat bijak dalam memperkenalkan Islam yaitu tidak dengan serta merta, tidak juga secara instan, melainkan dengan strategi jangka panjang.

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas X SMA/SMK terbitan Kementerian Agama RI (Kemenag) tahun 2021, berikut dua langkah strategi dakwah para wali dalam mengembangkan ajaran Islam di bumi Nusantara, yaitu:

1. Tadrij (bertahap)
Tidak ada ajaran yang diberlakukan secara mendadak, segala sesuatu melalui proses penyesuaian, bahkan sering bertentangan dengan Islam. Misalnya tradisi minum tuak, kepercayaan animisme dan dinamisme, maka secara bertahap, hal tersebut diluruskan oleh para wali dengan metode dakwah yang penuh kelembutan dan kedamaian.

2. ‘Adamul Haraj (tidak menyakiti)
Para wali tidak menyebarkan ajaran Islam dengan mengusik tradisi asli masyarakat Nusantara, bahkan tidak mengusik agama dan kepercayaan mereka, namun memperkuatnya dengan cara-cara yang islami. Para wali menyadari betul ciri khas Nusantara yang beragam suku, multi etnis, beragam budaya, dan ragam bahasa merupakan anugerah Allah Swt. yang tiada tara. Oleh karena itulah para wali mensyukuri dengan tidak merusak budaya yang telah ada dengan mengatasnamakan Islam, namun justru merawat, memperkaya serta memperkuat budaya Nusantara, agar bisa berdiri sejajar dengan peradaban dunia yang lain.