Soal dan Jawaban materi Menghiasi Pribadi dengan Berbaik Sangka dan Beramal Saleh – Agama Islam 8 SMP/MTs


Berikut adalah soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti Kelas VIII SMP/MTs materi Menghiasi Pribadi dengan Berbaik Sangka dan Beramal Saleh lengkap dengan kunci jawaban.

Soal Essay:
  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan amal saleh !
  2. Sebutkan tiga syarat diterimanya amal saleh !
  3. Berilah satu contoh amal saleh yang pernah kalian lakukan di sekolah !
  4. Sebutkan manfaat bersifat husnudzan kepada Allah SWT. !
  5. Bagaimana menurut pendapat kalian jika ada teman bersu’udzan kepada kalian !
Kunci Jawaban:

1. Amal saleh adalah segala perbuatan yang membawa kemaslahatan bagi sesama yang dilakukan sesuai dengan petunjuk Allah.

2. Tiga syarat diterimanya amal saleh, yaitu:
  • Amal saleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya
  • Amal saleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah Swt.,
  • Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan Hadits.
3. Contoh amal saleh yang pernah saya lakukan di sekolah, diantaranya:
  • Mematuhi peraturan sekolah
  • Belajar dengan sungguh sungguh
  • Menghormati guru, pegawai dan karyawan sekolah
  • Membayar SPP
  • Menghormati senior dan menyayangi junior
  • Memungut sampah di depan kelas dan membuangnya ke tempat sampah.
  • Meminjamkan buku catatan kepada teman yang tidak masuk karena sakit
  • Mengantar teman yang sakit ke UKS.
  • Menjalin hubungan baik dengan teman-teman di kelas, tidak menyakiti hati mereka, senantiasa ramah dan saling tolong menolong (ta’awun) dengan mereka.
4. Manfaat bersifat husnudzan kepada Allah SWT., antara lain:
  • Mendapatkan pahala
  • Akan menerima taubat bahkan diberikan kecukupan bagi yang memohon dan meminta
  • Tidak akan mengalami konflik batin atau keraguan jika menerima bantuan atau perlakukan apa pun dari orang lain
  • Akan selalu optimis dalam berusaha demi meraih cita-citanya
  • Membuat hati menjadi bersih dari sifat dengki dan penyakit hati lainnya
5. Pendapat saya jika ada teman bersu’udzan kepada saya adalah saya akan menanyakan maksud dia melakukan itu pada saya. Apakah karena tidak suka pada saya, atau saya pernah melakukan kesalahan. Lalu saya akan bertabayyun, mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak benar. Kemudian saya akan menasehatinya bahwa bersu’udzan itu adalah perbuatan tercela yang harus di hindari. Karena perilaku suudhan hanya akan memberikan dampak negatif bagi seseorang, orang lain dan akan mendapat dosa dari Allah.