Soal dan Jawaban materi Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi - PAI & Budi Pekerti Kelas 12 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII SMA/SMK materi Bersatu dalam Keragaman dan Demokrasi lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Tuliskan ayat al-Quran yang mengandung pesan sikap demokratis
  2. Sebutkan tips musyawarah yang islami dan demokratis
  3. Dalam kehidupan bermasyarakat, sebutkan hal-hal mengapa musyawarah menjadi sangat penting
  4. Tuliskan pengertian syura menurut beberapa ulama
  5. Jelaskan titik temu (Persamaan) antara Demokrasi dan Syura
  6. Sebutkan dan jelaskan pandangan ulama tentang demokrasi yang menolak sepenuhnya dan yang menerima dengan syarat tertentu
  7. Tuliskan model demokrasi menurut Mohammad Iqbal
  8. Tuliskan islamisasi demokrasi menurut Salim Ali al-Bahasnawi
  9. Tuliskan contoh perilaku bersikap demokratis sesuai pesan Q.S.ali-Imran

Kunci Jawaban:

1. Ayat al-Quran yang mengandung pesan sikap demokratis, yaitu:

Q.S. ali-Imran/3:159
Maka disebabkan rahmat dari Allah Swt. lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt. menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

2. Tips musyawarah yang islami dan demokratis, antara lain:
  • Luruskan niat!
  • Sampaikan pendapat dengan santun!
  • Hargai pendapat orang lain!
  • Hormati keputusan bersama (kesepakatan)!
  • Jalankan kesepakatan dengan tawakal!
  • Berharaplah agar keputusan tersebut membawa berkah dan maslahat bagi umat!
3. Dalam kehidupan bermasyarakat, musyawarah menjadi sangat penting, karena:
  • Permasalahan yang sulit menjadi mudah setelah dipecahkan oleh orang banyak lebih-lebih kalau yang membahas orang yang ahli.
  • Akan terjadi kesepahaman dalam bertindak.
  • Menghindari prasangka yang negatif, terutama masalah yang ada hubungannya dengan orang banyak.
  • Melatih diri menerima saran dan kritik dari orang lain.
  • Berlatih menghargai pendapat orang lain.
4. Pengertian syura menurut beberapa ulama, antara lain:
  • Ar Raghib al-Ashfahani, syura adalah sebagai proses mengemukakan pendapat dengan saling mengoreksi antara peserta syura.
  • Ibnu al-Arabi al-Maliki, syura adalah dengan berkumpul untuk meminta pendapat (dalam suatu permasalahan) yang peserta syuranya saling mengeluarkan pendapat yang dimiliki.
  • Asy Syura fi Zilli Nizami al-Hukm al-Islami, syura adalah proses menelusuri pendapat para ahli dalam suatu permasalahan untuk mencapai solusi yang mendekati kebenaran.
5. Titik temu (Persamaan) antara Demokrasi dan Syura, yaitu sama-sama mengedepankan kebebasan berekspresi dan penyaluran pendapat dengan penuh keterbukaan dan kejujuran.

6. Pandangan para ulama tentang demokrasi yang menolak sepenuhnya dan yang menerima dengan syarat tertentu, yakni:
  • Menurut Abul A’la Al-Maududi, secara tegas menolak demokrasi. Menurutnya, Islam tidak mengenal paham demokrasi yang memberikan kekuasaan besar kepada rakyat untuk menetapkan segala hal.
  • Menurut Mohammad Iqbal, sejalan dengan kemenangan sekularisme atas agama, demokrasi modern menjadi kehilangan sisi spiritualnya, sehingga jauh dari etika.
  • Menurut Muhammad Imarah, Islam tidak menerima demokrasi secara mutlak dan juga tidak menolaknya secara mutlak
  • Menurut Yusuf al-Qardhawi, substasi demokrasi sejalan dengan Islam.
  • Menurut Salim Ali al-Bahasnawi, demokrasi mengandung sisi yang baik yang tidak bertentangan dengan Islam dan memuat sisi negatif yang bertentangan dengan Islam.
7. Model demokrasi menurut Mohammad Iqbal, yaitu:
  • Tauhid sebagai landasan asasi.
  • Kepatuhan pada hukum.
  • Toleransi sesama warga.
  • Tidak dibatasi wilayah, ras, dan warna kulit.
  • Penafsiran hukum Tuhan melalui ijtihad.
8. Islamisasi demokrasi menurut Salim Ali al-Bahasnawi, yaitu:
  • Menetapkan tanggung jawab setiap individu di hadapan Allah Swt..
  • Wakil rakyat harus berakhlak Islam dalam musyawarah dan tugas-tugas lainnya.
  • Mayoritas bukan ukuran mutlak dalam kasus yang hukumnya tidak ditemukan dalam al-quran dan Sunnah (Q.S. an-Nisa/4:59) dan (Q.S. al-Ahzab/33:36).
  • Komitmen terhadap Islam terkait dengan persyaratan jabatan, sehingga hanya yang bermoral yang duduk di parlemen.
9. Contoh perilaku bersikap demokratis sesuai pesan Q.S.ali-Imran, diantaranya:
  • Bersikap lemah lembut jika hendak menyampaikan pendapat (tidak berkata kasar ataupun bersikap keras kepala).
  • Menghargai pendapat orang lain.
  • Berlapang dada untuk saling memaafkan.
  • Memohonkan ampun untuk saudara-saudara yang bersalah.
  • Menerima keputusan bersama (hasil musyawarah) dengan ikhlas.
  • Melaksanakan keputusan-keputusan musyawarah dengan tawakal;
  • Senantiasa bermusyawarah tentang hal-hal yang menyangkut kemaslahatan bersama.
  • Menolak segala bentuk diskriminasi atas nama apapun.
  • Berperan aktif dalam bidang politik sebagai bentuk partisipasi dalam membangun bangsa.