3 Pengelompokan Buah Roh Menurut Alexander Maclaren


Alexander MacLaren (2013) adalah seorang pengkotbah berkebangsaan Inggris, memudahkan anda memahami buah Roh sebagai suatu kesatuan.

MacLaren membuat pengelompokan dari sembilan wujud ini. Ketiga pengelompokan ini adalah sebagai berikut:
  1. Pengelompokan karakter yang menggambarkan Roh dalam makna yang terdalam, yaitu kasih, sukacita, dan damai sejahtera
  2. Pengelompokan dalam interaksi kita dengan sesama manusia, yaitu kesabaran, kemurahan, dan kebaikan.
  3. Pengelompokan dalam menghadapi kesulitan dan mengatasi kepentingan diri sendiri, yaitu kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Untuk memahami lebih jelasnya ketiga pengelompokan buah roh ini, berikut penjelasannya.

1. Kasih, Sukacita, dan Damai Sejahtera
Ketiga hal ini barulah muncul ketika kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Walaupun kita hidup sendirian tanpa di dampingi siapa pun, ketiga hal ini tetap kita rasakan tiap saat: bahwa Tuhan mengasihi kita dan kita bersukacita merasakan kasih Tuhan yang bersifat kekal sepanjang masa, tidak dipengaruhi oleh apa pun yang kita alami.

Damai sejahtera ada ketika kita selalu kembali kepada Tuhan dan berada di dekat-Nya. Damai sejahtera hadir bukan karena tidak ada masalah, melainkan karena merasakan kehadiran  Tuhan  dalam  hidup  kita. Itu sebabnya di mana pun dan kapan pun, kita akan memiliki damai sejahtera ini.

2. Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan
Kesabaran adalah sikap yang kita miliki saat menghadapi kesulitan, permusuhan, dan hanya timbul karena kita sudah merasakan kasih, sukacita, dan damai sejahtera-Nya.

Bahkan, kesabaran dapat dianggap sebagai suatu tes, apakah betul kita memiliki kasih, sukacita dan damai sejahtera. Kesabaran terwujud dalam bentuk tidak mudah marah dan tersinggung serta tidak memaki atau mengeluh.

Saat ada orang lain yang memusuhi kita, atau memaki kita, kita tidak perlu membalasnya supaya permusuhan dan perdebatan itu tidak menjadi berkepanjangan. Kemurahan dan kebaikan harusnya terwujud saat kita berinteraksi dengan orang lain.

Tidak boleh sekali pun kita membalas dendam kepada mereka yang berbuat jahat kepada kita. Wujud yang tampak untuk kemurahan dan kebaikan adalah, apakah betul kita bermurah hati dan menolong sesama yang membutuhkan? Misalnya, apakah kita mau menolong secara finansial mereka yang mengalami kesulitan?

Menurut MacLaren (2013), ini adalah suatu kebiasaan yang harus dipupuk. Bila ini kita lakukan, orang lain pun akan dapat merasakan buah dari Roh kita.

3. Kesetiaan, Kelemahlembutan, dan Penguasaan diri
Kesetiaan adalah yang kita lakukan ketika kita diminta menyelesaikan suatu tugas. Kerjakan dengan tulus sampai selesai dengan baik. Kelemahlembutan adalah tunduk pada mereka yang di atas kita.

Penguasaan diri adalah hal yang bertentangan dengan kecenderungan manusia untuk memberontak dan memilih untuk membenarkan diri. Tetapi justru menjadi hal penting saat menghadapi konflik, baik dari dalam diri sendiri, maupun yang datang ketika berhadapan dengan hal di luar dirinya.

Itulah 3 pengelompokan buah roh menurut Alexander Maclaren.

Kesembilan buah roh ini memang tidak bisa berdiri sendiri karena saling terkait. Tingkah laku yang kita tunjukkan kepada Tuhan dan kepada sesama adalah suatu kesatuan, sama seperti di dalam Hukum Taurat.

Selain ada empat perintah yang dilakukan ketika berhadapan dengan Tuhan, juga ada enam perintah yang dilakukan ketika berhadapan dengan manusia. Hal yang yang sama juga disampaikan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 22 tentang mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya dan mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri.

Satu hal yang perlu kita perhatikan adalah wujud buah Roh bukanlah sesuatu yang dilakukan dengan paksaan atau kepura-puraan, melainkan sebagai tingkah laku yang secara alamiah mengalir ketika kita dekat dengan Tuhan.