Soal dan Jawaban materi Ancaman terhadap Integrasi Nasional – PPKn Kelas 10 SMA/SMK


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas X SMA/SMK materi Ancaman terhadap Integrasi Nasional lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan posisi negara Indonesia dilihat dari peta dunia
  2. Sebutkan aspek-apek kehidupan sosial posisi silang Indonesia yang sangat strategis dan ideal
  3. Uraikan secara singkat ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia baik yang berupa ancaman militer maupun non-milter
  4. Sebutkan bentuk-bentuk ancaman militer dan non-militer yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Berikan contohnya
Kunci Jawaban:

1. Posisi negara Indonesia dilihat dari peta dunia, yakni:
Posisi negara Indonesia yang berada di tengah-tengah dunia. Kemudian, dilewati garis khatulistiwa, diapit oleh dua benua yaitu Asia dan Australia, serta berada di antara dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Pasifik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Indonesia berada pada posisi silang yang sangat strategis dan ideal.

2. Aspek-apek kehidupan sosial dilihat dari posisi silang Indonesia yang sangat strategis dan ideal, yaitu:
  • Penduduk Indonesia berada di antara daerah berpenduduk padat di utara dan daerah berpenduduk jarang di selatan.
  • Ideologi Indonesia terletak antara komunisme di utara dan liberalisme di selatan.
  • Demokrasi Pancasila berada di antara demokrasi rakyat di utara (Asia daratan bagian utara) dan demokrasi liberal di selatan.
  • Ekonomi Indonesia berada di antara sistem ekonomi sosialis di utara dan sistem ekonomi kapitalis di selatan.
  • Masyarakat Indonesia berada di antara masyarakat sosialis di utara dan masyarakat individualis di selatan.
  • Kebudayaan Indonesia berada di antara kebudayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan
  • Sistem pertahanan dan keamanan Indonesia berada di antara sistem pertahanan continental di utara dan sistem pertahanan maritim di barat, selatan dan timur.
3. Uraian secara singkat ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia baik yang berupa ancaman militer maupun non-milter:
a. Ancaman Militer
Perkembangan persenjataan militer di setiap negara terus ditingkatkan. Bahkan ada negara yang memiliki senjata pemusnah massal yang berbahan kimia dan nuklir. Aktivitas ini merupakan ancaman militer yang mengguna- kan kekuatan bersenjata yang terorganisir. Ancaman ini dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. Kekuatan senjata ini dapat digunakan untuk melakukan agresi/invasi, pelanggaran wilayah, pemberontakan bersenjata, sabotase, spionase, aksi teror bersenjata, dan ancaman keamanan laut dan udara.

b. Ancaman Non-Milter
Ancaman non-militer pada hakikatnya ancaman yang menggunakan faktor-faktor non-militer dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, kepribadian bangsa, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman ini salah satunya disebabkan oleh pengaruh negatif dari globalisasi. Globalisasi yang menghilangkan sekat atau batas pergaulan antar bangsa secara disadari ataupun tidak telah memberikan dampak negatif yang kemudian menjadi ancaman bagi keutuhan sebuah negara, termasuk Indonesia. Ancaman non- militer di antaranya dapat berdimensi ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya.

4. Bentuk-bentuk ancaman Militer dan Non-Militer yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini dan contohnya:

a. Bentuk-bentuk ancaman Militer, diantaranya:
  • Agresi, contohnya Bangsa Indonesia pernah merasakan pahitnya diinvasi atau diserang oleh Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia sebanyak dua kali, yaitu pada Agresi Militer I dari tanggal 21 Juli 1947 sampai 5 Agustus 1947 dan Agresi Militer II tanggal 19 Desember 1948.
  • Pelanggaran Wilayah (wilayah laut, ruang udara dan daratan). Contohnya wilayah negara kita pernah ada yang dicaplok dan diakui oleh negara lain.
  • Pemberontakan bersenjata, contohnya gerakan radikal, seperti DI/TII, PRRI, Permesta, Pemberontakan PKI Madiun, serta G-30-S/PKI.
  • Spionase, contohnya adanya agen-agen rahasia dalam mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara dari negara lain. Kegiatan spionase dilakukan secara tertutup dengan menggunakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Terorisme, contohnya aksi teror di Ibu Kota Jakarta, yaitu Bom Thamrin.
b. Bentuk-bentuk ancaman Non-Militer, diantaranya:
  • Ideologi, contohnya masuknya paham komunisme dengan segala propagandanya dan liberalisme
  • Politik, contohnya Intimidasi, provokasi dan kudeta
  • Ekonomi, contohnya tidak menggunakan produk dalam negeri
  • Sosial budaya, contohnya tidak mencintai budaya sendiri karena pengaruh gaya hidup (lifestyle) kebarat-baratan
  • Teknologi Informasi, contohnya berita yang tidak benar dan palsu yang disebut dengan HOAX.
  • Keselamatan umum, contohnya meletusnya gunung, gempa bumi, tsunami dan Narkoba.