Hidup Baru di Dalam Kristus


Hidup baru di dalam Kristus adalah hidup sebagai pelayan kristus serta pelayan untuk orang lain sekalipun hidup kita penuh dengan tantangan dan penderitaan.

Berikut adalah uraian tentang Hidup Baru di Dalam Kristus.

Kita dapat belajar dari pelayanan Paulus. Ia berkunjung ke berbagai kota yang ada di Palestina dan kemudian di Asia Kecil, yang kini dikenal sebagai wilayah Turki. Ada tiga perjalanan misi yang dilakukan Paulus pada masa itu. Saat itu, perjalanan laut tidaklah mudah. Paulus harus menempuh bahaya dan hidupnya terancam. Paulus pernah terdampar di Malta karena kapalnya karam. Ia kedinginan karena badai yang menerpa kapalnya, sementara pakaiannya tidak memadai untuk menghadapi udara yang dingin.

Paulus menggambarkan pengalaman penderitaannya seperti ini, “… lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orangorang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, ...” (2 Korintus 11: 23-28).

Kesimpulan dari gambaran Paulus di atas adalah ternyata hidupnya penuh dengan penderitaan. Meskipun demikian, Paulus menunjukkan bahwa ia tahan uji. Berkali-kali ia bangkit kembali dari penderitaannya dan itu semua membuatnya membuktikan tekadnya sebagai pelayan Kristus yang tangguh. Inilah sebuah contoh tentang hidup yang baru di dalam Kristus (Lowery, 1985).

Paulus bukanlah satu-satunya contoh tentang “manusia baru” sebagaimana gambaran dalam bacaan kita hari ini. Kehidupan murid-murid yang lain pun dapat dicatat sebagai manusia-manusia baru. Menurut tradisi, Petrus, seperti juga halnya Paulus, meninggal sebagai seorang martir (syuhada). Andreas memberitakan Injil hingga ke Yunani dan Rusia. Gereja Ortodoks Rumania percaya bahwa Andreas juga memberitakan Injil di daerah Dobruya. Sementara itu, di Ukraina, Andreas diyakini sebagai pemberita Injil di sana. Tomas dipercaya sebagai pemberita Injil di India. Namun perlu dicatat bahwa semua ini adalah tradisi. Tentang kejadian sesungguhnya, kita tidak mengetahuinya.

Dari uraian diatas, kita menyaksikan perubahan hidup yang luar biasa dari murid-murid Yesus yang umumnya hanyalah nelayan-nelayan sederhana. Peristiwa Pentakosta yang menurunkan karunia Allah berupa Roh Kudus atas diri para murid telah menjadikan mereka pelayan-pelayan Kristus yang luar biasa berani. Mereka tidak lagi hidup untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk orang lain yang mereka layani.