Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Soal dan Jawaban materi Semangat Beribadah dengan Menyakini Hari Akhir - PAI & Budi Pekerti Kelas 12 SMA/SMK

Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII SMA/SMK materi Semangat Beribadah dengan Menyakini Hari Akhir lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Sebutkan dan jelaskan 2 macam jenis hari akhir menurut al-Qur’an
  2. Tuliskan peristiwa-peristiwa yang harus diimani yang akan terjadi sesudah mati
  3. Sebutkan dan jelaskan 2 macam jenis hari kiamat menurut Ilmu Pengetahuan
  4. Tuliskan peristiwa-peristiwa yang menakjubkan di dunia yang telah diperlihatkan menurut Imam Ath Thabari dan Ibnu Katsir
  5. Sebutkan dan jelaskan tahapan hari akhir
  6. Tuliskan hikmah beriman kepada hari akhir
  7. Tuliskan contoh perilaku yang menggambarkan kesadaran beriman kepada Hari Akhir

Kunci Jawaban:

1. Jenis hari akhir menurut al-Qur’an, yakni:
  • Kiamat Sugra (kecil), yaitu peristiwa datangnya kematian bagi semua makhluk termasuk manusia yang bersifat lokal dan individu.
  • Kiamat Kubra (besar), yaitu peristiwa berakhirnya seluruh kehidupan makhluk dan hancur leburnya alam semesta secara total dan serentak.
2. Peristiwa-peristiwa yang harus diimani yang akan terjadi sesudah mati, yakni:
  • Fitnah kubur, yaitu beragam pertanyaan yang diajukan kepada orang yang meninggal tentang Tuhannya, agamanya, nabinya, imannya, dan kiblatnya.
  • Siksa dan nikmat kubur, yaitu siksa kubur diperuntukkan bagi orang yang zalim, munafik, kafir dan musyrik.
3. Hari kiamat menurut ilmu pengetahuan, yakni:
a. Menurut Geologi
Bumi terjadi dari gas yang berputar (chaos catastrope). Setelah diam gas itu menjadi dingin, maka gas yang berat mengendap ke bawah, yang ringan berada di atas. Melalui proses evolusi yang lama sekali, gas bagian luar mengeras menjadi batu, kerikil, pasir, dan sebagainya, sedangkan bagian tengah masih panas. Zat panas bercampur lava, lahar, batu, dan pasir panas. Bumi beredar karena adanya daya tarik matahari terhadap bumi berkurang. Akibatnya bumi akan bergeser dari matahari sehingga putaran bumi semakin cepat dan akan mengalami nasib seperti meteor (menyala/hancur).

b. Menurut Teori Fisika
Letak matahari kira-kira 150 juta km jauhnya dari bumi, namun sinar matahari sampai ke bumi selama 8 menit 20 detik. Garis tengah matahari = 1,4 juta km, dan luas permukaannya 616 x 1010 km = 622160 km. Menurut ahli fisika energi matahari dipancarkan ke angkasa dan sekitarnya 5,7 x 1027 kalori = 5853,9 kalori/menit dan mampu menyala 50 milyar tahun dengan panas 15 juta derajat celcius.

Kalau suatu ketika matahari tidak muncul atau cahayanya redup karena tenaga/sinarnya habis, maka tidak ada angin dan awan yang berakibat hujan tidak akan turun. Selanjutnya gunung-gunung akan meletus, ombak bergulung-gulung, air laut naik sehingga hancurlah bumi ini.

4. Peristiwa-peristiwa yang menakjubkan di dunia yang telah diperlihatkan menurut Imam Ath Thabari dan Ibnu Katsir, yaitu:
  • Peristiwa pembunuhan yang dipermasalahkan oleh Bani Israil, akan di hidupkan kembali oleh Allah Swt. hanya dengan perantaraan daging sapi yang dipukulkan ke tubuh orang yang terbunuh (Q.S. al- Baqarah/2:72-73 )
  • Peristiwa Nabi Ibrahim dan burung-burung yang dicincangnya kemudian diletakkan di tiap-tiap bagian di atas bukit lalu Allah Swt. berfirman: “Panggillah! niscaya mereka datang kepadamu dengan segera” (Q.S. al-Baqarah/2:260).
5. Tahapan hari akhir, yaitu:
  • Yaumul Ba’ats, yaitu sesudah hancur dan musnahnya alam semesta termasuk manusia, terjadilah hari kebangkitan
  • Yaumul Hasyr, yaitu hari berkumpulnya manusia setelah dibangkitkan dari kuburnya masing-masing. Kemudian semua manusia digiring ke tempat yang luas yaitu Padang Mahsyar (tempat berkumpul)
  • Buku Catatan, yaitu buku catatan (kitab perjalanan hidup) yang sudah dicatat Malaikat Raqib dan ‘Atid. Kitab catatan ini berisi semua perbuatan dan perkataan manusia sewaktu hidup di dunia.
  • Yaumul Hisab dan Miza. Yaumul Hisab, yaitu hari ketika Allah Swt. memperlihatkan semua amalan di akhirat untuk dihisab. Segala dosa besar dan kecil dihitung dengan seksama dan teliti. Tahapan selanjutnya adalah Mizan, yaitu timbangan yang adil berisi kebajikan dan kejahatan yang telah diperbuat setiap manusia. Setiap orang ditimbang amalnya dengan seadil-adilnya.
  • As-Sirat, yaitu jembatan yang terbentang di atas neraka menuju surga. Mudah atau sulitnya melewati As-Sirat itu tergantung kepada amal setiap manusia.
  • Yaumul Jaza, yaitu manusia akan menerima balasan Allah Swt. (Jaza’) sesuai dengan amalnya selama ia hidup di dunia.
  • Balasan perbuatan baik dengan surga. Setelah seluruh manusia dihisab dan melalui timbangan, mereka diberikan balasan yang sesuai dengan amal perbuatannya. Bagi mukmin yang bertakwa kepada Allah Swt. pasti akan menerima balasan yang setara,yaitu berupa surga.
  • Balasan perbuatan buruk dengan neraka, yaitu untuk orang yang selama hidup di dunia lebih banyak mengerjakan perbuatan jahat, maksiat tercela, dan kafir terhadap Allah Swt.
6. Hikmah beriman kepada hari akhir, antara lain:
  • Muncul rasa kebencian yang dalam kepada kemaksiatan dan kebejatan moral yang mengakibatkan murka Allah Swt. di dunia dan di akhirat 
  • Menyejukkan dan menggembirakan hati orang-orang mukmin dengan segala kenikmatan akhirat yang sama sekali tidak dirasakan di alam dunia ini
  • Senantiasa tertanam kecintaan dan ketaatan terhadap Allah Swt. dengan mengharapkan mau’nah-Nya pada hari itu;
  • Senantiasa termotivasi untuk beramal baik dengan ikhlas;
  • Senantiasa menghindari niat-niat yang buruk apalagi melaksanakannya;
  • Menjauhkan diri dari asumsi-asumsi yang mengkiaskan apa yang ada di dunia ini dengan apa yang ada di akhirat.
7. Contoh perilaku yang menggambarkan kesadaran beriman kepada hari akhir, antara lain:
  • Menyadari bahwa semua perbuatan selama di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. untuk itu segala sikap dan perilaku kita harus selaras dengan tuntunan agama;
  • Menyadari bahwa manusia itu sangat kecil di hadapan kebesaran Allah Swt., sehingga diharapkan dapat menghilangkan sikap takabur atau sombong dalam dirinya;
  • Berusaha melakukan amal salih dan menghindari semua perbuatan yang bertentangan dengan norma agama;
  • Membiasakan diri dengan akhlak karimah, seperti mawas diri, rendah hati, peduli kepada sesama, dan lain-lain;
  • Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt. baik dengan melakukan ibadah ritual (seperti salat) maupun dengan ibadah sosial, yaitu semua kegiatan yang bermanfaat bagi sesama;
  • Termotivasi untuk selalu bekerja keras dan menjauhi kemalasan.